Tips Membuat Pertanyaan tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Calon Guru Penggerak (CGP) akan diminta untuk membuat daftar pertanyaan tentang nilai dan peran Guru Penggerak apabila telah sampai pada pembelajaran Elaborasi Pemahaman Modul 1.2. Jumlahnya tidak perlu banyak, yang penting berkualitas dan menunjukkan keseriusan untuk memahami materi modul pembelajaran.
Nantinya, semua pertanyaan yang disusun CGP akan dibahas dalam pertemuan daring dengan instruktur masing-masing. Dengan begitu, setiap CGP akan mendapatkan pemahaman lengkap terkait Modul 1.2 yang secara khusus berisi materi tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak.
Memahami nilai dan peran yang akan diemban merupakan bekal berharga bagi setiap CGP. Pasalnya, dua hal ini akan menjadi acuan dalam bertingkah laku dan mengambil keputusan saat mendidik murid.
Cara Membuat Pertanyaan tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak
Untuk membuat pertanyaan yang berkualitas tentang nilai dan peran Guru Penggerak, yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah memahami apa saja nilai dan peran yang harus diemban. Susunlah pertanyaan berdasarkan rasa keingintahuan, lalu sampaikan pertanyaan tersebut kepada instruktur untuk mendapatkan jawaban.
Lantas, apa saja nilai dan peran seorang Guru Penggerak yang harus dipahami setiap CGP terlebih dahulu?
1. Nilai-nilai Guru Penggerak
Berikut ini sejumlah nilai yang harus dianut seorang Guru Penggerak berdasarkan uraian dari Modul Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak yang disusun Aditya Dharma.
a). Berpihak pada Murid
Berpihak pada murid adalah nilai yang telah dibahas secara khusus di Modul 1.1. Ini merupakan filosofi utama dari Ki Hajar Dewantara yang mensyaratkan guru untuk selalu bergerak dengan mengutamakan kepentingan murid.
Sebagai bentuk keberpihakan pada murid, Guru Penggerak harus memahami tujuan pendidikan anak yang secara jelas dituliskan dalam pasal 29 ayat 1 UN CRC, yakni:
Pengembangan kepribadian, bakat dan kemampuan mental dan fisik anak secara maksimal;
Pengembangan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan fundamental, dan untuk prinsip-prinsip yang diabadikan dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa;
Pengembangan rasa hormat terhadap orang tua anak, identitas budaya, bahasa dan nilai-nilainya anak itu sendiri, untuk nilai-nilai nasional dari negara tempat anak itu tinggal, negara dari mana ia mungkin berasal, dan untuk peradaban yang berbeda dengan milik mereka;
Penyiapan anak untuk kehidupan yang bertanggung jawab dalam masyarakat yang bebas, dalam semangat saling memahami, perdamaian, toleransi, kesetaraan jenis kelamin, dan persahabatan di antara semua orang, kelompok etnis, bangsa, dan agama, serta orang-orang asli;
Pengembangan rasa hormat terhadap lingkungan alam.
b). Mandiri
Nilai mandiri menggambarkan semangat Guru Penggerak untuk terus belajar sepanjang hidupnya dan ikut dalam aksi perubahan ke arah pendidikan yang lebih baik. Guru Penggerak yang mandiri termotivasi untuk mengembangkan dirinya tanpa harus menunggu adanya pelatihan yang ditugaskan oleh sekolah, dinas, atau pihak lain.
c). Reflektif
Nilai reflektif merupakan mental yang diharapkan tumbuh dalam diri setiap Guru Penggerak, di mana mereka senantiasa memaknai pengalaman yang terjadi di sekelilingnya secara positif, apresiatif, dan produktif.
Dengan mengamalkan nilai reflektif, Guru Penggerak memanfaatkan pengalaman-pengalaman di sekelilingnya sebagai pembelajaran untuk menuntun dirinya, murid, dan orang lain ke dalam pembelajaran positif.
d). Kolaboratif
Nilai kolaboratif berarti seorang Guru Penggerak mampu membangun kerja sama yang positif antara seluruh pihak di lingkungan sekolah dan luar sekolah, seperti orang tua murid dan komunitas terkait untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Guru Penggerak pun diharapkan mampu mengomunikasikan kepada semua pihak mengenai pentingnya keberpihakan pada murid. Selain itu, berupaya membangun rasa saling percaya dan saling menghargai di antara seluruh pihak yang terlibat.
e). Inovatif
Makna dari nilai Inovatif adalah seorang Guru Penggerak mampu memunculkan gagasan segar dan tepat guna dalam menjalankan perannya. Guru Penggerak yang mempunyai nilai inovatif juga pantang menyerah serta jeli melihat peluang/potensi yang ada di sekitarnya untuk mendukung kualitas pembelajaran murid.
2. Peran Guru Penggerak
Dikutip dari laman Sekolah Penggerak Kemdikbud, berikut peran yang akan diemban seorang Guru Penggerak:
Menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya.
Menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah.
Mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah.
Membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah.
Baca Juga: Cara Membuat Tugas Modul 1.2 Guru dalam Program Guru Penggerak
(DEL)
