Tata Cara Shalat Istikharah Mohon Petunjuk Lengkap dengan Bacaan Doanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Shalat istikharah adalah shalat sunah yang dilakukan untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT atas segala kebingungan, kebimbangan, atau ketidaktauan dalam memilih suatu perkara. Shalat ini terdiri dari dua rakaat dan dilakukan pada malam hari.
Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam buku Fiqih Islam wa Adilatuhu Jilid 2 menjelaskan, perintah shalat istikharah tertuang dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh semua rawi kecuali Imam Muslim. Dari Jabir bin Abdulllah ra, ia berkata:
"Rasulullah SAW mengajarkan kami untuk melakukan shalat istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan kami surat-surat Alquran. Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang kalian menginginkan sesuatu, maka dirikanlah shalat sunah dua rakaat.” (HR. Bukhari no 1162)
Bagaimana tata cara shalat istikharah untuk memohon petunjuk Allah?
Waktu dan Tata Cara Shalat Istikharah
Dikutip dari buku Penuntun Praktis Shalat Sudah Benarkah Shalat Kita oleh Ustadz Agus Arifin, shalat istikharah lebih utama dilakukan di sepertiga malam menjelang fajar. Adapun tata cara shalat istikharah adalah sebagai berikut:
Niat Shalat Istikharah
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal istikhaarati rak'ataini lil laahi taalaa.
Artinya: “Aku niat shalat istikharah dua rakaat karena Allah ta'alaa”
Rakaat pertama: Membaca doa iftitah, surat Al Fatihah, kemudian membaca surat Al Kafirun.
Rakaat kedua: Membaca surat Al Fatihah, lalu surat Al Ikhlas. Diakhiri dengan salam dan diteruskan dengan berdzikir, memuji Allah serta beristighfar. Kemudian dilanjutkan dengan doa berikut:
Doa Shalat Istikharah
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ
"Allahumma inni astakhiruka bi ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa talamu wa laa alamu, wa anta allaamul ghuyub".
"Allahumma fa-in kunta talamu hadzal amro (menyebutkan hajatnya) khoiron lii fii aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa maaasyi wa aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi".
"Allahumma in kunta talamu annahu syarrun lii fii diini wa maaasyi wa aqibati amrii (fii aajili amri wa aajilih) fash-rifnii anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih"
Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib.
Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini ...(bisa menyebut persoalannya).. lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku sukseskanlah untuk ku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah.
Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaan-Mu kepadaku.” (HR. Bukhari no 1162).
Biasanya, hasil dari shalat istikharah dapat berupa kemantapan hati untuk menentukan pilihan, petunjuk atau isyarat yang diberikan oleh Allah melalui hamba-hamba-Nya yang saleh, atau berupa mimpi yang memberikan gambaran jawaban atas segala pertanyaan-pertanyaan dan kebimbangan yang dialami manusia.
(IPT)
