Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.96.0
Konten dari Pengguna
Tata Cara Sholat Awal Tahun Baru Islam dan Amalan Bulan Muharram Lainnya
29 Juli 2022 12:30 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Bagi umat Muslim, Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah. Selain karena bulan pertama dalam tahun Islam, hari Asyura atau hari ke-10 bulan Muharram juga menandai kemenangan Nabi Musa atas Firaun.
Berbagai keistimewaan bulan Muharram menjadi alasan mengapa umat Muslim dianjurkan untuk menghidupkan bulan ini dengan memperbanyak amalan sunnah, salah satunya menunaikan sholat sunnah awal tahun baru Islam. Bagaimana cara melaksanakannya?
Sholat Awal Tahun Baru Islam
“Tidak ada dari seorang hamba yang sholat di permulaan (awal) hari dari (bulan) Muharram dengan dua rakaat yang membaca terhadap sesuatu yang dia kehendaki. Kemudian ketika dia selesai dari sholat, dia mengangkat kedua tangannya kemudian berdoa.”
ADVERTISEMENT
Mengutip buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun tulisan Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, tata cara sholat awal tahun baru Islam sejatinya mirip dengan sholat sunnah lainnya. Hanya saja, ada surat dan doa tertentu yang dianjurkan untuk menyempurnakan ibadahnya.
Pada rakaat pertama, setelah surat Al-Fatihah, dianjurkan untuk membaca surat Al-An’am. Sedangkan pada rakaat kedua dianjurkan membaca surat Yasin setelah Al-Fatihah. Sebagai alternatif, umat Muslim juga dapat membaca Al-Fatihah dan Al-Ikhlas sebanyak 11 kali di setiap rakaatnya.
Selain itu, ada beberapa sholat sunnah yang bisa dikerjakan pada awal tahun baru Islam, salah satunya sholat hajat. Dengan sholat ini, umat Muslim dapat memohon kepada Allah agar dijauhkan dari musibah dan kesulitan selama satu tahun ke depan.
ADVERTISEMENT
Adapun pada malam terakhir bulan Dzulhijjah, kaum Muslimin bisa mengerjakan sholat taubat untuk memohon ampun kepada Allah atas segala dosa yang telah diperbuat selama satu tahun ke belakang.
Selain sholat awal tahun baru Islam, terdapat amalan lain yang dianjurkan selama bulan Muharram . Berikut beberapa di antaranya:
1. Doa Awal Tahun
Saat memasuki bulan Muharram, kaum Muslimin dianjurkan membaca doa awal tahun. Doa ini dapat dibaca sesudah sholat Maghrib pada malam 1 Muharram ataupun setelah melakukan sholat awal tahun baru Islam. Berikut bacaan doanya:
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'alâ fadhlikal 'azhîmi wa karîmi jûdikal mu'awwal. Hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ'ih, wal 'auna 'alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû'I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
ADVERTISEMENT
Artinya: “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”
2. Puasa pada 1 Muharram
Allah berjanji akan menghapus dosa selama 30 hari bagi umat Muslim yang berpuasa pada hari pertama di bulan Muharram. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa berpuasa di hari terakhir dari bulan Dzulhijjah dan juga hari pertama dari bulan Muharram, maka Allah akan menjadikannya sebagai penghapus dosa atas dosa selama lima puluh tahun, dan puasa sehari di bulan Muharram sebagai penghapus atas dosa selama tiga puluh hari.”
ADVERTISEMENT
3. Puasa Asyura
Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada satu hari istimewa pada bulan Muharram, yaitu hari Asyura, di mana Nabi Musa berhasil menang dalam peperangan melawan Firaun. Untuk memperingatinya, disunnahkan bagi umat Muslim berpuasa pada hari ini.
Rasulullah SAW bersabda, “Berpuasalah kalian di hari Asyura dan bedakanlah dengan Yahudi dengan berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya.” (Al-Baihaqi)
(ADS)