Konten dari Pengguna

Tata Cara Puasa Idul Adha Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tata cara puasa idul adha. Sumber: Freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tata cara puasa idul adha. Sumber: Freepik.com

Puasa Idul Adha merupakan rangkaian ibadah sunnah yang dianjurkan untuk diamalkan di 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah. Dalam puasa Idul Adha, terdapat dua puasa yang memiliki keutamaan sangat besar, yakni puasa Tarwiyah dan Arafah.

Nabi Muhammad pernah bersabda dalam sebuah hadist tentang keutamaan melaksanakan puasa di Bulan Dzulhijjah ini. Hadist tersebut dikutip dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa oleh Ustadz Ali Amrin al-Qurawy.

"Barang siapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Sedangkan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun."

Jika dijumlahkan, maka seseorang akan mendapatkan pahala puasa selama kurang lebih 3 tahun 7 bulan jika mengamalkan puasa Idul Adha. Dengan pahala yang begitu besar, puasa ini sangat dianjurkan untuk diamalkan.

Dalam hadist lain diriwayatkan bahwa 10 hari pertama di Bulan Dzulhijjah merupakan hari yang sangat istimewa dan disukai oleh Allah SWT. Hadist tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Ibnu Abbas Ra, Nabi Muhamad bersabda:

"Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT. daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya, 'Ya Rasulullah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah menjawab, 'walau jihad di jalan Allah kecuali selama-lamanya (menjadi syahid)."

Melaksanakan ibadah adalah bagian dari bentuk penghambaan kepada Allah dan menggapai ridhonya. Jika Allah saja sangat menyukai perbuatan baik atau ibadah yang dilakukan di hari tersebut, maka umat Muslim tentu bisa mengamalkan puasa agar Allah ridho dan suka terhadapnya.

Ilustrasi tata cara puasa idul adha. Sumber: Freepik.com

Tata cara puasa idul adha beserta niatnya

Tata cara puasa Idul Adha sama seperti puasa pada umumnya. Mulai dari tidak makan, menahan hawa nafsu, termasuk tidak berhubungan dengan pasangannya. Namun, niat yang diucapkan dan waktu pelaksanaan puasa tersebut berbeda. Sehingga, sangat dianjurkan untuk memperhatikan niat dan waktu pelaksanaannya.

Dikutip dari buku Dahsyatnya Puasa Sunah oleh H. Amirulloh Syarbini, berikut adalah niat puasa dzulhijjah, tarwiyah, dan arafah yang bisa diamalkan umat Muslim.

Puasa Sunnah Bulan Dzulhijjah

Puasa sunnah awal Dzulhijjah dilaksanakan pada tanggal 1-7 Dzhulhijjah. Pada tahun ini, 1-7 Dzulhijjah 1442 jatuh pada tanggal 11-17 Juli 2021. Niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah adalah sebagai berikut.

نويت صوم شهر ذى الحجة سنة لله تعالى

Nawaitu shauma syahri Dzilhijjati sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah di bulan Dzulhijjah karena Allah Taala.”

Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Pada tahun ini, 8 Dzulhijjah 1442 jatuh pada tanggal 18 Juli 2021. Niat puasa sunnah Tarwiyah adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّهِ تَعَلٰى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnata lillaahi ta'aala.

Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah hari Tarwiyah karena Allah Ta'ala."

Puasa Arafah

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pada tahun ini, 9 Dzulhijjah 1442 jatuh pada tanggal 19 Juli 2021. Niat puasa Arafa adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّهِ تَعَلٰى

Nawaitu shauma arafata sunnata lillaahi ta'aala.

Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah hari Arafah karena Allah Ta'ala."

(ULY)