Konten dari Pengguna

Update Kasus Hantavirus di Indonesia 2026, Ini Kondisi Terkininya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hantavirus. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hantavirus. Foto: Shutterstock

Belakangan, wabah Hantavirus kembali menjadi sorotan setelah 3 penumpang kapal pesiar MV Hondius milik Oceanwide Expeditions dilaporkan meninggal dunia. Kapal tersebut tengah berlayar di perairan lepas pantai Tanjung Verde, Afrika, saat insiden terjadi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, virus ini diketahui sebagai Andes Virus yang umumnya ditemukan di wilayah Amerika Selatan. Virus ini dapat memicu terjadinya Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yakni penyakit paru-paru yang memiliki tingkat kematian tinggi.

Meski kasus tersebut terjadi di luar negeri, Hantavirus bukan hal baru di Indonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, infeksi virus ini juga tercatat di sejumlah wilayah. Untuk mengetahui kondisi terbarunya di tahun 2026, simak update kasus Hantavirus di Indonesia berikut ini!

Update Kasus Hantavirus di Indonesia 2026

Ilustrasi update Hantavirus di Indonesia. Foto: Shutterstock

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan terdapat lima kasus Hantavirus yang tercatat sepanjang tahun 2026. Dari laporan tersebut, dua suspek terbaru di daerah DKI Jakarta dan DI Yogyakarta dipastikan negatif setelah hasil pemeriksaan lanjutan keluar.

Sementara itu, tiga kasus lainnya belum dapat dipastikan karena terkendala kualitas atau kesalahan sampel. Secara keseluruhan, sejak tahun 2024 hingga 2026, tercatat ada 23 kasus Hantavirus di Indonesia, dengan 20 pasien sembuh dan tiga meninggal dunia.

Berdasarkan data tersebut, sebaran kasus Hantavirus berdasarkan domisili pasien adalah sebagai berikut:

  • Jakarta dan DI Yogyakarta: masing-masing 6 kasus

  • Jawa Barat: 5 kasus

  • Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sumatra Barat, Sulawesi Utara, Banten, dan Jawa Timur: masing-masing 1 kasus

Dikutip dari laman badankebijakan.kemkes.go.id, kasus Hantavirus yang terdeteksi di Indonesia berasal dari strain Seoul Virus, yang termasuk tipe HFRS (Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome). Penularannya berkaitan dengan tikus rumah, seperti Rattus rattus (tikus hitam) dan Rattus norvegicus (tikus got).

Virus tersebut dapat menginfeksi manusia melalui:

  • Gigitan tikus

  • Kontak dengan air liur

  • Paparan urine

  • Paparan kotoran

  • Menghirup partikel debu yang telah terkontaminasi

Jenis dan Gejala Hantavirus

Ilustrasi jenis dan gejala Hantavirus. Foto: Shutterstock

Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus dari genus Hantavirus dalam famili Bunyaviridae, serta ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Gejala yang muncul pada penderita dapat berbeda-beda, tergantung jenis Hantavirus yang menginfeksi.

Dikutip dari laman Dinkes Sleman, berikut jenis dan gejala Hantavirus:

1. Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)

  • Gejala awal: sakit kepala berat, nyeri punggung dan perut, demam, menggigil, mual, dan penglihatan kabur

  • Gejala lain yang dapat muncul: wajah kemerahan, peradangan, mata merah, atau ruam

  • Gejala lanjutan: tekanan darah menurun, syok akut, pecah pembuluh darah, serta gangguan ginjal akut

2. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

  • Gejala awal: kelelahan, demam, dan nyeri otot (terutama di paha, panggul, punggung, dan bahu)

  • Fase lanjut (4–10 hari): batuk dan sesak napas akibat paru-paru terisi cairan

  • Kondisi berat: gangguan fungsi jantung dan penurunan aliran darah, sehingga juga dikenal sebagai Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS)

Baca juga: Penumpang-Awak Kapal Terdampak Hantavirus Tiba di Belanda, Dikarantina 6 Minggu

(RK)