Konten dari Pengguna

Waktu Menikah yang Baik dan Keutamaannya bagi Pasangan Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi waktu menikah yang baik, foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi waktu menikah yang baik, foto: Pixabay

Pernikahan merupakan sesuatu yang sakral sekaligus menggembirakan. Diperlukan persiapan yang matang sebelum melangsungkan pernikahan, termasuk soal pemilihan waktu menikah yang baik.

Menikah menurut Islam adalah bagian dari sunnah Nabi yang dianjurkan. Itu karena pernikahan merupakan ibadah yang dapat menyempurnakan agama seseorang.

Anjuran untuk menikah tercantum dalam hadits. Rasulullah SAW bersabda:

"Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang sudah mampu menanggung nafkah, hendaknya dia menikah. Karena menikah lebih mampu menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Sementara siapa saja yang tidak mampu, maka hendaknya ia berpuasa. Karena puasa bisa menjadi tameng syahwat baginya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Waktu Menikah yang Baik

Ilustrasi waktu menikah yang baik, foto: Pixabay

Menurut Yola Hemdi dalam buku Rahasia Rumah Tangga Rasulullah, dalam Islam, semua bulan adalah waktu yang baik untuk menikah. Namun, waktu yang paling dianjurkan untuk menikah adalah di bulan Syawal karena memiliki dua keutamaan.

1. Mengikuti Sunnah Nabi

Syawal merupakan bulan yang baik untuk menikah. Itu karena pada bulan tersebut, Nabi Muhammad SAW mempersunting ibunda Aisyah ra.

Disampaikan oleh Aisyah ra, ia berkata: "Rasulullah menikahiku pada bulan Syawal dan beliau menggauliku pada bulan Syawal. Maka siapakah dari istri-istri Rasulullah yang lebih utama bagi beliau daripada saya? Salah seorang perawi berkata, Dan Aisyah merasa senang jika para wanita menikah di bulan Syawal." (HR. At-Tirmidzi)

2. Melawan Syirik

Tujuan Rasulullah menikah dengan Aisyah di bulan Syawal bertujuan untuk mendobrak kepercayaan lama masyarakat Arab pada saat itu. Mereka beranggapan bahwa Syawal adalah bulan sial, sehingga tidak diperbolehkan melakukan kegiatan apa pun, termasuk menikah.

Kepercayaan masyarakat Arab tersebut merupakan bagian dari Syirik Thiyarah, yakni syirik karena menganggap sial sesuatu. Diriwayatkan oleh Abdullah bin Masud, Nabi Muhammad bersabda:

"Thiyarah adalah kesyirikan, thiyarah adalah kesyirikan, thiyarah adalah kesyirikan. Dan setiap kita pasti pernah mengalaminya. Namun Allah hilangkan itu dengan memberikan tawakal." (HR. Abu Daud)

Frequently Asked Question Section

Apa pengertian menikah dalam Islam?
chevron-down

Menikah merupakan bagian dari ibadah yang dapat menyempurkan agama seseorang.

Apa itu syirik thiyarah?
chevron-down

Syirik thiyarah adalah syirik karena menganggap sial sesuatu, termasuk mempercayai sialnya suatu bulan atau hari.

Bolehkah menikah di bulan Muharram?
chevron-down

Dalam Islam, semua bulan adalah baik, sehingga seseorang dapat menikah di bulan apa pun dalam kalender Hijriah.

(PHR)