Konten dari Pengguna

Sistem Penggajian PPPK Paruh Waktu, Ini Besaran dan Rinciannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tes PPPK. Foto: indrarf/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tes PPPK. Foto: indrarf/Shutterstock

PPPK Paruh Waktu merupakan skema baru dalam kepegawaian ASN. Tujuan program ini adalah memberi ruang bagi instansi untuk memperoleh tenaga tambahan tanpa harus menanggung beban gaji penuh seperti pada PPPK Penuh Waktu.

Meskipun jam kerjanya lebih terbatas, PPPK Paruh Waktu tetap berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP), serta berhak atas fasilitas kepegawaian tertentu.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menyelesaikan persoalan pengangkatan tenaga honorer. Pertanyaannya, bagaimana sistem penggajian PPPK Paruh Waktu yang telah diatur pemerintah?

Sistem Penggajian PPPK Paruh Waktu

Ilustrasi tes PPPK. Foto: indrarf/Shutterstock

Aturan mengenai sistem penggajian PPPK Paruh Waktu tertuang dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2025.

Dalam ketentuan tersebut, PPPK Paruh Waktu berhak memperoleh upah paling sedikit sama dengan besaran yang diterima saat masih berstatus pegawai non-ASN, atau minimal sesuai dengan upah minimum yang berlaku di wilayah masing-masing.

Artinya, besaran gaji PPPK Paruh Waktu tidak ditetapkan secara seragam oleh KemenPAN-RB, tapi disesuaikan oleh masing-masing instansi, apakah menggunakan acuan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau nominal gaji saat masih berstatus non-ASN.

Adapun pembayaran upah PPPK Paruh Waktu tidak dibebankan pada pos belanja pegawai, melainkan dialokasikan dari sumber anggaran lain sesuai ketersediaan di tiap instansi.

Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Foto: Kemensos RI

Sebagai gambaran, berikut rincian ketentuan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2025 yang dikutip dari laman resmi Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan RI.

  • Aceh: Rp 3.685.616

  • Sumatera Utara: Rp 2.992.559

  • Sumatera Barat: Rp 2.994.193

  • Riau: Rp 3.508.776

  • Jambi: Rp 3.234.535

  • Sumatera Selatan: Rp 3.681.571

  • Bengkulu: Rp 2.670.039

  • Lampung: Rp 2.893.070

  • Bangka Belitung: Rp 3.876.600

  • Kepulauan Riau: Rp 3.623.654

  • DKI Jakarta: Rp 5.396.761

  • Jawa Barat: Rp 2.191.232

  • Jawa Tengah: Rp 2.169.349

  • DI Yogyakarta: Rp 2.264.081

  • Jawa Timur: Rp 2.305.985

  • Banten: Rp 2.905.120

  • Bali: Rp 2.996.561

  • Nusa Tenggara Barat: Rp 2.602.931

  • Nusa Tenggara Timur: Rp 2.328.970

  • Kalimantan Barat: Rp 2.878.286

  • Kalimantan Tengah: Rp 3.473.621

  • Kalimantan Selatan: Rp 3.496.195

  • Kalimantan Timur: Rp 3.579.314

  • Kalimantan Utara: Rp 3.580.160

  • Sulawesi Utara: Rp 3.775.425

  • Sulawesi Tengah: Rp 2.915.000

  • Sulawesi Selatan: Rp 3.657.527

  • Sulawesi Tenggara: Rp 3.073.552

  • Gorontalo: Rp 3.221.731

  • Sulawesi Barat: Rp 3.104.430

  • Maluku: Rp 3.141.700

  • Maluku Utara: Rp 3.408.000

  • Papua Barat: Rp 3.615.000

Gaji Pokok PPPK Penuh Waktu

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Foto: Kemensos RI

Apabila PPPK Paruh Waktu diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu, sistem penggajian yang berlaku akan berbeda. Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2024, berikut adalah rincian gaji pokok PPPK berdasarkan golongan:

  • Golongan I: Rp 1.938.500-Rp 2.900.900

  • Golongan II: Rp 2.116.900-Rp 3.071.200

  • Golongan III: Rp 2.206.500-Rp 3.201.200

  • Golongan IV: Rp 2.299.800-Rp 3.336.600

  • Golongan V: Rp 2.511.500-Rp 4.189.900

  • Golongan VI: Rp 2.742.800-Rp 4.367.100

  • Golongan VII: Rp 2.858.800-Rp 4.551.100

  • Golongan VIII: Rp 2.979.700-Rp 4.744.400

  • Golongan IX: Rp 3.203.600-Rp 5.261.500

  • Golongan X: Rp 3.339.600-Rp 5.484.000

  • Golongan XI: Rp 3.480.300-Rp 5.716.000

  • Golongan XII: Rp 3.627.500-Rp 5.957.800

  • Golongan XIII: Rp 3.781.000-Rp 6.209.800

  • Golongan XIV: Rp 3.940.900-Rp 6.472.500

  • Golongan XV: Rp 4.107.600-Rp 6.746.200

  • Golongan XVI: Rp 4.281.400-Rp 7.031.600

  • Golongan XVII: Rp 4.462.500-Rp 7.329.900.

Baca Juga: Contoh SKCK PPPK Paruh Waktu yang Sesuai Aturan dan Prosedur Pembuatannya

(ANB)