Sumur Sinaba Artinya Apa? Ini Penjelasannya Menurut Weton

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, watak atau kepribadian seseorang bisa ditentukan berdasarkan hari lahirnya (weton). Salah satu jenis watak menurut weton adalah sumur sinaba. Pertanyaannya, sumur sinaba artinya apa?
Secara literal, sumur sinaba dapat diterjemahkan sebagai sumur yang selalu didatangi orang untuk diambil airnya. Orang dengan watak sumur sinaba dinilai memiliki kepribadian yang mirip dengan sumur tersebut.
Konsep menilai kepribadian berdasarkan weton ini sebenarnya mirip dengan zodiak. Meskipun pada kenyataannya kepribadian manusia sangat kompleks, tapi weton maupun zodiak tetap sering dijadikan rujukan untuk menilai seseorang watak orang lain.
Memahami Kepribadian Sumur Sinaba
Mengutip buku Pitutur Luhur Budaya Jawa yang disusun Prof. Gunawan Sumodiningrat dan Ari Wulandari, S.S., M.A, sumur sinaba merujuk pada seseorang yang selalu menjadi tujuan (jujugan) orang lain yang membutuhkan pertolongan.
Pertolongan yang dimaksud di sini tidak selalu dalam bentuk materi, tapi bisa juga nasihat yang baik. Dengan demikian, sumur sinaba juga dapat diartikan sebagai orang yang bijaksana atau alim ulama.
Terkadang, orang-orang yang menjadi jujugan sebenarnya tidak memiliki solusi dari masalah setiap orang. Bagaimanapun, orang bijaksana sekalipun tetap memiliki keterbatasan ilmu.
Namun, orang yang datang kepada jujugan seringkali akan merasa lebih lega setelah menceritakan masalahnya. Ini karena para jujugan memiliki kemampuan mendengarkan yang baik.
Menjadi pendengar yang baik bukan sesuatu yang mudah. Diperlukan hati yang lapang untuk mendengarkan orang lain dan mengesampingkan ego untuk berbicara atau memotong ucapannya.
Baca Juga: Arti Lakuning Lintang dalam Weton Jawa dan Karakteristiknya
Kepribadian Manusia Berdasarkan Weton
Kepribadian manusia berdasarkan weton dibagi menjadi tujuh jenis. Ini karena perhitungannya mengikuti hari dalam satu minggu.
R. Gunasasmita dalam Kitab Primbon Jawa Serbaguna menjelaskan bahwa cara mengetahui watak manusia berdasarkan weton dilakukan dengan perhitungan tertentu. Setiap hari akan diwakili dengan angka, berikut rinciannya untuk hari biasa:
Minggu = 3
Senin = 4
Selasa = 5
Rabu = 6
Kamis = 7
Jumat = 1
Sabtu = 2
Sementara nilai untuk hari pasaran adalah sebagai berikut:
Kliwon = 1
Legi = 2
Pahing = 3
Pon = 4
Wage = 5
Aturan perhitungannya adalah dengan menjumlahkan nilai hari biasa dengan nilai hari pasar, kemudian dibagi 7. Hasil atau sisa pembagian akan menjadi patokan dalam penentuan watak. Jika nilai hari biasa lebih kecil dibandingkan hari pasar, maka pembagiannya dianggap tidak memiliki sisa.
Setelah menghitung, silakan sesuaikan sisa pembagian dengan daftar kepribadian berikut ini:
Sisa 1: Segara Wasesa, yaitu orang yang suka berbuat kebaikan dan dikaruniai banyak rezeki.
Sisa 2: Tunggak Semi, yaitu rang yang pandai mengatur keuangan dan akan selalu memiliki rezeki yang berkecukupan.
Sisa 3: Satriya Wibawa, yaitu orang yang selalu mendapatkan keberuntungan.
Sisa 4: Sumur Sinaba, yaitu orang yang dapat menjadi pengayom sehingga sering dijadikan tempat berkeluh kesah.
Sisa 5: Bumi Kapetak, yaitu orang yang tekun dan pekerja keras sehingga cocok menjadi petani.
Sisa 6: Satriya Wirang, yaitu orang yang dapat bertahan menghadapi segala cobaan hidup
Sisa 7: Lebu Katiap Angin, yaitu orang yang selalu merasa kekurangan dan kerap berpindah untuk mencari tempat yang cocok.
(DEL)
