Utang atau Hutang, Mana yang Baku Menurut KBBI?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam percakapan sehari-hari, mayoritas orang masih abai dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mereka cenderung berbicara dengan bahasa non baku yang sifatnya lebih santai.
Akibatnya, banyak kata-kata yang penulisannya masih keliru, contohnya utang. Tak sedikit orang belum memahami mana yang benar antara utang atau hutang. Padahal, ini termasuk kata yang sering diucapkan dalam percakapan.
Jika mengacu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata yang benar adalah utang, bukan hutang. Utang didefinisikan sebagai uang yang dipinjam dari orang lain atau kewajiban membayar kembali apa yang sudah diterima.
Kata utang juga memiliki turunan sebagai berikut:
Berutang: mempunyai utang
Mengutangi: memberi pinjaman uang
Mengutangkan: meminjamkan uang atau benda kepada seseorang
Utangan: yang diperoleh karena berutang
Perutangan: perihal utang-berutang
Baca juga: Penulisan Singkatan Almarhumah yang Benar Sesuai KBBI
Kata yang Sering Salah Tulis Tidak Sesuai KBBI
Selain utang, berikut beberapa kata yang penulisannya masih sering salah dan tidak sesuai dengan KBBI:
1. Mengubah
'Mengubah' berasal dari kata dasar ubah yang berarti tukar atau ganti. Kata ini mendapat imbuhan me- di bagian awal. Namun, karena kata dasarnya diawali dengan huruf vokal, yaitu u, imbuhan me- berubah jadi meng-. Dalam percakapan sehari-hari, kata 'mengubah' sering salah dieja menjadi 'merubah'.
2. Antre
Merujuk pada KBBI, 'antre' merupakan kata yang tepat untuk mendefinisikan “berdiri berderet-deret memanjang menunggu mendapat giliran”. Meski sering digunakan, masih banyak orang yang salah mengeja 'antre' dengan 'antri'.
Kata antre sendiri biasa digunakan untuk menggambarkan situasi menunggu giliran. Bahasa baku antre juga berlaku untuk turunannya, yaitu mengantre, antrean, pengantre, dan pengantrean.
3. Sekadar
Dalam keseharian, kata 'sekadar' sering ditulis dengan 'sekedar'. Mengacu pada KBBI, kata yang benar ialah 'sekadar'. Sekadar memiliki arti sesuai atau seimbang dengan; menurut keadaan; sepadan (dengan).
Selain itu, sekadar juga bisa didefinisikan sebagai hanya untuk atau seperlunya. Misalnya, “Jangan dimasukkan hati, ucapannya itu hanya sekadar candaan semata.”
Baca juga: Mana Kata yang Benar dalam KBBI, Menyontek atau Mencontek?
4. Kedaluwarsa
Dalam KBBI, kata yang benar adalah 'kedaluwarsa' bukan 'kadaluarsa' apalagi kadaluwarsa. Isilah ini lazim digunakan dalam keseharian untuk menyebut sesuatu yang sudah melewati batas waktu. Penggunaannya lebih sering dikaitkan dengan produk makanan dan minuman.
5. Hafal
'Hapal' merupakan bentuk kata tidak baku dari 'hafal'. Kata ini mengandung arti telah masuk dalam ingatan. Kata 'hafal' juga bisa diberi imbuhan pada bagian awal ataupun akhir, seperti menghafal, menghafalkan, atau hafalan.
6. Memengaruhi
'Memengaruhi' berasal dari kata pengaruh yang berarti daya yang ada atau timbul dari sesuatu yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang. Kata pengaruh mendapatkan imbuhan me- di bagian awal.
Namun, bahasa Indonesia mengenal hukum KTSP, yaitu aturan di mana jika imbuhan pe- dan me- bertemu dengan kata dasar yang berawalan huruf k, t, s, dan p, huruf tersebut harus dileburkan atau dihilangkan.
Kata pengaruh diawali dengan huruf p sehingga termasuk ke dalam golongan kata yang dileburkan. Karena itu huruf p dalam kata mempengaruhi dihilangkan sehingga menjadi memengaruhi.
(ADS)
Baca juga: Mengonsumsi atau Mengkonsumsi, Mana yang Tepat Menurut KBBI?
Frequently Asked Question Section
Apa arti utang dalam KBBI?

Apa arti utang dalam KBBI?
Utang didefinisikan sebagai uang yang dipinjam dari orang lain atau kewajiban membayar kembali apa yang sudah diterima.
Mempengaruhi atau memengaruhi?

Mempengaruhi atau memengaruhi?
Kata yang benar menurut KBBI adalah memengaruhi.
Apa itu hukum KTSP?

Apa itu hukum KTSP?
Hukum KTSP adalah aturan jika imbuhan pe- dan me- bertemu dengan kata dasar yang berawalan huruf k, t, s, dan p, huruf tersebut harus dileburkan atau dihilangkan.
