Konten dari Pengguna

Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial Menurut Soerjono Soekanto

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Masyarakat.  Foto: Cristi Croitoru/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Masyarakat. Foto: Cristi Croitoru/Shutterstock

Kelompok sosial merupakan kumpulan dua orang atau lebih yang membentuk suatu kesatuan dan saling melakukan interaksi sosial. Umumnya, individu yang tergabung dalam kelompok sosial memiliki kesamaan tujuan, kegiatan, kepentingan, atau latar belakang tertentu.

Dalam kelompok sosial, setiap individu belajar memahami norma, nilai, serta cara berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, kelompok sosial menjadi salah satu unsur penting yang berperan dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan tertib.

Meski demikian, tidak setiap kumpulan orang dapat dikategorikan sebagai kelompok sosial. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar suatu perkumpulan dapat diakui sebagai kelompok sosial.

Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial

Ilustrasi masyarakat. Foto: Dmitry Nikolaev/Shutterstock

Dikutip dari buku Sosiologi susunan Tri Ady Indrawan, Soerjono Soekanto menjelaskan bahwa terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi agar suatu perkumpulan dapat disebut sebagai kelompok sosial. Syarat-syarat sebagai berikut:

1. Anggota Menyadari Dirinya Bagian dari Kelompok

Syarat pertama adalah setiap individu menyadari bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok tersebut. Kesadaran ini membuat setiap anggota merasa memiliki kelompok, berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, serta menjalin interaksi dengan anggota lain untuk mencapai tujuan bersama.

2. Adanya Hubungan Timbal Balik Antaranggota

Kelompok sosial terbentuk apabila terdapat hubungan timbal balik di antara para anggotanya. Hubungan ini menunjukkan bahwa setiap anggota saling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain.

Hubungan timbal balik dalam kelompok sosial dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, antara lain:

  • Komunikasi, yaitu saling bertukar informasi, pendapat, atau gagasan.

  • Kerja sama, yakni melakukan kegiatan bersama untuk mencapai tujuan yang telah disepakati.

  • Saling memberikan dukungan, baik berupa bantuan, motivasi, maupun perhatian kepada sesama anggota.

Semakin intens hubungan timbal balik yang terjalin, semakin kuat pula ikatan antaranggota dalam kelompok sosial. Tanpa interaksi yang saling memengaruhi, suatu perkumpulan belum dapat dikategorikan sebagai kelompok sosial.

3. Memiliki Faktor Pengikat yang Sama

Ilustrasi Masyarakat. Foto: Pressmaster/Shutterstock

Kelompok sosial juga harus memiliki faktor yang menjadi pengikat antaranggota. Faktor tersebut dapat berupa kesamaan kepentingan, tujuan, nasib, hobi, pekerjaan, daerah asal, pandangan, maupun karakter tertentu. Kesamaan inilah yang mempererat hubungan antaranggota.

4. Memiliki Struktur, Kaidah, dan Pola Perilaku

Setiap kelompok sosial memiliki struktur yang mengatur kedudukan, peran, dan tanggung jawab setiap anggotanya. Selain itu, kelompok juga memiliki aturan, norma, serta pola perilaku yang disepakati dan dipatuhi bersama.

Struktur dan aturan membuat kegiatan kelompok berjalan lebih tertib serta membantu setiap anggota memahami hak dan kewajiban masing-masing.

5. Memiliki Sistem dan Berlangsung Secara Berproses

Kelompok sosial tidak terbentuk secara instan, melainkan berkembang melalui proses interaksi yang berlangsung secara berkelanjutan. Selama proses tersebut, anggota membangun kerja sama, menciptakan norma, dan mengembangkan sistem yang mengatur jalannya kelompok.

Baca Juga: Pengertian Kelompok Sosial Lengkap dengan Ciri-ciri dan Faktor Pembentuknya

(ANB)