Tuntunan Malam Pertama Seorang Muslimah, Ini yang Perlu Dilakukan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi seorang Muslimah yang baru melangsungkan pernikahan, malam pertama mungkin memunculkan rasa canggung. Perasaan malu, khawatir, atau canggung merupakan hal yang wajar.
Namun pasangan suami istri hendaknya bersuka cita karena telah menyempurnakan separuh ibadah agamanya. Rasulullah bersabda,
"Barangsiapa menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh ibadahnya (agamanya). Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah SWT dalam memelihara yang sebagian lagi." (HR. Thabrani dan Hakim).
Selain itu, dengan menikah dan melakukan jima’ umat Islam juga dapat melestarikan keturunan Adam.
Allah SWT tentu tidak membiarkan umat-Nya bertindak tanpa arah. Semua perkara di dunia, termasuk yang menyangkut malam pertama telah diatur sedemikian rupa agar mendatangkan kebermanfaatan.
Oleh sebab itu umat Islam tidak perlu merasa canggung ketika hendak bersenggama untuk yang pertama kalinya. Nah, untuk para muslimah, berikut ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan saat malam pertama:
Mandi atau Membersihkan Diri
Membersihkan diri sebelum jima’ adalah sunnah. Ini bertujuan agar badan terasa segar dan bersih sehingga mengurangi gangguan saat berhubungan badan.
Abu Rafi’ ra berkata, “Rasulullah pada suatu hari pernah menggilir istri-istri beliau, beliau mandi tiap kali selesai berhubungan bersama ini dan ini. Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah lebih baik engkau cukup sekali mandi saja?” Beliau menjawab, “Seperti ini lebih suci dan lebih baik serta lebih bersih.” (HR. Abu Daud dan Ahmad. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Berhias
Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani dalam kitab Aadaab Islaamiyyah menyarankan agar suami dan istri mempercantik diri atau berhias sebelum jima'.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:
“Telah ditetapkan (oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) kepada kami agar mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan serta tidak membiarkannya lebih dari 40 malam.” [Shahih: HR. Muslim no. 258 (51), at-Tirmidzi no. 2759, Abu Dawud no. 4200, an-Nasa-i I/15-16 no. 14]
Tidak Berhubungan Badan Saat Haid
Berhubungan badan saat haid dilarang dalam Islam. Hal ini tercantum dalam hadits riwayat Malik dari Zaid bin Aslam yang berbunyi:
“Bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata: ‘Apakah yang dihalalkan bagiku dari istriku yang sedang haid?’ Beliau bersabda: ‘Hendaklah engkau kencangkan sarungnya, kemudian dibolehkan bagimu bagian atasnya”. (Al-Muwaththa’, Nomor 143).
Meski demikian, mayoritas ulama sepakat bahwa pasangan suami istri dapat bercumbu selama haid asalkan tidak melakukan senggama. Ini merupakan pandangan Mazhab Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hanbali.
Sholat Sunnah Bersama Suami
Di malam pertama, pasangan pengantin baru diajurkan untuk menunaikan sholat sunnah dua rakaat sebelum berhubungan intim.
Setelah sholat, keduanya membaca doa berikut ini:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَهْلِيْ، وَبَارِكْ لَهُمْ فِيَّ، اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي مِنْهُمْ، وَارْزُقْهُمْ مِنِّي، اَللَّهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ إِلَى خَيْرٍ، وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَّقْتَ إِلَى خَيْرٍ
Allahumma baarik lii fii ahlii, wa baarik lahum fiyya. Allahummazuqnii minhum warzuqhum minni. Allahummajma' baynanaa maa jama'ta ila khairin, wa farriq baynanaa idza farraqta ilaa khairin.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan kepada istriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rezeki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rezeki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah kami (berdua) dalam kebaikan.”
Membaca Doa Setelah Jima’
Setelah bersenggama, pasangan suami istri dianjurkan untuk berdoa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Bunyi doa setelah berhubungan suami isteri adalah:
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا
Alhamdulillaahi lladzii khalaqa minal maa i basyaraa
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan)".
(ERA)
