Konten dari Pengguna

Simposium: Pengertian, Tata Cara, Kelebihan, dan Kekurangannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi simposium. Foto: Freepik.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi simposium. Foto: Freepik.

Simposium adalah diskusi yang melibatkan beberapa pembicara untuk menjelaskan secara singkat suatu ide atau gagasan. Materi yang dibawakan dalam simposium disampaikan oleh para ahli di bidangnya.

Simposium berasal dari bahasa Yunani, yaitu syn yang artinya bersama-sama dan posis yang berarti minum. Dr. Berman Hutahean dalam buku Keterampilan Berbicara-1 mengartikan simposium sebagai suatu pertemuan untuk mendiskusikan kumpulan beberapa pendapat mengenai subjek tertentu, disusul dengan berbagai pertanyaan dari suatu kelompok.

Badseba Tiwery dalam buku Kekuatan dan Kelemahan metode Pembelajaran menjelaskan, dalam kegiatan simposium ada pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, yaitu:

  • Pembicara utama: Orang yang bertugas menyampaikan pandangannya pada suatu topik yan sedang dibahas.

  • Penyanggah: Orang yang bertugas menyanggah setiap pandangan dari pembicara.

  • Moderator: Orang yang bertugas untuk mengajur jalannya acara. Seperti mengarahkan jalannya pembicaraan, meneruskan pertanyaan, dan mengatur waktu pemaparan suatu topik.

  • Peserta: Orang yang menyaksikan acara dan berhak mengajukan sejumlah pertayaan setelah pembicara dan penyanggah selesai membahas topik yang ditentukan.

Tujuan diadakannya simposium adalah untuk mengumpulkan suatu pendapat, ide, konsep, atau gagasan. Selain itu, memberikan kesempatan kepada peserta untuk menganalisis suatu materi. Hasil simposium dapat disebarluaskan kepada peserta terutama hasil pembahasan dari pembicara dan penyanggah.

Diskusi simposium cukup mirip dengan diskusi panel. Yang membedakan keduanya adalah pembahasan dan sifat simposium yang cenderung formal. Seperti apa tata cara pelaksanaan simposium? Ketahui penjelasannya di bawah ini.

Tata Cara pelaksanaan Simposium

Ilustrasi simposium. Foto: Unsplash.

Eli Warti dalam buku Pembelajaran Hots Melalui Penerapan Berbagai Metode Pembelajaran menjelaskan, tata cara pelaksanaan simposium adalah sebagai berikut:

  1. Dipimpin oleh seorang ketua atau moderator yang bertugas mengatur jalannya diskusi.

  2. Memberi kesempatan bagi pembicara untuk mengemukakan pokok-pokok bahasannya dalam waktu 10 hingga 20 menit.

  3. Moderator atau ketua bertugas memberi uraian pengantar sebelum pembicara menyampaikan materi yang telah ditentukan.

  4. Para peserta dapat mengajukan pertanyaan dan para ahli menjawab.

  5. Diakhiri dengan pembacaan kesimpulan dari hasil kerja tim perumus yang telah ditentukan sebelumnya.

Diskusi simposium bisa dilaksanakan apabila memenuhi aspek berikut:

  1. Digunakan untuk memaparkan aspek-aspek yang berbeda dari suatu topik tertentu.

  2. Kelompok peserta membutuhkan informasi yang ringkas.

  3. Terdapat pembicara yang memenuhi syarat atau ahli dalam bidang yang tengah dijadikan topik bahasan.

Metode simposium memiliki kekurangan dan kelebihan. Apa saja?

Kelebihan dan Kekurangan Simposium

Ilustrasi simposium. Foto: Unsplash.

Dikutip dari buku Mega Book Pelajaran SMA/MA IPA Kelas X, XI, & XII oleh Tim Guru Eduka, berikut kelebihan dan kekurangan dari metode belajar simposium:

Kelebihan Simposium

  • Dapat dipakai dalam kelompok besar maupun kecil.

  • Dapat memaparkan informasi yang banyak dalam waktu yang singkat.

  • Pergantian pembicara menambah variasi informasi sehingga lebih menarik.

  • Dapat direncanakan jauh-jauh hari.

Kelemahan Simposium

  • Kurangnya interaksi kelompok.

  • Sifatnya lebih formal.

  • Sulit mengadakan kontrol waktu, untuk itu perlu adanya moderator dan time keeper dalam kegiatan simposium.

  • Secara umum membatasi pendapat pembicara.

  • Membutuhkan perencanaan yang hati-hati agar jangkaunnya tepat.

(IPT)