Tindakan Saat Keadaan Darurat seperti Kebakaran, Gempa, atau Kecelakaan Kerja

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keadaan darurat merujuk pada kondisi mendesak yang sering kali terjadi secara mendadak, serta menuntut respons secepat mungkin. Ada banyak jenis keadaan darurat, seperti kebakaran, gempa, dan kecelakaan kerja.
Ketika dihadapkan dengan kondisi tersebut, Anda perlu bertindak sigap dan tepat demi keselamatan. Perlu dipahami bahwa setiap kondisi darurat memiliki cara penanganannya masing-masing.
Lantas, tindakan apa yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat seperti kebakaran, gempa, atau kecelakaan kerja? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Tindakan yang Perlu Dilakukan Ketika Terjadi Keadaan Darurat
Berikut beberapa jenis keadaan darurat serta cara penanganan yang tepat saat berada dalam kondisi tersebut.
1. Tindakan Ketika Terjadi Kebakaran
Mengutip laman resmi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemerintah Kota Cirebon, tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi kebakaran meliputi:
Tetap tenang dan jangan panik
Mengambil keputusan dalam kondisi panik dapat menyebabkan situasi semakin runyam karena kurangnya perhitungan. Jika salah langkah, bisa saja Anda malah makin terancam, atau justru dapat menghambat jalannya evakuasi. Jadi, yang perlu Anda lakukan di situasi ini adalah tarik napas dan tetap fokus.
Segera beri peringatan dengan berteriak
Jika Anda melihat api atau mencium bau asap yang mencurigakan, lakukan langkah berikut:
Berteriak “KEBAKARAN!”
Tekan alarm kebakaran jika tersedia
Peringatkan orang yang berada di sekitar lokasi.
Evakuasi dari lokasi dengan aman
Dalam proses evakuasi, prioritaskan keselamatan diri dengan cara:
Tinggalkan bangunan melalui jalur evakuasi
Jangan gunakan lift, gunakan tangga darurat
Jika ada asap tebal, merangkak agar bisa mendapat udara bersih dekat lantai
Tutup hidung dan mulut dengan kain basah
Jika memungkinkan bantu anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas
Tutup pintu untuk mencegah api menyebar
Jika memungkinkan, tutup pintu ruangan yang terbakar saat keluar. Hal ini diperlukan agar:
Menghambat penyebaran api
Mengurangi masuknya oksigen
Mengulur waktu untuk evakuasi dan menunggu kedatangan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar)
Gunakan APAR jika api masih kecil
Jika api masih kecil dan Anda memahami penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), lakukan pemadaman awal dengan metode PASS, yaitu:
Pull: Tarik pin pengaman
Aim: Arahkan ke titik api
Squeeze: Tekan tuas
Sweep: Sapu ke kiri dan kanan
Perlu diingat untuk tidak menggunakan APAR apabila asap sudah tebal atau api membesar. Apabila ini terjadi, segera evakuasi dan panggil bantuan.
Tutup celah pintu jika terperangkap
Jika Anda tidak dapat keluar untuk evakuasi, lakukan langkah-langkah berikut:
Tutup pintu
Gunakan kain basah untuk menyumbat celah pintu
Berada dekat jendela untuk mendapat udara
Beri tanda kepada petugas Damkar dengan kain, lampu, atau suara
Hubungi Dinas Pemadam Kebakaran
Segera hubungi layanan darurat dan sampaikan informasi rinci terkait:
Lokasi kebakaran
Situasi kebakaran
Apakah terdapat orang yang terjebak
Jangan masuk kembali ke dalam bangunan
Setelah berhasil keluar, tetaplah berada di titik kumpul. Pastikan seluruh anggota keluarga atau rekan hadir di titik tersebut. Selain itu, jangan pernah masuk kembali ke dalam gedung yang terbakar untuk mengambil barang.
2. Tindakan Ketika Terjadi Gempa
Merujuk pada laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berikut tindakan yang perlu Anda lakukan apabila terjadi gempa sesuai dengan lokasi peristiwa gempa.
Jika berada di dalam bangunan:
Lindungi kepala dan badan Anda dari reruntuhan bangunan, salah satu caranya dengan bersembunyi di bawah meja.
Mencari tempat yang paling aman dari reruntuhan goncangan.
Berlari keluar apabila masih dapat dilakukan.
Jika berada di luar bangunan atau area terbuka:
Hindari bangunan yang ada di sekitar, seperti gedung, tiang listrik, pohon, dan lainnya.
Perhatikan tempat berpijak dan hindari rekahan tanah.
Jika sedang mengendarai mobil:
Keluar, turun, dan menjauh dari mobil. Segera menghindar jika terjadi pergeseran atau kebakaran.
Perhatikan tempat berpijak, hindari rekahan tanah.
Jika tinggal atau berada di pantai:
Jauhi pantai untuk menghindari terjadinya tsunami.
Jika tinggal di daerah pegunungan:
Hindari daerah yang mungkin terjadi longsor.
3. Tindakan Ketika Terjadi Kecelakaan Kerja
Merujuk YouTube Garuda Systrain Interindo yang berjudul E-Learning Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Kerja, berikut beberapa hal yang harus dilakukan apabila terjadi kecelakaan kerja berdasarkan jenis kecelakaannya.
Pingsan
Apabila korban mengalami pingsan, lakukan tindakan berikut:
Bawa ke tempat yang aman dan segar lalu baringkan
Apabila pucat, baringkan dengan bagian kaki ditinggikan
Periksa respons penderita
Longgarkan pakaian atau sesuatu yang mengikat
Pernapasan tersumbat
Apabila menemukan kondisi korban yang jalur pernapasannya tersumbat atau tidak ada napas, serta nadinya tidak teraba, maka segera lakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) seperti Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Pendarahan
Untuk korban yang mengalami pendarahan, lakukan penanganan berikut:
Tenangkan penderita
Lakukan elevasi atau mengangkat bagian tubuh yang berdarah lebih tinggi dari posisi jantung.
Menekan point pressure untuk memperlambat atau menghentikan aliran darah.
Balut pendarahan
Jangan beri makan dan minum
Segera bawa ke rumah sakit
Luka tertutup (memar/cedera himpitan)
Jika ditemukan korban dengan luka tertutup atau memar pada bagian tubuhnya, lakukan tindakan berikut:
Segera istirahatkan bagian tubuh yang terluka
Beri kompres es atau dingin
Balut anggota tubuh dengan kain khusus yang elastis
Jika anggota tubuhnya cedera, maka sebaiknya jangan disentuh dan segera dibawa ke rumah sakit.
Baca Juga: Mengapa Penting Menggunakan APD di Laboratorium? Ini Penjelasannya
(MFT)
