Konten dari Pengguna

Syair Adalah Karya Sastra yang Penuh Makna, Benarkah?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi syair foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi syair foto: Unsplash

Terdapat beberapa jenis karya sastra yang dikenal di Indonesia, salah satunya adalah syair. Karya sastra yang tergolong sebagai bentuk puisi lama ini identik dengan kebudayaan Melayu.

Mengutip buku Top Book SMP Kelas IX tulisan Tim Sigma (2016:45), syair awalnya merupakan karya seni yang berasal dari Persia. Perkembangan syair bersamaan dengan masuknya Islam ke Nusantara.

Pengertian Syair

Mengutip buku Transformasi Syair Jauharat At-Tauhid di Nusantara karya Hermansyah & Zulkhairi (2014:30), kata syair berasal dari bahasa Arab, yakni syu'ur yang artinya perasaan. Kata syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum.

Seiring berjalannya waktu, syair terus berkembang dan mengalami modifikasi. Sehingga, karya sastra ini berubah menjadi khas Melayu dan melepaskan tradisi sastra syair di negeri Arab.

Syair terfolong sebagai karya sastra yang efisien dalam penggunaan kata dan mengandung banyak makna. Umumnya, kata-kata yang digunakan dalam syair bermakna secara simbolik. Namun, ada juga yang memuat makna denotatif.

Ciri-ciri Syair

Karya sastra syair dapat dikenali dengan beberapa ciri, antara lain adalah:

  • Terdiri dari empat larik (baris) di setiap bait.

  • Setiap larik terdiri dari 4 kata dan 8-16 suku kata dalam satu baris.

  • Bersajak a-a-a-a.

  • Berirama 2-2.

  • Setiap bait mempunyai arti sebagai satu kesatuan.

  • Isinya memuat nasihat, petuah, dongeng, atau cerita.

Ilustrasi syair foto: Unsplash

Contoh Syair

Agar lebih memahami bentuk syair, simak beberapa contoh syair berikut ini:

Contoh 1

Rajin-rajinlah beribadat

Janganlah lupa mengerjakan salat

Dan perbanyaklah engkau berzakat

Untuk bekal nanti di akhirat

Contoh 2

Berhentilah kisah raja Hindustan

Tersebutlah pula suatu perkataan

Abdul Hamid Syah Paduka Sultan

Duduklah Baginda bersuka-sukaan

Abdul Muluk putera Baginda

Besarlah sudah bangsa muda

Cantik menjelis usulnya syahda

Tiga belas tahun umurnya ada

Parasnya elok amat sempurna

Petak majelis bijak laksana

Memberi hati bimbang gulana

Kasih kepadanya mulia dan hina

Contoh 3

Dunia ini panggung sandiwara

Kisah mahabrata

Atau tragedi Yunani

Setiap kita dapat satu peranan

yang harus kita mainkan

Ada peran wajar

dan ada peran berpura-pura

Mengapa kita bersandiwara

mengapa kita bersandiwara

Peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak

Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang

dunia ini penuh peranan

dunia ini bagaikan jembatan kehidupan

Mengapa kita bersandiwara

mengapa kita bersandiwara

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa Itu Syair?

chevron-down

Karya sastra yang tergolong sebagai bentuk puisi lama.

Ciri-ciri Syair

chevron-down

Terdiri dari empat baris, memuat nasihat, dan lainnya.

Perkembangan Syair di Indonesia

chevron-down

Perkembangan syair di Indonesia dibarengi dengan masuknya Islam ke Nusantara.