Subhanal Malikil Quddus yang Dibaca Setelah Salat Witir, Ini Bacaan dan Artinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah melaksanakan salat Tarawih, umat Islam biasanya mengamalkan bacaan doa dan dzikir, salah satunya yaitu “Subhanal Malikil Quddus". Sebenarnya, apa arti dari kalimat tersebut?
“Subhanal Malikil Quddus” umumnya dilafalkan setelah salat Witir sebagai penutup rangkaian ibadah di malam Ramadan. Dzikir ini mengandung pujian dan pengagungan kepada Allah SWT. Umat Muslim biasa membacanya sebanyak tiga kali.
Agar bisa mendapatkan pahala maksimal ketika mengamalkannya, penting untuk mengetahui bacaan "Subhanal Malikil Quddus" yang benar. Simak bacaan lengkap beserta artinya berikut ini!
Bacaan Subhanal Malikil Quddus
“Subhanal Malikil Quddus” dibaca tiga kali setelah salat Witir. Anjuran membaca zikir ini telah diterangkan dalam salah satu riwayat hadis. Dalam buku Dahsyatnya Shalat Malam karya Amru Khalid dan Muhtadi Kadi dijelaskan riwayat dari Ubay bin Ka’ab, bahwa:
"Rasulullah SAW ketika witir membaca 'Sabbihisma rabbikal a'la', dan 'Qul ya ayyuhal kafirun', dan 'Qul huwallahul 'ahad'. Setelah salam, beliau membaca "Subhanal-malikil-quddus" sebanyak tiga kali." (Riwayat al-Nasa'i).
Adapun bacaan doa “Subhanal Malikil Quddus” dan artinya yakni sebagai berikut sebagaimana disebutkan dalam buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya oleh R. Syamsul B. dan M. Nielda.
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ
Subhanal malikil quddus.
Artinya: "Maha Suci Dzat Yang Maha Menguasai dan Maha Kudus."
Doa Setelah Salat Witir
Terdapat bacaan doa lain yang bisa diamalkan setelah salat Witir. Dalam buku Dikejar Rezeki Karena Shalat Malam karya Didik Andriawan disebutkan doa lengkap setelah Witir sebagai berikut:
سُبْحَانَ الْمَلِكُ القُدُّوسُ سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلَائِكَةِ والروح.
Subhanal malikil quddus subbuhun quddusun rabbuna wa rabbul mala-ikati warruh.
Artinya: "Maha Suci Engkau penguasa yang memiliki kesucian. Maha Suci Engkau Zat yang memiliki kesucian, Tuhan kami dan Tuhannya para malaikat serta roh."
Di samping doa tersebut, dalam riwayat dari Ali RA, disebutkan bahwa setelah melaksanakan salat Witir, Nabi Muhammad SAW membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Allahumma innii a-'uudzu bi ridhaa-ka min sakhatik, wa bi mu'aafatika min 'uquubatik, wa a-'uudzu bika min-ka, laa uh-shii tsa-naa-an 'alaika anta, kamaa ats-naita 'alaa nafsik.
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri."
Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.
Cek informasi selengkapnya di kum.pr/ramadan2026.
Baca Juga: Doa Kamilin Setelah Tarawih, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
(SA)
