Tata Cara Sholat Tasbih yang Perlu Diketahui dan Dipahami Umat Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sholat tasbih merupakan salah satu ibadah sunnah, jika dikerjakan maka akan mendapatkan keutamaan dan jika ditinggalkan tidak berdosa. Sholat ini dapat diamalkan kapan saja, minimal satu kali dalam seminggu.
Dalam buku Panduan Sholat Untuk Perempuan oleh Nurul Jazimah, sholat tasbih merupakan benteng yang kuat bagi setiap Muslim agar hidupnya dihiasi dengan hal baik dan dijauhi dari kejahatan, baik yang dilakukan dirinya maupun orang lain. Abu Ustman Al-Hayri berkata, “Aku tidak melihat jalan keluar yang baik dari kesulitan dan kegelisahan, kecuali sholat tasbih.”
Ada beberapa hal yang membuat sholat tasbih berbeda dengan sholat sunnah lainnya. Dalam pelaksanaan sholat ini diperbanyak bacaan subhanallah yang menjadi bukti ketundukan seorang Muslim kepada Allah SWT.
Tata Cara Sholat Tasbih
Mengutip Buku Pintar Shalat oleh Khalilurrahman Al Mahfani, berikut adalah tata cara sholat tasbih berdasarkan hadits yang diriwayatkan Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, dan Thabrani yang bersumber dari Ikrimah dari Ibnu Abbas.
Niat melaksanakan sholat tasbih
Ushalli sunnata-t-tasbihi rak’ataini lillahi ta’ala
Artinya: “Saya berniat sholat tasbih dua rakaat karena Allah Ta’ala”.
Takbiratul ihram
Membaca doa Iftitah dan surat al-Fatihah
Membaca surat dari Alquran
Dilanjutkan membaca tasbih sebanyak 15 kali kemudian rukuk.
Bacaan tasbihnya yaitu:
Subhânaallâh wa-l-hamdu lillâhi walâ ilaha illâ allâh wa allâhu akbar walâ haula walâ quwwata illâ billâhi-l-liyyi-l-azhîm.
Artinya: "Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah tidak ada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."
Rukuk. Setelah membaca bacaan rukuk, bacalah tasbih sebanyak 10 kali (masih dalam posisi rukuk)
I'tidal. Setelah membaca bacaan I'tidal, bacalah bacaan tasbih sebanyak 10 kali.
Sujud. Setelah membaca bacaan sujud, bacalah tasbih sebanyak 10 kali.
Duduk di antara dua sujud. Setelah membaca doa duduk di antara dua sujud, bacalah tasbih sebanyak 10 kali.
Sujud kedua. Setelah membaca doa sujud, bacalah tasbih 10 kali.
Berdiri untuk rakaat yang kedua. Sebelum berdiri hendaklah duduk istirahat sambil membaca tasbih sebanyak 10 kali.
Dalam buku Dahsyatnya Shalat Tasbih oleh Misbahus Surur, apabila jumlah bacaan tasbihnya lupa atau tidak sesuai dengan tata cara, maka dianjurkan untuk menambahkan bacaan tasbih pada gerakan sholat lainnya sebagai bentuk penyempurnaan. Misal hanya membaca 10 kali saat berdiri sebelum ruku yang seharusnya 15 kali, maka 5 kali bacaan tasbih diganti pada waktu posisi lainnya yaitu saat ruku. Jadi saat ruku yang seharusnya membaca hanya 10 kali menjadi 15 kali.
(PDN)
