Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri 8 Rakaat serta Bacaan Doanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelaksanaan sholat tarawih dapat dilakukan secara berjemaah atau sendiri (munfarid) dengan jumlah 8 rakaat dan 18 rakaat. Jika Anda tak bisa pergi ke musolla/masjid dan memilih mengerjakan 8 rakaat, penting untuk memahami bagaimana tata cara sholat tarawih sendiri 8 rakaat.
Mengutip buku Hafal Luar Kepala Tata Cara dan Bacaan Shalat Wajib serta Sunnah karya H.M. Amrin Ra’uf, sholat tarawih merupakan sholat sunnah muakkad yang dilaksanakan pada malam hari di bulan Ramadhan. Adapun waktu pelaksanaan sholat tarawih adalah setelah sholat Isya hingga terbit fajar.
Dalam pelaksanaannya, ada perbedaan pendapat terkait jumlah rakaatnya. Sebagian ulama menyatakan sholat tarawih berjumlah 8 rakaat yang dilanjutkan dengan sholat witir 3 rakaat. Namun, ada juga berpandangan bahwa sholat tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat dilanjutkan sholat witir 3 rakaat.
Tata Cara Shalat Tarawih Sendiri 8 Rakaat
Sholat tarawih tidak boleh dilakukan dengan tergesa-gesa. Mengerjakan 8 rakaat lebih baik ketimbang memilih 20 rakaat tapi tergesa-gesa. Berikut adalah urutan tata cara melaksanakan sholat tarawih sendiri 8 rakaat.
Rakaat Pertama:
Membaca niat sholat Tarawih sendiri. Berdasarkan buku Panduan Shalat Sunnah Lengkap karya K.H. Muhammad Sholikhin, niat sholat tarawih yang dilakukan sendiri (munfarid) sebagai berikut:
أصَلَّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat taraawiihi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
“Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Setelah berniat, lakukan takbiratul ihram dengan mengangkat tangan dan membaca Allahu Akbar untuk memulai sholat.
Setelah takbir, bacalah surat Al-Fatihah.
Bacalah surat pendek atau ayat lain dari Al-Qur'an.
Lakukan ruku (lafalkan bacaan ruku’).
Setelah bangun dari ruku, lakukan gerakan i’tidal dengan membaca doa i'tidal.
Dilanjutkan dengan sujud pertama dan membaca doa sujud.
Duduk di antara dua sujud dengan melafalkan bacaan doanya
Selanjutnya sujud kedua dengan melafalkan bacaan doa sujud.
Rakaat Kedua:
Bangun atau berdiri lagi, ulangi bacaan Al-Fatihah dan surat setelahnya.
Lakukan ruku, bangun dari ruku, lalu sujud kembali.
Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk tahiyat akhir dengan membaca doa tahiyat akhir.
Terakhir, lakukan salam.
Ulangi tata cara ini hingga 8 rakaat.
Doa Setelah Shalat Tarawih
Setelah selesai, umat Islam juga dianjurkan untuk membaca doa setelah sholat Tarawih. Seperti dijelaskan dalam dalam buku Buku Pintar Shalat oleh M. Khalilurrahman Al Mahfani, berikut bacaan doa setelah sholat tarawih beserta artinya:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيمَانِ كَامِلِينَ . وَلِفَرَائِضِكَ مُؤَذِينَ وَعَلَى الصَّلَوَاتِ مُحَافِظِينَ . وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِينَ وَلِمَا عِندَكَ طَالِبِينَ . وَلِعَفْوِكَ رَاجِينَ وَبِالْهُدَى مُتَمَتِكِينَ وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِينَ . وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِينَ وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِينَ ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِينَ وَبِالنَّعْمَاءِ شَاكِرِينَ ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِينَ ، وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِينَ. وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِينَ وَفِي الْجَنَّةِ دَاخِلِينَ. وَعَلَى سَرِيرِ الكَرَامَةِ قَاعِدِينَ ، وَبِحُوْرِعِينِ مُتَزَوجِينَ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيبَاجٍ مُتَلَبِسِينَ وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِينَ وَمِن لَبَنِ وَعَسَلٍ مُصَفَيْنِ شَارِ بَينَ بأكواب وَآبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ، وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا . ذَلِكَ الفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيمًا ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالِمِينَ
Allaahummaj 'alnaa bil iimaani kaamilin, wa lilfara-idika muaddiin, wa 'alashshalawaati muhaafizhiin, wa lizzakaati faa'iliin, wa limaa 'indaka thaalibiin, wali'afwika raajiina wa bilhudaa mutamassikiin, wa 'anillaghwi mu'ridhiina wa fiddun-yaa zaahidiin, wa fil aakhirati raaghibiin wa bil qadhaa-i raadhiin, wa bin na'maa-i syaakiriin, wa 'alalba-laa-i shaabiriin, wa tahta liwaa-i sayyidinaa muhammad shallallahu 'alaihi wa sallama yaumalqiyaamati saa-i riin, wa 'alal haudhi waaridiina wa filjannatti daakhiliin, wa 'alaa sariirilkaraamati qaa'idiin, wa bi khuurin'iinin mu-tazawwijiin, wa min sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiina wa min tha'aamil jannati aakiliin, wa min labanin wa 'asalin mushaffaini syaaribiina biakwaabin wa abaariqa wa ka'sin min ma'iin, ma'alladziina an'amta 'alaihim minannabiyyiina washshiddiqiina wasysyuhadaa-i washshaalihiin. Wa hasuna ulaa-ika rafiiqaa. Dzaalikal fadhlu minallaahi wa kafaa billaahi 'aliimaa. Walhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami orang yang sempurna iman-nya, mengerjakan fardhu, menjaga shalat, melakukan zakat, mencari sesuatu yang ada di sisi-Mu, mengharap ampunan-Mu, berpegangan petunjuk, menjauhi larangan, zuhud di dunia, senang di akhirat, ridha dengan qadha, syukur akan nikmat, sabar akan bala, di hari kiamat berjalan di bawah benderanya Nabi Muhammad SAW, mendatangi telaga, masuk surga, duduk di atas bangku karamah, men-gawini bidadari surga, memakai sutra sundus, istabraq dan diibaj, memakan makanan surga, minum susu dan madu yang jernih dengan gelas, kendi dan dari mata air (sumber) bersama-sama orang yang telah Engkau beri nikmat, yaitu para Nabi, shiddiiqiin, syuhada dan shalihiin, mereka adalah sebaik teman. Itulah anugerah dari Allah dan Allah cukup mengetahui. Segala puji bagi Allah yang menguasai sekalian alam."
Baca Juga: Niat Sholat Tarawih dan Witir serta Tata Caranya untuk Umat Islam
(ANB)
