Konten dari Pengguna

Tata Cara Makan Rasulullah SAW untuk Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Makan Rasulullah SAW. Foto: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Makan Rasulullah SAW. Foto: pixabay.com

Cara makan seseorang dapat memengaruhi manfaat asupan yang masuk ke dalam tubuh. Misalnya, seseorang yang makan berlebihan akan merasa sesak, karena makanan sulit dicerna oleh perut.

Rasulullah SAW menganjurkan untuk makan secukupnya agar tetap memiliki tenaga untuk beribadah. Sebagaimana hadits yang dikutip dari buku Dahsyatnya 7 Puasa Wajib, Sunnah, & Thibbun Nabawi karangan Maryam Kinanthi berikut.

Tak ada wadah yang lebih buruk yang dipenuhi oleh seorang manusia selain perutnya. Dia sebenarnya hanya membutuhkan beberapa suap untuk menopang hidupnya. Karena itu, perut perlu dibagi menjadi tiga bagian; sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Hakim, dan Ibnu Hibban)

Ketiga bagian tersebut harus diisi dengan benar agar tubuh tidak terasa berat dan malas. Jika terlalu banyak makan atau minum tubuh akan terasa sesak karena tubuh kekurangan udara.

Selain itu, makan harus dilakukan dengan cara yang diriwayatkan Rasulullah SAW agar mendapatkan keberkahan dari makanan, bukan hanya semata-mata merasa kenyang.

Ilustrasi Cara Makan Rasulullah SAW. Foto: pixabay.com

Tata Cara Makan Rasulullah SAW

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk makan dengan posisi yang benar. Berikut tata cara makan yang dicontohkan Rasulullah SAW untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang dikutip dari buku Islamic Food Combining Menu Sehat Nabi Muhammad karangan Denny Indra Praja.

  • Baca doa sebelum makan

Sebelum makan dianjurkan membaca doa, minimal melafalkan basmalah. Apabila lupa dan teringat ketika sedang makan maka membaca “Bismillahi fi awwalihi wa aakhirihi”.

Rasulullah SAW bersabda, “Jika seseorang di antara kamu hendak makan, maka sebutlah nama Allah SWT. Dan jika ia lupa menyebut nama-Nya pada awalnya, maka bacalah, ‘Bismillahi fi awwalihi wa aakhirihi’ (Dengan menyebut nama Allah SWT pada awalnya dan pada akhirnya.” (HR. Abu Dawud)

  • Duduk dengan tegap dan tidak bersandar

Rasulullah bersabda, “Aku tidak makan dengan posisi bersandar (muttaki-an).” (HR. Bukhari)

Muttaki-an berarti bersandar kepada sesuatu, baik di atas satu sangan atau bersandar pada bantal dan lain sebagainya.

  • Mencuci tangan sebelum makan

  • Makan dengan tangan kanan

Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang di antaramu makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya dan jika ia minum maka hendaklah ia minum dengan tangan kanannya. Sebab syaitan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim)

Ilustrasi Cara Makan Rasulullah SAW. Foto: pixabay.com
  • Mulai makan dari hidangan yang terdekat

Umar bin Abi Salamah ra. bercerita, “Saat aku belia, aku pernah berada di kamar Rasulullah SAW dan kedua tanganku seringkali mengacak-acak piring-piring. Rasulullah SAW bersabda, ‘Nak, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari makanan baik yang terdekat.” (HR. Bukhari)

  • Jangan memenuhi mulut dengan makanan yang terlalu banyak

  • Tidak bicara ketika makan

  • Makan secara bersama-sama tidak berpencar

  • Makan dari satu tempat dan tidak mengembalikan makanan yang tersisa di tangan

  • Tidak mengeluarkan suara keras ketika mengunyah

  • Jangan mengawasi orang lain yang sedang makan karena dapat mengganggu kenyamanan

  • Jangan menyisakan makanan di piring

  • Dianjurkan membersihkan tangan dan jari dengan mulut setelah makan

Jika salah seorang di antaramu makan, maka hendaklah ia menjilati jari-jemarinya, sebab ia tidak mengetahui dari jemari mana munculnya keberkahan.” (HR. Muslim)

  • Jika ada makanan jatuh, jika memungkinkan, dianjurkan untuk dipungut, dibersihkan, dan dimakan kembali

“Sesungguhnya kamu tidak mengetahui pada makanan yang mana adanya berkah itu.” (HR. Muslim)

  • Membaca hamdalah, setelah selesai makan

(DND)