Konten dari Pengguna

Tugas Humas dan Peranannya dalam Sebuah Organisasi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tugas Humas. Foto: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tugas Humas. Foto: pixabay.com

Hubungan masyarakat (Humas) termasuk ke dalam komponen yang sangat penting dalam sebuah organisasi. Sebab, humas adalah wajah dari suatu perusahaan atau organisasi.

Peran utama seorang humas adalah membangun citra positif tempatnya bernaung di mata publik. Maka dari itu, seorang humas wajibuk memahami secara detail seluk beluk dan segala informasi yang berkaitan dengan perusahaan atau organisasinya.

Mengutip buku Humas & Keprotokolan, praktik humas adalah proses pemikiran, perencanaan, dan pencurahan daya untuk membangun serta menjaga pengertian antara organisasi dengan publiknya.

Apabila terjadi masalah di suatu organisasi, maka humas harus segera memberikan pernyataan kepada publik agar citra perusahaan tetap terjaga. Pasalnya, kesuksesan suatu organisasi atau perusahaan dalam membangun reputasi yang positif ada di tangan seorang humas.

Ilustrasi Tugas Humas. Foto: pixabay.com

Tugas Humas

Humas menjadi pengelola komunikasi antara sebuah organisasi dengan publik. Karenanya, seorang humas sebaiknya mengetahui tugas lengkapnya agar dapat menjaga citra organisasi dengan baik. Berikut tugas Humas yang disadur dari buku Manajemen Humas dan Publik Opinion Building karangan Slamet Mulyadi.

  • Mengedukasi publik melalui kegiatan non profit untuk menggunakan barang atau jasa instansinya.

  • Mengadakan klarifikasi atau usaha untuk mengatasi salah paham antara instansi dengan publiknya.

  • Meningkatkan penjualan barang atau jasa.

  • Meningkatkan kegiatan yang dekat atau berkaitan dengan kegiatan masyarakat.

  • Mengedukasi dan meningkatkan tuntutan serta kebutuhan masyarakat terhadap barang atau jasa yang dihasilkan.

  • Mencegah pergeseran penggunaan barang atau jasa yang sejenis dari pesaing.

Ilustrasi Tugas Humas. Foto: pixabay.com

Peran Humas

Perkembangan peran humas menjadi salah satu kunci utama dalam memahami fungsi humas dan komunikasi organisasi. Dozier & Broom dalam buku Humas & Keprotokolan mengungkapkan, ada empat peran humas/public relations dalam suatu organisasi, antara lain:

1. Penasehat Ahli (Expert Prescriber)

Seorang praktisi humas/public relations yang berpengalaman dan berkemampuan ahli dapat membantu mencari solusi dalam penyelesaian masalah hubungan organisasi dengan publik.

2. Fasilitator Komunikasi (Communications Fasilitator)

Dalam poin ini, praktisi humas/public relations berperan sebagai komunikator atau mediator guna membantu pihak manajemen untuk mengetahui dan mendengar hal apa yang diinginkan serta diharapkan oleh publik.

3. Fasilitator Proses Pemecahan Masalah (Problem Solving Process Fasilitator)

Peran praktisi humas/public relations dalam proses pemecahan masalah ini adalah bagian dari tim manajemen. Tujuannya untuk membantu pimpinan suatu organisasi, baik sebagai penasihat (adviser) hingga eksekutor atau pengambil keputusan dalam sebuah tindakan, untuk mengatasi persoalan atau krisis yang melanda.

4. Teknisi Komunikasi (Communication Technician)

Peranan teknisi komunikasi atau Communication Technician bagi praktisi public relations adalah menjadikannya sebagai journalist in resident yang berperan menyediakan layanan teknis komunikasi.

(DND)