Konten dari Pengguna

Tindakan Saat Keadaan Darurat seperti Kebakaran, Gempa, atau Kecelakaan Kerja

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tindakan apa yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat seperti kebakaran, gempa, atau kecelakaan kerja. Foto: Marek Piwnicki/Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tindakan apa yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat seperti kebakaran, gempa, atau kecelakaan kerja. Foto: Marek Piwnicki/Pexels.

Keadaan darurat merujuk pada kondisi mendesak yang sering kali terjadi secara mendadak, serta menuntut respons secepat mungkin. Ada banyak jenis keadaan darurat, seperti kebakaran, gempa, dan kecelakaan kerja.

Ketika dihadapkan dengan kondisi tersebut, Anda perlu bertindak sigap dan tepat demi keselamatan. Perlu dipahami bahwa setiap kondisi darurat memiliki cara penanganannya masing-masing.

Lantas, tindakan apa yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat seperti kebakaran, gempa, atau kecelakaan kerja? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Tindakan yang Perlu Dilakukan Ketika Terjadi Keadaan Darurat

Ilustrasi tindakan apa yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat seperti kebakaran, gempa, atau kecelakaan kerja. Foto: samimibirfotografci/Pexels.

Berikut beberapa jenis keadaan darurat serta cara penanganan yang tepat saat berada dalam kondisi tersebut.

1. Tindakan Ketika Terjadi Kebakaran

Mengutip laman resmi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemerintah Kota Cirebon, tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi kebakaran meliputi:

Tetap tenang dan jangan panik

Mengambil keputusan dalam kondisi panik dapat menyebabkan situasi semakin runyam karena kurangnya perhitungan. Jika salah langkah, bisa saja Anda malah makin terancam, atau justru dapat menghambat jalannya evakuasi. Jadi, yang perlu Anda lakukan di situasi ini adalah tarik napas dan tetap fokus.

Segera beri peringatan dengan berteriak

Jika Anda melihat api atau mencium bau asap yang mencurigakan, lakukan langkah berikut:

  • Berteriak “KEBAKARAN!”

  • Tekan alarm kebakaran jika tersedia

  • Peringatkan orang yang berada di sekitar lokasi.

Evakuasi dari lokasi dengan aman

Dalam proses evakuasi, prioritaskan keselamatan diri dengan cara:

  • Tinggalkan bangunan melalui jalur evakuasi

  • Jangan gunakan lift, gunakan tangga darurat

  • Jika ada asap tebal, merangkak agar bisa mendapat udara bersih dekat lantai

  • Tutup hidung dan mulut dengan kain basah

  • Jika memungkinkan bantu anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas

Tutup pintu untuk mencegah api menyebar

Jika memungkinkan, tutup pintu ruangan yang terbakar saat keluar. Hal ini diperlukan agar:

  • Menghambat penyebaran api

  • Mengurangi masuknya oksigen

  • Mengulur waktu untuk evakuasi dan menunggu kedatangan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar)

Gunakan APAR jika api masih kecil

Jika api masih kecil dan Anda memahami penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), lakukan pemadaman awal dengan metode PASS, yaitu:

  • Pull: Tarik pin pengaman

  • Aim: Arahkan ke titik api

  • Squeeze: Tekan tuas

  • Sweep: Sapu ke kiri dan kanan

Perlu diingat untuk tidak menggunakan APAR apabila asap sudah tebal atau api membesar. Apabila ini terjadi, segera evakuasi dan panggil bantuan.

Tutup celah pintu jika terperangkap

Jika Anda tidak dapat keluar untuk evakuasi, lakukan langkah-langkah berikut:

  • Tutup pintu

  • Gunakan kain basah untuk menyumbat celah pintu

  • Berada dekat jendela untuk mendapat udara

  • Beri tanda kepada petugas Damkar dengan kain, lampu, atau suara

Hubungi Dinas Pemadam Kebakaran

Segera hubungi layanan darurat dan sampaikan informasi rinci terkait:

  • Lokasi kebakaran

  • Situasi kebakaran

  • Apakah terdapat orang yang terjebak

Jangan masuk kembali ke dalam bangunan

Setelah berhasil keluar, tetaplah berada di titik kumpul. Pastikan seluruh anggota keluarga atau rekan hadir di titik tersebut. Selain itu, jangan pernah masuk kembali ke dalam gedung yang terbakar untuk mengambil barang.

2. Tindakan Ketika Terjadi Gempa

Ilustrasi tindakan apa yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat seperti kebakaran, gempa, atau kecelakaan kerja. Foto: Atypeek Dgn/Pexels.

Merujuk pada laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berikut tindakan yang perlu Anda lakukan apabila terjadi gempa sesuai dengan lokasi peristiwa gempa.

Jika berada di dalam bangunan:

  • Lindungi kepala dan badan Anda dari reruntuhan bangunan, salah satu caranya dengan bersembunyi di bawah meja.

  • Mencari tempat yang paling aman dari reruntuhan goncangan.

  • Berlari keluar apabila masih dapat dilakukan.

Jika berada di luar bangunan atau area terbuka:

  • Hindari bangunan yang ada di sekitar, seperti gedung, tiang listrik, pohon, dan lainnya.

  • Perhatikan tempat berpijak dan hindari rekahan tanah.

Jika sedang mengendarai mobil:

  • Keluar, turun, dan menjauh dari mobil. Segera menghindar jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

  • Perhatikan tempat berpijak, hindari rekahan tanah.

Jika tinggal atau berada di pantai:

  • Jauhi pantai untuk menghindari terjadinya tsunami.

Jika tinggal di daerah pegunungan:

  • Hindari daerah yang mungkin terjadi longsor.

3. Tindakan Ketika Terjadi Kecelakaan Kerja

Ilustrasi kecelakaan di tempat kerja. Foto: ME Image/Shutterstock

Merujuk YouTube Garuda Systrain Interindo yang berjudul E-Learning Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Kerja, berikut beberapa hal yang harus dilakukan apabila terjadi kecelakaan kerja berdasarkan jenis kecelakaannya.

Pingsan

Apabila korban mengalami pingsan, lakukan tindakan berikut:

  • Bawa ke tempat yang aman dan segar lalu baringkan

  • Apabila pucat, baringkan dengan bagian kaki ditinggikan

  • Periksa respons penderita

  • Longgarkan pakaian atau sesuatu yang mengikat

Pernapasan tersumbat

Apabila menemukan kondisi korban yang jalur pernapasannya tersumbat atau tidak ada napas, serta nadinya tidak teraba, maka segera lakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) seperti Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Pendarahan

Untuk korban yang mengalami pendarahan, lakukan penanganan berikut:

  • Tenangkan penderita

  • Lakukan elevasi atau mengangkat bagian tubuh yang berdarah lebih tinggi dari posisi jantung.

  • Menekan point pressure untuk memperlambat atau menghentikan aliran darah.

  • Balut pendarahan

  • Jangan beri makan dan minum

  • Segera bawa ke rumah sakit

Luka tertutup (memar/cedera himpitan)

Jika ditemukan korban dengan luka tertutup atau memar pada bagian tubuhnya, lakukan tindakan berikut:

  • Segera istirahatkan bagian tubuh yang terluka

  • Beri kompres es atau dingin

  • Balut anggota tubuh dengan kain khusus yang elastis

  • Jika anggota tubuhnya cedera, maka sebaiknya jangan disentuh dan segera dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga: Mengapa Penting Menggunakan APD di Laboratorium? Ini Penjelasannya

(MFT)