Tata Cara Sholawat Sesuai Sunnah Nabi Muhammad dan Keutamaannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sholawat adalah salah satu amalan yang dianjurkan serta disukai oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Karenanya, banyak ayat Alquran dan riwayat hadits yang menerangkan mengenai anjuran bersholawat bagi umat Islam.
Amalam ini bisa dilakukan dalam segala kondisi, bahkan seorang wanita yang sedang dalam keadaan haid pun boleh mengerjakannya. Meski begitu, alangkah lebih baik apabila sholawat diamalkan sesuai dengan tata caranya sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.
Khairuddin Wannali dalam kitabnya yang berjudul Dalail Al-Khairat mengatakan, "Tidak boleh menambahkan sholawat kepada Ibrahim atau mengganti dengan yang lainnya. Sebab, tasyahud dan sholawat terhadap Nabi Ibrahim itu tauqifi (sesuatu yang sudah baku dan tidak bisa diubah) dan telah dibatasi oleh Nabi SAW ketika beliau ditanya mengenai hal itu."
Adapun rincian mengenai tata cara sholawat sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW sebagaimana dijelaskan dalam buku Mukjizat Sholawat terbitan Qultum Media adalah sebagai berikut:
Tata Cara Sholawat Sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW
Membaca sholawat harus disertai dengan rasa cinta dan ikhlas mengharapkan ridha-Nya. Membaca sholawat juga merupakan bukti hormat dan cinta umat Muslim kepada Rasulullah.
Disunahkan membaca sholawat pada waktu-waktu yang mulia, misalnya pada malam hari dan hari Jumat. Begitu banyak keutamaan yang akan didapat seorang Muslim apabila ia memperbanyak sholawat di dua waktu tersebut.
Bershalawatlah di tempat suci, seperti di masjid, mushalla, surau, rumah, atau di kantor jika sedang bekerja. Boleh dilakukan di mana saja selama tempat tersebut bersih dari najis.
Sangat diutamakan apabila membaca shalawat dalam keadaan suci dengan berwudhu dan berkonsentrasi. Jika perlu, gunakan tasbih saat membacanya.
Amalkan sholawat secara istikhomah, sebagaimana yang dilakukan oleh Allah SWT dan para malaikatnya. Alquran menjelaskan yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab: 56)
Mahmud Misri dalam buku 400 Kesalahan Dalam Shalat menuliskan, Rasulullah SAW juga telah menjelaskan mengenai tata cara bersholawat. Beliau bersabda:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى (إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى) آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ (فِي رِوَايَةٍ: وَ بَارِكْ) عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى (إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى) آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Artinya: “Ya, Allah. Berilah (yakni, tambahkanlah) shalawat (sanjungan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.
Ya, Allah. Berilah berkah (tambahan kebaikan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia." (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Ahmad)
Keutamaan Sholawat Kepada Nabi Muhammad SAW
Berikut beberapa keutamaan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, seperti yang dikutip dari buku Love Banget Sama Sholawat oleh Kinoysan:
1. Tidak Dituliskan Dosanya
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa membaca sholawat kepadaku sebanyak sekali, Allah memerintahkan kedua malaikat penjaganya untuk tidak menuliskan untuknya dosa selama tiga hari." (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa'i)
2. Dekat dengan Rasulullah SAW
Diriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwa ia bersabda, "Orang yang paling banyak membaca sholawat kepadaku adalah orang yang berada paling dekat denganku." (HR. Baihaqi)
3. Terkabulnya Doa Bila Didahului Sholawat
Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tidak ada satu doa pun melainkan ada tabir yang menghalanginya dari langit, sebelum orang itu bersholawat kepada Nabi SAW. Apabila dia telah bersholawat kepadanya maka tertembuslah tabir itu, dan doa pun masuk. Sedangkan kalau dia tidak bersholawat, maka doanya kembali lagi." (HR. Anas)
(NDA)
