kumparan
12 Nov 2018 16:54 WIB

7 Ciri-ciri Lowongan Kerja Palsu yang Harus Kamu Waspadai

Minggu (11/11) malam kemarin sebanyak 128 orang menjadi korban penipuan dengan modus lowongan pekerjaan yang diadakan oleh PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Keberangkatan mereka ke Yogyakarta dihadang oleh petugas di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat yang mengetahui tiket yang mereka beli seharga Rp 5-20 juta tersebut ternyata palsu. Pelaku mengiming-imingi para korban akan mengikuti pendidikan dan pelatihan sebagai calon pegawai PT KAI.
ADVERTISEMENT
Manajemen PT KAI pun mengingatkan bahwa proses perekrutan calon pegawai hanya akan dilakukan melalui situs resmi mereka http://recruitment.kai.id dan tidak akan dipungut biaya sepeser pun. Melihat dari salah satu kasus penipuan lowongan pekerjaan ini, berikut adalah tujuh ciri-ciri lowongan pekerjaan yang kamu lamar adalah palsu dan harus segera kamu hindari:
1. Mengaku sebagai HRD
(Sumber: Unsplash)
Para pelamar patut mewaspadai apabila ada seseorang yang menghubungi kamu dan mengatasnamakan dirinya sebagai pihak HRD perusahaan. Pada kenyataannya seorang HRD dari perusahaan besar tidak akan menghubungi langsung melalui telepon dan meminta kamu untuk langsung bergabung dengan perusahaannya atau bahkan hanya sekadar mengundang para pelamar.
2. Menggunakan domain email gratis
(Sumber: Unsplash)
Sebuah perusahaan apalagi yang sudah mempunyai nama besar pasti akan mempunyai domain web sendiri misalnya http://recruitment.kai.id. Sementara itu lowongan pekerjaan palsu yang mengatasnamakan perusahan-perusahaan besar yang diketahui semua orang biasanya menggunakan domain email gratis seperti wordpress.com atau blogspot.com.
ADVERTISEMENT
3. Lowongan pekerjaan diumumkan melalui pesan singkat atau media sosial
Contoh lowongan abal Chevron (Foto:Tio/kumparan)
Lowongan pekerjaan tersebut patut kamu waspadai apabila diumumkan melalui SMS, media sosial, atau bahkan situs yang tidak kredibel. Para penipu biasanya mencantumkan nama perusahaan-perusahaan terkenal yang sedang membuka lowongan pekerjaan namun dimuat melalui pesan singkat atau justru media sosial yang tidak resmi.
Jika kamu mendapatkan tawaran ini dari nomor yang tidak dikenal sebaiknya segera kamu hindari, karena mereka pasti berniat menipu kamu untuk mengeluarkan uang bagi mereka.
4. Biaya transportasi, konsumsi, dan akomodasi serta yang lainnya ditanggung sendiri
(Sumber: Pixabay)
Lowongan kerja palsu yang patut kamu curigai adalah saat kamu sudah memasuki tahap wawancara dan mereka menentukan lokasi wawancara yang jauh dari kota penempatan yang kamu lamar. Lalu para penipu akan meminta Anda untuk menggunakan uang pribadi untuk membiayai transportasi hingga penginapan di tempat wawancara yang telah mereka sebutkan.
ADVERTISEMENT
Sejatinya tidak akan ada perusahaan yang akan memungut biaya sepeser pun ketika mereka membuka lowongan pekerjaan.
5. Menelepon langsung
(Sumber: Unsplash)
Modus yang dilakukan oleh penipu biasanya akan menelepon langsung ke nomor handphone Anda. untuk menyampaikan bahwa telah mengirimkan sebuah email atau sms yang harus segera ditanggapi. Hal ini tentu akan memainkan emosi pelamar yang sudah menginginkan pekerjaan tersebut sehingga mereka menjadi kurang terlalu peka terhadap hal ini.
Para pelamar seharusnya mencurigai apabila penelepon juga menggunakan nomor telepon biasa untuk menghubungimu. Padahal seharusnya perusahaan akan menghubungi pelamar atau melakukan kegiatan kantor lainnya hanya dengan menggunakan nomor telepon resmi kantor.
6. Langsung diterima untuk bekerja
(Sumber: Unsplash)
Ketika menghubungi Anda, mereka akan mengatakan bahwa kalian akan langsung bisa diterima untuk bekerja tanpa harus melalui tahap wawancara. Padahal sebuah perusahaan resmi seharusnya melakukan beberapa tahap untuk merekrut seorang pegawai misalnya mengirimkan CV juga wawancara.
ADVERTISEMENT
Pastikan Anda mengecek terlebih dahulu apakah nomor telepon yang menghubungi Anda adalah nomor resmi serta alamat email yang mereka lampirkan adalah asli bukan yang gratisan. Sekalipun mereka mengundang Anda untuk wawancara biasanya undangan tersebut tidak akan menawarkan berbagai posisi yang mereka miliki.
7. Tidak memenuhi kaidah penulisan surat yang resmi
(Sumber: lasealwin.com)
Apabila perusahaan melakukan pemanggilan seleksi calon pegawai melalui surat, maka Anda harus memperhatikan penggunaan tanda baca serta berbagai aturan penulisan surat resmi lainnya. Biasanya surat resmi sebuah perusahaan akan tampak sangat rapi, disertai dengan atribut, stempel atau logo perusahaan yang lengkap serta menggunakan kata-kata yang formal.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan