Urutan Jalannya Urine, Mulai dari Ginjal hingga Keluar Tubuh

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Urutan jalannya urine adalah tahapan proses ekskresi yang dilakukan ginjal dengan menyaring darah. Urine dikeluarkan dari tubuh melalui saluran kemih bersama dengan zat-zat racun dan zat sisa hasil metabolisme.
Ginjal berjumlah sepasang dan terdiri dari tiga bagian utama, yakni kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula), dan rongga ginjal (pelvis). Setelah selesai diproses pada bagian-bagian ini, selanjutnya urine dialirkan ke saluran lainnya hingga sampai ke kantung kencing atau kandung kemih.
Di dalam kandung kemih, jika jumlah urine yang ditampung sudah banyak, maka dinding kantung akan tertekan sehingga otot yang melingkar pada pangkal kantung meregang. Karena hal tersebut akan timbul rasa ingin mengeluarkan urine atau buang air kecil. Namun, bagaimanakah proses perjalanan urine dari ginjal ke kandung kemih? Simak penjelasan berikut.
Urutan Jalannya Urine
Mengutip buku IPA Terpadu SMP/MTs Kls IX A oleh Agung Wijaya, berikut urutan jalannya urine dari ginjal hingga kandung kemih dan dikeluarkan dari tubuh.
Darah yang akan disaring dialirkan ke dalam ginjal melalui arteri ginjal (arteri renalis). Di dalam arteri ginjal terdapat pula air dan beberapa larutan yang akan disaring. Sebagian larutan yang tidak terfiltrasi akan keluar kembali ke sistem sirkulasi melalui vena.
Terjadi proses filtrasi atau penyaringan darah dalam ginjal. Darah kemudian masuk ke kapiler glomerulus. Di dalam glomerulus, air dan zat terlarut disaring sehingga menghasilkan filtrat glomeruli (urin primer). Selanjutnya, filtrat glomeruli masuk ke kapsula Bowman.
Di dalam filtrat glomeruli, masih ada zat yang dapat digunakan oleh tubuh, misalnya glukosa, garam, asam amino, dan air. Bersama filtrat glomeruli, zat-zat tersebut berjalan melewati tubulus proksimal, lengkung Henle, sampai pada tubulus distal. Saat melewati ketiga bagian inilah akan terjadi reabsorbsi atau penyerapan kembali.
Sisa cairan reabsorbsi akan mengalami penambahan/sekresi zat-zat dari pembuluh darah kapiler di sekitar tubulus distal. Zat-zat tersebut antara lain ion hidrogen, ion klorida, racun, dan sisa obat-obatan yang tidak berguna. Proses ini disebut dengan augmentasi.
Selanjutnya, urin mengalir ke dalam pembuluh-pembuluh halus saluran pengumpul yang terdapat dalam sumsum ginjal. Saluran tersebut bermuara pada rongga ginjal. Urine yang terkumpul dalam rongga ginjal, mengalir melalui ureter menuju ke kandung kemih. Terakhir, urine mengalir keluar dari tubuh melalui uretra atau saluran kencing.
Secara singkat, urutan jalannya urin sampai dikeluarkan dari tubuh adalah sebagai berikut:
Rongga ginjal -> ureter -> kandung/kantung kemih -> uretra.
(AFM)
