Konten dari Pengguna

Siapa Orang yang Diwajibkan untuk Melaksanakan Haji? Ini Penjelasannya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suasana umat Islam yang melaksanakan salat di Masjidil Haram selama bulan suci Ramadhan, di kota suci Makkah, Arab Saudi, Selasa (11/4/2023). Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Suasana umat Islam yang melaksanakan salat di Masjidil Haram selama bulan suci Ramadhan, di kota suci Makkah, Arab Saudi, Selasa (11/4/2023). Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

Pada dasarnya, hukum menunaikan ibadah haji adalah fardhu ‘ain. Namun, golongan orang yang diwajibkan untuk melaksanakan haji adalah orang yang mampu saja, baik secara materi maupun fisik.

Menurut Dr. Sa’di Abu Habib, secara bahasa, haji artinya menuju atau berkehendak ke sesuatu yang diagungkan. Sedangkan secara istilah, haji adalah menuju atau berkehendak ke Baitul Haram untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mengutip buku Menuju Umrah dan Haji Mabrur karya H. Syaiful Alim (2018), ibadah haji dilakukan dengan perbuatan khusus, di waktu khusus, dan tempat yang khusus pula. Ibadah ini memiliki keutamaan yang mulia, yakni menjauhkan dari kekafiran dan menghapus dosa-dosa.

Sama seperti ibadah lainnya, haji juga memiliki sejumlah rukun dan syarat yang mesti dipenuhi. Apa saja? Simak penjelasannya dalam ulasan berikut ini.

Baca juga: Lima Keutamaan Haji Bagi Umat Islam yang Mampu Melaksanakan

Syarat-Syarat Haji

com-Ilustrasi ibadah Haji. Foto: Shutterstock

Syarat haji harus ditunaikan oleh jamaah yang hendak menunaikan ibadah haji. Dikutip dari buku Cara Mudah Berbisnis Travel Umrah dan Haji Khusus karya Irwan Giwangkara (2018), berikut sejumlah syaratnya:

1. Islam

2. Sehat akal pikiran

3. Dewasa (baligh)

4. Mampu menunaikan ibadah haji yang meliputi hal-hal berikut ini:

  • Mempunyai bekal yang cukup (untuk transportasi, bekal dibawa berhaji dan yang akan ditinggalkan di kampung halaman).

  • Ada kendaraan atau transportasi dari daerah asal ke Baitullah.

  • Aman dari berbagai macam gangguan.

  • Ada mahram, bagi wanita yang akan mendampinginya.

Rukun Haji

Menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Foto: Shutterstock

Rukun haji wajib ditunaikan oleh jemaah haji. Jika ditinggalkan, maka ibadah yang ditunaikan menjadi tidak sah dan ia harus membayar dam (denda). Rukun haji tersebut sebagai berikut:

1. Memakai ihram

Jemaah haji harus memakai ihram sejak dari miqat, disertai dengan niat melaksanakan ibadah haji. Bacaan niatnya adalah:

"Labbaikallahumma hajjan”

Artinya: Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji.

“Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta'ala.”

Artinya: Aku niat haji dengan berihram karena Allah ta'ala.

2. Wukuf

Wukuf dilakukan dengan berdiam diri di arafah. Waktunya adalah mulai dari tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga menjelang terbitnya fajar tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Qurban).

3. Thawaf ifadhah

Thawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali. Syarat-syaratnya antara lain suci dari hadas dan najis, menutup aurat dengan pakaian suci, memulai thawaf di garis coklat yang lurus dengan Hajar Aswad, dan dilakukan dengan berjalan maju.

4. Sa'i

Sa’i adalah berjalan dari bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali. Jemaah harus melakukannya setelah thawaf ifadah atau thawaf qudum.

5. Tahallul

Tahallul dilakukan dengan mencukur rambut atau memotong rambut kepala minimal 3 helai, dengan syarat-syarat sebagai berikut:

  • Tahallul harus dilakukan sesudah melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

  • Tahallul harus dilakukan sesudah tengah malam Hari Raya Qurban.

6. Tertib

Tertib artinya mengerjakan secara runut mulai dari niat hingga tahalul. Dengan begitu, ibadah haji menjadi lebih afdhal dan penuh dengan keutamaan.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Haji dan Arti serta Keutamaan Melaksanakannya

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu ibadah haji?
chevron-down

Haji adalah menuju atau berkehendak ke Baitul Haram untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Apa hukum menunaikan ibadah haji?
chevron-down

Wajib, minimal sekali seumur hidup.

Apa saja syarat ibadah haji?
chevron-down

Islam, sehat akal pikiran, dewasa (baligh), mampu menunaikan ibadah haji.