Suudzon pada Sesama Manusia Dapat Merenggangkan Hubungan Persahabatan, Kenapa?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hubungan persahabatan yang erat tetap dapat renggang jika tidak dijaga dari hal-hal negatif, salah satunya suudzon. Istilah suudzon berasal dari bahasa Arab yang artinya berprasangka buruk terhadap orang lain tanpa dasar atau bukti yang kuat.
Dalam ajaran Islam, berprasangka buruk pada orang lain termasuk tindakan tercela. Rasulullah SAW memperingati umatnya, "Jauhilah sifat prasangka karena sifat berprasangka itu adalah sedusta dusta pembicaraan." (HR. Bukhari).
Lantas, mengapa suudzon terhadap sesama manusia dapat merenggangkan hubungan persahabatan? Simak alasannya berikut ini.
Alasan Suudzon Terhadap Sesama Manusia Dapat Merenggangkan Hubungan Persahabatan
Islam memandang suudzon sebagai penyakit hati yang berbahaya karena dapat menimbulkan berbagai efek negatif. Dalam Al-Quran bahkan ditegaskan pada Muslim bahwa prasangka buruk termasuk dosa.
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.” (QS. Al-Hujurat: 12)
Jurnal bertajuk Prasangka Buruk Sebagai Simbol Memakan Daging Bangkai: Tafsir Semiotika Roland Barthes Dalam Surat Al-Hujurat Ayat 12 susunan Hailen Ike Yunida dkk. menjelaskan bahwa salah satu bahaya paling jelas dari sikap suudzon adalah merusak persaudaraan atau persahabatan antar umat. Alasannya sebagai berikut:
1. Suudzon dapat merusak keharmonisan hubungan
Prasangka buruk dianggap sama seperti memakan daging bangkai. Akibatnya tidak hanya merusak individu yang berprasangka, tetapi juga mencemari keharmonisan hubungan. Dalam konteks hubungan persahabatan, prasangka buruk sering kali hanya akan menciptakan ketegangan hingga perpecahan.
2. Suudzon merusak reputasi sahabat
Prasangka buruk tidak hanya merusak hubungan, tapi juga mencemari reputasi dan martabat sahabat. Itu karena ketika seseorang berprasangka buruk, mereka cenderung menjatuhkan citra seseorang dalam pandangan orang lain.
Jika diteruskan, hal ini bisa berujung fitnah yang sangat dilarang dalam Islam. Fitnah sangat mampu merusak hubungan persahabatan dan menghasilkan dampak sebagai berikut:
Membuat seseorang kehilangan kepercayaan dari lingkungan, baik dari lingkaran keluarga hingga profesional.
Menimbulkan tekanan psikologis seperti rasa malu, kecemasan, dan stres pada korban.
Dalam kasus yang lebih parah, bisa menyebabkan trauma mendalam yang mengganggu kesehatan mental dalam waktu lama.
3. Suudzon merusak kepercayaan
Ketika seseorang berprasangka buruk kepada sahabatnya, mereka akan cenderung mencari-cari kekurangan, kekeliruan, atau kesalahannya. Hal ini bisa merusak kepercayaan sahabat yang akhirnya membuat hubungan menjadi renggang. Lebih jauh, sikap negatif seperti ini bisa membuat sahabat merasa tidak nyaman dan berujung menarik diri apabila merasa tak dihargai.
Cara Menghindari Suudzon pada Sahabat
Dalam buku Jangan Rusak Agamamu dengan Bersikap Ekstrem oleh Syaikh Muhammad dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW telah memberikan obat untuk penyakit hati yang satu ini. Beliau bersabda:
“Ada tiga perkara yang selalu ada di umatku, yaitu thiyarah (menjadikan sesuatu sebagai pertanda sial), iri hati, dan buruk sangka." Lalu ada seseorang berkata, “Apa yang bisa menghilangkan hal-hal itu wahai Rasulullah dari orang yang mengalaminya?"
Beliau bersabda, "Jika kamu merasa iri hati, maka beristighfarlah memohon ampun kepada Allah. Jika kamu berprasangka, maka jangan kamu jadikan sebagai dasar untuk mengambil kesimpulan. Dan jika kamu merasa sesuatu sebagai pertanda sial, maka abaikan saja dan tetaplah berlalu untuk melanjutkan keperluanmu."
Baca Juga: Hadits tentang Prasangka Buruk yang Dapat Dijadikan Pedoman Hidup Umat Muslim
(DEL)
