Struktur Teks Drama Beserta Ciri-ciri dan Jenisnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Drama dikenal sebagai karya sastra yang menggambarkan atau mengilustrasikan sebuah kehidupan dengan menyampaikan konflik melalui dialog antar pemainnya. Kehadiran drama pertama kali diketahui sejak abad ke-5 sebelum masehi di kalangan masyarakat bangsa Yunani.
Kebudayaan drama tersebut juga diresmikan sebagai bagian dari festival yang disebut Dionysia untuk memuja dewa Dionisos. Menulis teks drama juga tidak boleh sembarangan. Terdapat beberapa struktur teks drama yang perlu kamu perhatikan.
Selain itu, drama juga memiliki ciri-ciri tertentu dalam penulisan teksnya. Di antaranya yaitu harus berbentuk dialog dan memiliki narasi, ditulis dengan tanda kutip, dan terdapat petunjuk tambahan agar tokoh atau pemainnya mengerti dengan teks drama.
Sementara pada jenisnya, drama terbagi berdasarkan tiga aspek berbeda. Di antaranya yaitu penyajian kisah, sarana, dan teks naskah. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan di bawah ini.
Jenis Drama Berdasarkan Penyajian Kisah
Tragedi, yaitu drama yang memiliki alur cerita kesedihan
Komedi, yaitu drama yang memiliki alur cerita jenaka para tokoh
Tragekomedi, yaitu perpaduan antara drama tragedi dan komedi
Opera, yaitu drama yang dilakukan dengan cara bernyanyi sembari diiringi dengan musik
Melodrama, yaitu drama yang dilakukan ketika berdialog sembari diiringi musik
Farce, yaitu drama yang berupa dagelan, tetapi tidak keseluruhan adegan dalam farce sama dengan dagelan
Tablo, yaitu drama yang tokohnya melakukan dialog dengan menggunakan berbagai gerakan saja
Sendratari, yaitu drama yang dipadukan dengan seni tari
Baca juga: Contoh Teks Drama Monolog Bahasa Indonesia
Jenis Drama Berdasarkan Sarana
Drama panggung, yaitu drama yang dilakukan atau dipentaskan diatas panggung
Drama radio, yaitu drama yang hanya bisa didengar
Drama televisi, yaitu drama yang memiliki kemiripan dengan drama panggung, namun berada di televisi
Drama film, yaitu drama yang biasanya menggunakan layar lebar sebagai medianya
Drama wayang, yaitu drama yang biasanya diiringi dengan pagelaran wayang
Drama boneka, yaitu drama yang menggunakan media boneka sebagai tokoh atau pemainnya
Jenis Drama Berdasarkan Teks Naskah
Drama tradisional, yaitu drama yang dilakukan tanpa menggunakan naskah
Drama modern, yaitu drama yang dilakukan dengan adanya sebuah naskah seperti kebanyakan saat ini
Apa Saja Struktur Dari Teks Drama?
Drama merupakan suatu karangan atau cerita yang berupa tindakan dan berbentuk teks yang diikat dalam struktur yang berisikan dialog, tokoh dalam cerita, dan juga penggambaran suasana panggung.
Drama umumnya selalu mengikuti alur cerita yang tertata. Setiap penulis teks drama akan membayangkan perjalanan cerita, tema, dan nilai-nilai yang ditanamkan dalam cerita tersebut.
Mengutip dari jurnal Hubungan Penguasaan Struktur Teks Drama dengan Kemampuan Menulis Teks Drama oleh Siswa Kelas XI SMA Gajah Mada Medan Tahun Pembelajaran 2017-2018 oleh Yuli Andriani, berikut ini struktur dari teks drama:
1. Babak
Babak atau biasanya kalau dalam prosa biasa dikenal sebagai episode merupakan struktur pertama dari teks drama. Setiap babak dalam drama nantinya akan membentuk keutuhan dari kisah kecil yang ditampilkan.
Satu babak dalam naskah drama merupakan bagian dari naskah drama itu sendiri yang merangkum semua peristiwa di satu tempat pada urutan waktu tertentu.
2. Adegan
Suatu babak dalam teks drama biasanya akan dibagi lagi ke dalam beberapa adgan. n. Suatu adegan ialah bagian dari babak yang batasnya ditentukan oleh perubahan peristiwa, seperti hubungan kedatangan atau kepergian tokoh dalam suatu pentas.
Sebagai contohnya, dalam suatu adegan tampak si a sedang berbicara dengan si B. Adegan ini selesai dan cerita memasuki adegan baru kalau si C datang bergabung atau sebaliknya, yaitu kalau si A atau si B meninggalkan pentas dan dengan demikian keadaan atau suasana berubah.
3. Dialog
Bagian lain yang sangat penting dan menjadi dasar yang membedakan sastra drama dari jenis fiksi lain ialah dialog. Dialog ini merupakan bagian dari naskah drama yang berupa percakapan antara satu tokoh dengan yang lain.
Dialog sangat penting kedudukannya di dalam sastra drama, sehingga tanpa adanya dialog maka suatu karya sastra tidak dapat digolongkan ke dalam karya sastra drama. Kekuatan dialog, terletak pada kecakapan pemain yang selalu tanggap.
Baca juga: Contoh Teks Monolog Bahasa Indonesia
4. Prolog
Prolog merupakan bagian naskah yang ditulis pengarang pada bagian awal. Biasanya prolog ini berisi pengenalan pemain dalam suatu drama. Pemain dengan karakter yang berbeda-beda akan keluar panggung ketika prolog dibacakan oleh pembawa acara.
5. Epilog
Epilog adalah penutup drama yang biasanya diisi oleh pembawa acara. Epilog ini memuat kilas balik dan sekedar menyampaikan isi drama. Meskipun terkadang epilog kurang menarik perhatian dan kurang diminati oleh penonton, namun struktur drama yang lengkap memiliki epilog di akhir.
Secara singkat, epilog akan memberikan kesimpulan dari cerita drama keseluruhan beserta nilai-nilainya.
Apa Saja Ciri-Ciri Teks Drama?
Menurut Hasanudin dalam jurnal Pengembangan Media Berbasis IT oleh Kundharu Saddhono, drama mempunyai ciri khusus, yaitu berdimensi sastra pada satu sisi dan berdimensi pertunjukan pada sisi yang lain.
Secara keseluruhan, drama memiliki ciri-ciri tersendiri yang membedakannya dengan karya sastra lain. Berikut ini beberapa ciri-ciri teks drama yang perlu kamu ketahui untuk membuatnya:
Memiliki konflik atau permasalahan.
Terdapat aksi yang bisa dilakukan pemain.
Harus memiliki lakonan.
Tempo drama kurang daripada 3 jam.
Tidak ada pengulangan pertunjukan.
Apa Saja Unsur-Unsur Drama Itu?
Setelah mengetahui struktur dan ciri-ciri drama di atas, terdapat juga beberapa unsur drama yang perlu kamu perhatikan. Mengutip dari buku Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia oleh Sutji Harijanti, berikut ini unsur-unsur drama:
1. Tema
Tema adalah gagasan pokok atau juga ide yang mendasari pembuatan dari sebuah drama. Tema yang biasa diangkat dalam drama tersebut melingkupi permasalah percintaan, kritik sosial, kemiskinan, kesenjangan sosial, penindasan, keluarga yang retak, patriotisme, perikemanusiaan, ketuhanan, dan renungan hidup.
2. Tokoh
Tokoh merupakan orang yang berperan dalam sebuah drama. Tokoh tersebut dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Berdasarkan sifatnya, tokoh diklasifikasikan diantaranya, yaitu:
Tokoh protagonis, yakni tokoh utama yang mendukung cerita.
Tokoh antagonis, yakni tokoh penentang cerita.
Tokoh tritagonis, yakni tokoh pembantu, baik untuk tokoh protagonis maupun untuk tokoh antagonis
2. Berdasarkan perannya, tokoh diklasifikasikan menjadi tiga (3), yakni:
Tokoh sentral, yakni tokoh-tokoh yang paling menentukan dalam sebuah drama. Tokoh sentral adalah penyebab dari terjadinya konflik. Tokoh sentral tersebut meliputi tokoh protagonis serta juga tokoh antagonis.
Tokoh utama, yakni tokoh pendukung ataupun penentang tokoh sentral bisa juga sebagai perantara dari tokoh sentral. Dalam hal ini ialah tokoh tritagonis.
Tokoh pembantu, yakni tokoh-tokoh yang memegang peran sebagai pelengkap atau tambahan dalam rangkaian cerita
Baca juga: 3 Contoh Teks Dialog Bermain Peran dan Cara Mendalaminya
3. Perwatakan atau Penokohan
Perwatakan atau penokohan merupakan penggambaran sifat batin seseorang tokoh yang disajikan dalam suatu cerita. Perwatakan tokoh-tokoh dalam drama itu digambarkan dengan melalui dialog, ekspresi, atau tingkah laku sang tokoh.
4. Alur
Alur merupakan rangkaian peristiwa dan konflik yang menggerakkan jalan cerita. Alur drama mencakup bagian-bagian pengenalan cerita, konflik awal, perkembangan konflik, penyelesaian.
5. Latar
Latar biasa disebut juga sebagai setting. Latar cerita dibagi menjadi tiga yaitu keterangan tempat, waktu, dan suasana.
6. Sudut pandang
Sudut pandang merupakan cara pandang yang digunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita
7. Dialog
Ciri khas naskah drama tersebut berbentuk percakapan atau dialog yang terjadi antarpemain drama.
8. Konflik
Konflik merupakan pertentangan atau juga masalah dalam drama. Konflik tersebut dibedakan menjadi dua, konflik eksternal dan internal. Konflik eksternal merupakan sebuah konflik yang terjadi antara tokoh dengan sesuatu yang berada di luar dirinya.
Sementara itu, konflik internal merupakan konflik yang terjadi antara tokoh dengan dirinya sendiri.
(Rav dan FNS)
