Target Perilaku Kepala Sekolah Berdasarkan Indikator yang akan Diobservasi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengelolaan kinerja melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM) menjadi sarana bagi kepala sekolah untuk menetapkan sasaran kerja yang relevan dengan kebutuhan satuan pendidikan sekaligus mendukung pengembangan kariernya.
Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah akan memperoleh pendampingan agar praktik kerjanya semakin berdampak pada kualitas pembelajaran murid. Kinerja tersebut kemudian dinilai melalui sejumlah indikator yang telah ditetapkan.
Setiap indikator memiliki target perilaku yang perlu ditunjukkan kepala sekolah selama menjalankan tugas. Untuk mengetahui apa saja contoh target perilaku kepala sekolah berdasarkan indikator yang akan diobservasi, simak penjelasannya berikut.
Contoh Target Perilaku Kepala Sekolah Berdasarkan Indikator yang akan Diobservasi
Mengacu pada Panduan Teknis Fitur Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah yang disusun oleh Tim Kemendikbudristek, terdapat delapan indikator yang telah ditetapkan. Setiap indikator memuat target perilaku yang berbeda. Berikut beberapa contohnya:
1. Presentasi Visi dan Misi Satuan Pendidikan
Kepala sekolah menyampaikan visi dan misi secara jelas, sistematis, serta mudah dipahami oleh seluruh warga sekolah.
Kepala sekolah membangun keterlibatan audiens selama presentasi melalui perhatian, interaksi, dan respons yang aktif.
Kepala sekolah mendorong audiens untuk mengambil tindakan sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing.
2. Presentasi Program Satuan Pendidikan
Kepala sekolah menyampaikan informasi secara tepat, jelas, mudah dipahami, dan relevan dengan peningkatan mutu pembelajaran.
Kepala sekolah menggunakan data yang relevan untuk mendukung efektivitas program yang disampaikan.
Kepala sekolah melibatkan audiens selama presentasi melalui perhatian, interaksi, dan respons yang aktif.
3. Menceritakan Praktik Baik Kepemimpinan Pembelajaran
Kepala sekolah menunjukkan dokumentasi praktik baik yang relevan dan berdampak pada kepemimpinan pembelajaran.
Kepala sekolah menyampaikan informasi secara jelas, mudah dipahami, dan relevan dengan peningkatan mutu pembelajaran.
Kepala sekolah melibatkan audiens sepanjang presentasi melalui perhatian, interaksi, dan respons yang aktif.
4. Memandu Perencanaan Pembelajaran
Kepala sekolah memimpin diskusi dengan fokus pada pencapaian tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
Kepala sekolah menggunakan hasil analisis data sebagai dasar dalam pengambilan keputusan terkait rencana pembelajaran.
Kepala sekolah memandu penetapan kriteria serta mekanisme pemantauan pelaksanaan pembelajaran selama satu semester.
5. Refleksi Pengelolaan Kurikulum Satuan Pendidikan
Kepala sekolah memfasilitasi proses refleksi secara mendalam, termasuk membahas umpan balik dari warga sekolah secara terbuka.
Kepala sekolah menunjukkan keterlibatan aktif warga sekolah dalam refleksi pelaksanaan kurikulum.
Kepala sekolah bersedia melakukan penyesuaian atau pembaruan kurikulum berdasarkan hasil refleksi warga sekolah.
6. Aktivasi Kegiatan Komunitas Belajar
Kepala sekolah menyampaikan informasi secara tepat, mudah dipahami, dan relevan dengan upaya peningkatan pembelajaran.
Kepala sekolah menggunakan data yang relevan untuk mendukung efektivitas kegiatan komunitas belajar.
Kepala sekolah melibatkan audiens selama presentasi melalui perhatian, interaksi, dan respons yang aktif.
7. Siklus Peningkatan Kualitas Praktik Pembelajaran
Kepala sekolah memandu diskusi persiapan observasi kinerja guru secara terbuka, realistis, dan berorientasi pada peningkatan kinerja.
Kepala sekolah melaksanakan observasi kinerja guru secara efektif dengan memberikan penilaian berdasarkan bukti perilaku.
Kepala sekolah memandu diskusi serta refleksi tindak lanjut secara terbuka, realistis, dan berfokus pada peningkatan kinerja.
8. Refleksi program pengembangan kompetensi guru
Kepala sekolah memfasilitasi refleksi mendalam, termasuk membahas kendala dalam pengembangan kompetensi guru.
Kepala sekolah melibatkan guru dalam memberikan umpan balik, termasuk terkait bentuk dan besaran dukungan yang diberikan.
Kepala sekolah mengeksplorasi hasil pengembangan kompetensi terhadap perubahan praktik dan kualitas pembelajaran guru.
Baca juga: Cara Mengisi Pengelolaan Kinerja 2026 di Ruang GTK
(RK)
