Warna Liturgi Malam Natal dan Makna di Baliknya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam tradisi umat Nasrani, warna liturgi merupakan tanda siklus gereja dan peristiwa gerejawi. Karena itu, setiap peristiwa besar dalam amemiliki warna liturgi yang berbeda-beda, termasuk Natal.
Mengutip buku Hari Raya Liturgi Sejarah oleh Rachman, warna liturgi biasanya mendominasi berbagai atribut dari peristiwa bersangkutan. Sebut saja taplak altar, banner di dinding, spanduk, bendera, aksesori pakaian, bunga, dan sebagainya.
Ada lima dasar warna liturgi, yaitu putih, merah, hijau, ungu, dan hitam. Meski Natal identik dengan warna hijau dan merah, kedua warna itu bukanlah warna liturginya. Lalu, apa warna liturgi malam Natal dan apa maknanya? Simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.
Baca juga: Memahami Warna Liturgi dan Warna Baju Sabtu Suci
Warna Liturgi Malam Natal
Mengutip situs J. Oliver Buswell Jr. Library, kalender gereja dimulai dengan Adven, empat hari Minggu sebelum Hari Natal. Biru tua atau ungu menjadi warna liturgi untuk masa ini. Terkadang, merah muda juga dipakai untuk minggu ke-3.
Untuk musim Natal, dimulai dari malam Natal sampai Hari Natal, digunakan warna putih atau emas. Warna liturgi Natal ini berlaku sampai Epifani, puncak perayaan masa Natal yang jatuh pada tanggal 6 Januari. Dalam beberapa tradisi, warna tersebut terus dikenakan sampai hari Minggu sesudahnya.
Dijelaskan dalam buku Dasar-Dasar Liturgi oleh Komisi Liturgi, warna putih dipandang sebagai simbol kemuliaan, kemurnian, kebenaran mutlak, dan kejayaan yang penuh kemenangan. Warna putih juga melambangkan kesucian dan terang yang tak terpadamkan.
Selama masa Natal, Sri Paus akan mengenakan jubah, singel, dan solideo (topi bulat) berwarna putih. Berbagai ornamen di gereja pun didominasi dengan warna putih.
Selain Natal, warna putih juga dipakai dalam perayaan liturgi lainnya, misalnya pada masa Paskah, hari raya peringatan Tuhan Yesus, dan peringatan Santa Perawan Maria.
Baca juga: Warna Liturgi Minggu Palma beserta Penjelasan Maknanya
Setelah masa Natal selesai, umat Nasrani akan kembali ke masa biasa yang ditandai dengan warna liturgi hijau. Hijau merupakan simbol ketenangan yang menyegarkan, melegakan, dan manusiawi.
Dalam masa biasa, orang Kristiani menghayati hidup dan rutinitasnya dengan penuh ketenangan terhadap sabda Allah. Mereka juga akan menghayati harapan akan kasih Allah.
Masa biasa berlangsung sampai hari Selasa sebelum Hari Rabu Abu atau permulaan masa Prapaskah. Pada masa Prapaskah, warna liturgi yang digunakan adalah ungu dan hitam.
Warna ungu merupakan simbol kebijaksanaan, keseimbangan, sikap hati-hati, dan wawas diri. Itulah mengapa warna ini dipilih untuk ibadah tobat pada masa Prapaskah. Selama masa ini, seluruh umat diundang untuk bertobat dan mempersiapkan diri menyambut Paskah.
Sedangkan, warna hitam melambangkan kegelapan, pengorbanan, kesedihan, dan kedukaan. Penggunaan warna ini tidak mutlak, biasanya diganti dengan warna ungu.
(ADS)
Baca juga: Warna Baju untuk Rabu Abu beserta Maknanya bagi Umat Katolik
Frequently Asked Question Section
Apa saja warna liturgi gereja?

Apa saja warna liturgi gereja?
Ada lima dasar warna liturgi, yaitu putih, merah, hijau, ungu, dan hitam.
Apa arti warna liturgi ungu?

Apa arti warna liturgi ungu?
Warna ungu merupakan simbol kebijaksanaan, keseimbangan, sikap hati-hati, dan wawas diri.
Warna liturgi hijau digunakan untuk apa?

Warna liturgi hijau digunakan untuk apa?
Setelah masa Natal selesai, umat Nasrani akan kembali ke masa biasa yang ditandai dengan warna liturgi hijau.
