Konten dari Pengguna

Tembung Camboran: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menulis tembung camboran. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menulis tembung camboran. Foto: Unsplash

Tembung camboran adalah ragam bahasa Jawa yang menggabungkan dua kata atau lebih menjadi satu kesatuan yang memiliki arti. Dalam bahasa Indonesia, tembung camboran disebut kata majemuk.

Dalam penggunaannya, tembung camboran menjadi salah satu kosakata ungkapan yang maknanya telah menyatu dan dibuat dengan merangkai kata-kata secara utuh atau disingkat.

Tembung camboran tebagi menjadi beberapa jenis. Berdasarkan bentuknya, tembung camboran dibagi menjadi camboran tugel dan wutuh. Sedangkan, menurut tujuan atau artinya, ada yang disebut camboran tunggal dan wudhar.

Pengertian Tembung Camboran

Ilustrasi menulis tembung camboran. Foto: Unsplash

Dalam bahasa Jawa, kata majemuk dikenal sebagai tembung camboran. Kata majemuk sendiri merupakan gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan arti.

Dikutip dari Parama Sastra Bahasa Jawa oleh Aryo Bimo Setiyanto (2007: 91), tembung camboran yaiku atau tembung camboran artinya adalah dua kata atau lebih yang digabung menjadi satu sehingga membentuk kata baru dan memiliki makna tertentu.

Tembung camboran membentuk suatu kata yang berdiri sendiri (mandiri). Kata tersebut terdiri atas dua buah kata atau lebih dan bentuknya berbeda. Adapun kata-katanya ada yang utuh dan ada pula yang sudah disingkat.

Jenis-Jenis Tembung Camboran dan Contohnya

Ilustrasi menulis tembung camboran. Foto: Unsplash

Mengutip buku Baboning Pepak Basa Jawa oleh Budi Anwari, jenis-jenis tembung camboran adalah sebagai berikut:

1. Camboran Utuh

Camboran utuh adalah dua kata yang digabung menjadi satu dan dua kata tersebut masih utuh, tidak dikurangi atau dipotong. Contoh camboran utuh ialah:

  • Meja tulis = meja untuk menulis

  • Pager kayu = pagar yang terbuat dari kayu

  • Anjani putra = anoman

  • Bala pecah = barang mudah pecah

  • Bapa biyung = orang yang mengukir jiwa raga

2. Camboran Tugel/Wancah

Camboran tugel atau wancah adalah dua kata yang digabung menjadi satu dengan mengurangi jumlah suku katanya. Contoh camboran tugel ialah:

  • Bangjo = abang + ijo

  • Barbeh = bubar + kabeh

  • Barji = bubar + siji

  • Cowek = konco + dhewek

  • Gowek = tonggo + dhewek

  • Jiro = siji + loro

  • Kosik = mengko + dhisik

3. Camboran Tunggal

Camboran tunggal adalah dua kata yang digabung menjadi satu, tetapi antara satu kata dengan kata lainnya tidak bisa dipisah-pisah lagi karena sudah memiliki arti baru. Contoh camboran tunggal ialah:

  • Naga sari = jenis kue dari tepung beras

  • Semar mendhem = jenis kue dari ketan

  • Randha royal = jenis jajanan pasar

4. Camboran Wudhar

Camboran wudhar adalah dua kata yang digabung menjadi satu, tetapi antara satu kata dengan kata lainnya masih memiliki arti sendiri. Contoh camboran wudhar ialah:

  • Pager wesi = pagar yang terbuat dari besi

  • Sawo mateng = sawo matang

  • Buku gambar = buku untuk menggambar

Baca Juga: Macam-Macam Imbuhan dalam Tembung Andhahan Bahasa Jawa

Memahami Afiksasi dalam Bahasa Jawa

Ilustrasi menulis kata-kata berimbuhan dalam bahasa Jawa. Foto: Unsplash

Salah satu proses pembentukan kata dalam bahasa Jawa dilakukan dengan pembubuhan afiks atau imbuhan pada bentuk dasar. Proses pembubuhan afiks ini disebut afiksasi.

Dikutip dari Proyek Keterampilan Menulis Berbahasa Jawa oleh Endang Sri Maruti, dkk., (2022: 46-47), afiksasi dalam bahasa Jawa dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu ater-ater, seselan, panambang, dan imbuhan babarengan. Berikut penjelasannya:

1. Ater-Ater (Prefiks atau Awalan)

Ater-ater atau prefiks merupakan imbuhan yang terletak di depan kata dasar. Adapun imbuhan ater-ater terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Ater-ater anuswara, yakni berupa -m, -n, ng-, ny-. Contohnya adalah imbuhan m- yang diikuti kata "waca", maka akan berubah menjadi "maca" yang artinya "membaca".

  • Ater-ater swara irung (suara sengau), yakni berupa dak-, ko-, di-, ka-, ke-, sa-, pa-, pi-, pra-, tar-, kuma-, kapi-, a-, ma, pan-, pam-, pang-. Contohnya adalah imbuhan sa- yang diikuti kata "iji", maka akan berubah menjadi "saiji" yang artinya "hanya satu".

2. Seselan (Infiks)

Seselan atau infiks adalah imbuhan yang disisipkan di tengah atau di dalam bentuk kata dasar. Seselan disebut juga dengan sisipan. Adapun imbuhan seselan yaitu -in-, -er-, -el-, dan -um-.

Sebagai contoh, imbuhan -er- bertemu dengan kata "gandhul", maka akan berubah menjadi "gerandhul" yang artinya "menggantung dalam jumlah banyak".

3. Panambang (Sufiks atau Akhiran)

Panambang atau sufiks adalah imbuhan yang dibubuhkan di belakang bentuk kata dasar. Adapun imbuhan panambang yaitu -ku, -mu, -e, -en, -an, -i, -ake, -a, -na, -ana, dan -ne.

Sebagai contoh, imbuhan -an bertemu dengan kata "tandur", maka akan berubah menjadi "tanduran" yang artinya "tanaman".

4. Imbuhan Bebarengan (Konfiks)

Imbuhan bebarengan atau konfiks adalah imbuhan yang terdiri atas perpaduan pada awalan dan akhiran kata. Adapun beberapa imbuhan bebarengan, yaitu:

  • ka-/-an

  • ke-/-en

  • pa-/-an

  • pra-/-an

  • di-/-i

  • di-/-a

  • di-/-ana

  • sa-/-e

Sebagai contoh, imbuhan -ka sebagai awalan dan -an sebagai akhiran bertemu dengan kata "pinter", maka akan membentuk kata "kapinteran" yang artinya "kecerdikan".

(AFM & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan tembung camboran?
chevron-down

Tembung camboran adalah ragam bahasa Jawa yang menggabungkan dua kata atau lebih menjadi satu kesatuan yang memiliki arti.

Apa saja jenis-jenis tembung camboran?
chevron-down

Berdasarkan bentuknya, tembung camboran dibagi menjadi camboran tugel dan wutuh. Sedangkan, menurut tujuan atau artinya, ada yang disebut camboran tunggal dan wudhar.

Apa itu camboran utuh?
chevron-down

Camboran utuh adalah dua kata yang digabung menjadi satu dan dua kata tersebut masih utuh, tidak dikurangi atau dipotong.