Konten dari Pengguna

Tata Cara Khutbah Sholat Istisqa beserta Contohnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi khutbah Solat Istisqa. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi khutbah Solat Istisqa. Foto: Unsplash.

Sholat Istisqa termasuk sholat sunah yang dilakukan dengan khutbah. Tata cara khutbah Sholat Istisqa sama seperti pada Sholat Ied.

Istisqa secara harfiah berarti meminta hujan. Secara istilah, Sholat Istisqa dapat dimaknai sebagai sholat sunnah dua rakaat yang dilakukan untuk memohon agar diturunkan hujan di suatu tempat.

Pelaksanaan Sholat Istisqa dapat dilakukan kapan saja, terutama ketika dilanda krisis air akibat kemarau panjang. Dikutip dari buku Panduan Sholat untuk Perempuan terbitan Grasindo, Sholat Istisqa dilakukan secara berjamaah di lapangan.

Sholat dimulai tanpa azan dan iqamat, kemudian diakhiri dengan khutbah. Bagaimana tata cara khutbah Sholat Istisqa? Simak informasi selengkapnya dalam ulasan berikut.

Khutbah Sholat Istisqa

Ilustrasi khutbah Istiswa. Foto: Unsplash.

Khutbah secara bahasa artinya ceramah atau pidato. Mengutip dari buku Pasti Bisa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/MA Kelas XI oleh Tim Ganesha Operation, khutbah secara istilah dapat dimaknai sebagai seruan untuk mengajak orang lain meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

Dalam Islam ada beberapa sholat yang mewajibkan adanya khutbah, di antaranya khutbah Jumat, khutbah ied, hingga khutbah Istisqa.

Khutbah Istisqa terdiri dari dua khutbah yang dilakukan dengan cara berdiri dan diselingi duduk sebentar. Adapun rukun dan tata cara khutbah sama seperti khutbah Idul Fitri, yakni memperbanyak istighfar.

Dikutip dari laman Kementerian Agama, khatib membaca sembilan kali istighfar pada khutbah pertama dan tujuh kali istighfar pada khutbah kedua. Setiap mengakhiri khutbah pertama, khatib disunnahkan membaca doa dengan cara menghadap kiblat atau membelakangi jamaah sambil membalikkan selendang sorban dari bahu kanan ke kiri.

Adapun materi khutbah yang disampaikan umumnya berupa anjuran untuk bertaubat dan meninggalkan maksiat. Tak hanya soal ibadah, dibahas pula masalah-masalah lingkungan yang berkaitan dengan bencana kekeringan.

Contoh Khutbah Sholat Istisqa

Ilustrasi khutbah sholat Istisqa. Foto: Unsplash.

Berikut ini contoh khutbah Sholat Istisqa berjudul Jagad Dirawat Air Terus Mengalir sebagaimana dikutip dari NU Online.

Khutbah I

اَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ الذي لاَ اله اِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَـيُّومُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ (9X)

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْ‌ضَ بَعْدَ مَوْتِهَا الأية. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ الله أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah, Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Segala puji bagi Allah, yang dengan kasih sayang-Nya, kita masih dikaruniai umur panjang dan bisa menikmati karunia hidup di muka bumi ini. Hari ini, kita berkumpul dalam kebersamaan, bermunajat mengetuk pintu langit mengharap keberkahan turunnya hujan untuk keberlanjutan kehidupan bumi.

Bumi telah memberikan kita tempat untuk hidup, tumbuh, dan berbagi kenikmatan dari Allah. Dalam keadaan suka maupun duka kita tetap harus bersyukur kepada-Nya sebagai sebuah kesadaran bahwa semua yang terjadi di muka bumi ini ini adalah takdir dan kehendak-Nya.

Selain itu, marilah kita menyampaikan shalawat kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw. Beliau adalah teladan yang telah mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada alam dan semua makhluk ciptaan Allah.

Beliau adalah suri tauladan dalam merawat bumi ini dengan penuh kasih sayang. Kita diajarkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem, merawat sumber daya alam, menghindari pemborosan, dan merawat tumbuhan serta hewan yang ada di bumi ini

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah, Dalam misi menjadi khalifah di bumi, berupa merawat jagat, kita telah diingatkan oleh Allah untuk tidak berbuat kerusakan setelah Allah menciptakannya dengan sesempurna ini. Allah berfirman dalam Al-Quran Surat Al-A’raf ayat 56: وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ Artinya: “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.”

Saat kita melanggar perintah tersebut, maka Allah pun sudah mengingatkan dampak yang terjadi sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat QS Ar-Rum ayat 41: ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah, Pada Momentum musim kemarau ini, mari kita merenung, beristighfar, dan bertaubat kepada Allah atas segala kesalahan kita, khususnya sikap tidak bertanggungjawabnya kita dalam menjaga lingkungan. Istighfar dan bertaubat menjadi salah satu wasilah keberkahan turunnya air hujan dari langit sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Nuh ayat 10-11: فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ Artinya: “Lalu, aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.”

Khutbah II اَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ الذي لاَ اله اِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَـيُّومُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ (٧x) الحمد للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Khatib menghadap kiblat, membalik selendang surban, dan memindahkannya dari bahu kanan ke bahu kiri lalu membaca doa.

(GLW)

Baca juga: Cara Melaksanakan Salat Sunnah Istisqa' untuk Meminta Diturunkan Air Hujan