Konten dari Pengguna

Strawberry Full Moon 2026: Waktu Mengamati dan Asal Usul Nama

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan purnama yang dikenal bulan stroberi muncul di belakang Menara California di San Diego, California, AS, 14 Juni 2022. Foto: Mike Blake/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Bulan purnama yang dikenal bulan stroberi muncul di belakang Menara California di San Diego, California, AS, 14 Juni 2022. Foto: Mike Blake/REUTERS

Bulan purnama Juni atau yang dikenal sebagai Strawberry Moon kembali menghiasi langit pada akhir Juni 2026. Fenomena astronomi ini dapat diamati dari berbagai wilayah di Indonesia dan menjadi salah satu peristiwa langit yang menarik untuk disaksikan.

Strawberry Moon merupakan fase bulan purnama yang dapat dinikmati dengan mata telanjang tanpa memerlukan alat bantu khusus. Selama cuaca cerah dan langit bebas dari awan tebal, cahaya bulan akan terlihat terang sehingga pengamatan dapat dilakukan dengan lebih jelas.

Lantas, kapan waktu terbaik untuk melihat Strawberry Moon? Yuk, simak jadwal kemunculannya serta asal-usul nama Strawberry Moon berikut ini.

Kapan Strawberry Moon 2026?

Bulan purnama yang dikenal sebagai 'Strawberry terbit di atas The Shard di London, Inggris, Selasa (10/6/2025). Foto: Peter Cziborra/REUTERS

Berdasarkan data dari laman In The Sky, puncak fase Strawberry Moon secara astronomis terjadi pada 29 Juni 2026 pukul 23.56 UTC. Jika disesuaikan dengan waktu Indonesia, momen tersebut jatuh pada Selasa, 30 Juni 2026 pukul 06.56 WIB, 07.56 WITA, dan 08.56 WIT.

Karena puncak bulan purnama terjadi pada pagi hari di Indonesia, bulan sudah berada di bawah horizon sehingga tidak dapat diamati pada waktu tersebut. Meski begitu, masyarakat tetap bisa menikmati keindahan Strawberry Moon pada Senin malam, 29 Juni 2026, maupun Selasa malam, 30 Juni 2026.

Mengapa Disebut Strawberry Moon?

Bulan purnama yang dikenal sebagai 'Strawberry Moon' muncul di balik menara Katedral Anglikan St. Paul dan kubah Basilika Our Lady of Mount Carmel di Valletta, Malta, Selasa (10/6/2025). Foto: Darrin Zammit Lupi/REUTERS

Nama Strawberry Moon sering membuat banyak orang mengira bulan purnama ini akan tampak berwarna merah muda atau menyerupai buah stroberi. Padahal, sebutan tersebut tidak berkaitan dengan warna maupun bentuk bulan.

Mengutip laman The Old Farmer's Almanac, berikut asal-usul nama Strawberry Moon:

Berasal dari Musim Panen Stroberi

Bulan purnama yang muncul pada Juni dikenal sebagai Strawberry Moon karena bertepatan dengan musim panen stroberi liar di Amerika Utara. Penamaan ini dipopulerkan oleh The Old Farmer's Almanac dan berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara yang menggunakan fase bulan sebagai penanda pergantian musim.

Nama Bulan Purnama Berasal dari Berbagai Tradisi

Menurut In The Sky, nama-nama bulan purnama sepanjang tahun berasal dari berbagai budaya di dunia, seperti tradisi masyarakat adat Amerika Utara, Eropa, hingga budaya lainnya. Karena itu, satu fase bulan purnama dapat memiliki beberapa nama yang berbeda, bergantung pada tradisi dan wilayah yang menggunakannya.

Daftar Bulan Purnama Selanjutnya pada 2026

Supermoon Beaver Moon di atas Kota Meksiko, Meksiko, Rabu (5/11/2025). Foto: Henry Romero/REUTERS

Setelah Strawberry Moon, masih ada enam bulan purnama yang akan menghiasi langit hingga akhir 2026. Mengutip The Old Farmer's Almanac, berikut jadwal kemunculan setiap bulan purnama tersebut:

  • Buck Moon: 29 Juli 2026

  • Sturgeon Moon (disertai gerhana bulan sebagian): 28 Agustus 2026

  • Harvest Moon: 26 September 2026

  • Hunter's Moon: 26 Oktober 2026

  • Beaver Moon (supermoon): 24 November 2026

  • Cold Moon (supermoon): 23 Desember 2026

Baca Juga: Fenomena Langit 2026: Ada Parade Enam Planet hingga Gerhana Bulan Total

(ANB)