Tujuan Pengemasan Makanan beserta Pengertian dan Jenis-jenisnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengemasan (packaging) merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan pemilik usaha di bidang makanan. Salah satu tujuan pengemasan makanan adalah menjaga produk agar tetap bersih dan terhindar dari kontaminasi bakteri.
Mengutip buku Bahan Ajar Kimia Pangan Konstruktivisme 5 Fhase Needham karya A. Rachman Ibrahim, dkk., budaya pengemasan makanan sebenarnya telah dimulai sejak manusia mengenal sistem penyimpanan bahan makanan.
Pengemasan secara tradisional diawali dengan memasukkan bahan makanan ke dalam suatu wadah untuk menyimpan dan melindunginya dari kotoran. Seiring perkembangan teknologi, pengemasan makanan menjadi semakin unik dan variatif.
Pengertian Pengemasan Makanan
Menurut Ismail Sulaiman dalam buku Pengemasan dan Penyimpanan Produk Bahan Pangan, pengemasan (packaging) secara umum adalah proses membungkus suatu produk untuk mengurangi terjadinya kerusakan.
Dalam pengertian yang lebih sempit, pengemasan makanan dianggap sebagai perlakuan pengamanan terhadap makanan atau bahan pangan agar dapat sampai ke tangan konsumen dengan kondisi yang baik secara kuantitas maupun kualitas.
Pengemasan makanan juga sering disebut dengan pembungkusan, pewadahan, atau pengepakan. Semua nama tersebut pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu melindungi makanan dan memperpanjang umur penyimpanannya.
Untuk memaksimalkan fungsi dari pengemasan makanan, ada beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam memilih bahan kemasan. Beberapa kriteria bahan untuk kemasan makanan antara lain sebagai berikut.
Mampu melewarkan udara (kedap udara).
Mampu melindungi makanan dari air (kedap air).
Tidak bersifat racun terutama sisi bagian dalam yang bersentuhan langsung dengan makanan.
Tahan panas.
Murah biaya pembuatan dan mudah penggunaannya.
Tujuan Pengemasan Makanan
Pengemasan makanan secara umum bertujuan untuk menjaga produk agar tetap higienis. Selain itu, ada beberapa tujuan lain dari pengemasan makanan yang tidak kalah penting. Dihimpun dari laman Kementerian Kesehatan RI, berikut adalah tujuan yang dimaksud.
Melindungi dan mengawetkan produk makanan dari sinar ultraviolet, panas, kelembapan udara, oksigen, benturan, kontaminasi dari kotoran dan mikroba yang dapat merusak atau menurunkan mutu produk.
Mewadahi produk makanan selama distribusi dari produsen hingga ke konsumen, agar produk tidak tercecer, terutama untuk cairan, pasta, atau butiran.
Sebagai identitas produk sekaligus alat komunikasi dan informasi kepada konsumen melalui label yang terdapat pada kemasan.
Meningkatkan efisiensi dalam hal penghitungan, serta memudahkan pengiriman dan penyimpanan.
Memperluas pemakaian dan pemasaran produk.
Menambah daya tarik calon konsumen.
Sarana informasi dan iklan.
Baca juga: Alasan di Balik Kemasan Makanan Ringan yang Penuh Udara
Jenis-Jenis Bahan Pengemas Makanan
Diambil dari buku Industri Pangan Hasil Perkebunan karya Muh. Yamin, berikut adalah beberapa jenis bahan yang biasa digunakan sebagai pengemas makanan.
1. Wadah utama (pengemas yang berhubungan langsung dengan produk makanan)
Kaleng/logam
Botol/gelas
Plastik
Kertas
Kain
Kulit, daun, gerabah, bambu, dll
2. Wadah luar (pelindung wadah utama selama distribusi, penjualan, atau penyimpanan)
Kayu
Karton
(AAA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan pengemasan makanan?

Apa yang dimaksud dengan pengemasan makanan?
Pengemasan makanan dianggap sebagai perlakuan pengamanan terhadap makanan atau bahan pangan agar dapat sampai ke tangan konsumen dengan kondisi yang baik secara kuantitas maupun kualitas.
Apa saja syarat atau kriteria bahan untuk pengemasan makanan?

Apa saja syarat atau kriteria bahan untuk pengemasan makanan?
Kedap udara, kedap air, tahan panas, dan tidak bersifat racun.
Apa saja jenis-jenis bahan pengemas makanan?

Apa saja jenis-jenis bahan pengemas makanan?
Jenis bahan pengemas makanan untuk wadah utama umumnya berupa kaleng/logam, botol/gelas, plastik, kertas, kain, kulit, daun, dan lain-lain.
