7 Restorasi Gagal yang Merusak Karya Seni Berusia Ratusan Tahun

Membicarakan apa saja yang sedang ramai.
Tulisan dari Berita Heboh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbagai karya lukisan dari para seniman ternama, salah satunya seperti Leonardo Da Vinci mempunyai daya tarik sendiri bagi para turis dan pecinta seni dari seluruh dunia. Karya-karya mereka bahkan diakui sebagai karya seni dengan unsur seni tinggi yang memiliki filosofi yang dalam. Maka dari itu restorasi pun perlu dilakukan agar mahakarya yang sudah berusia ratusan tahun tersebut masih bisa dinikmati dan dikenang oleh orang-orang di masa berikutnya. Namun ternyata pekerjaan restorasi ini tidak selalu berjalan mulus karena adanya keteledoran yang dilakukan oleh para pekerjanya. Berikut adalah 7 karya seni yang hancur berkat restorasi yang gagal:
1. Fresko di Kapel Sistine, Vatikan.

(Sumber: Talltanic/Youtube)
Telah berdiri sejak tahun 1481 kapel terbesar di kota Vatikan, Italia ini telah dipenuhi oleh karya seni dari para seniman beraliran Renaissance pada saat itu. Karena karya seni yang megah tersebut, sebanyak 5 juta orang dari berbagai negara selalu mengunjungi tempat itu setiap tahunnya. Pada akhir tahun 1980 dan 1990, pembangunan di sekitar kapel tersebut sedang berkembang yang menyebabkan berbagai fresko dan karya lukis di sana tertutup oleh debu dan jelaga. Maka dilakukanlah restorasi demi membuat berbagai karya tersebut kembali bisa dinikmati oleh pengunjung.
Tetapi bukannya menjadi lebih jelas, karya lukis yang sudah berusia 5 abad tersebut justru menjadi rusak. Beberapa orang mengatakan bahwa karya terbesar Vatikan itu justru dihancurkan oleh para pekerja restorasi yang kurang berhati-hati sehingga banyak karakter lukisan tersebut yang kehilangan matanya.
2. Topeng Tutankhamun di Museum Kairo, Mesir.

Jenggot Tutankhamun sebelum dan sesudah reparasi. (Sumber: milk.xyz & Ahmad El-Nemr/Flickr)
Museum tersebut menyimpan topeng bersejarah milik mayat Firaun Mesir Tutankhamun yang telah berumur sekitar 3300 tahun itu. Topeng yang berbahan dasarnya emas tersebut disimpan di dalam kotak kaca agar para pengunjung bisa melihat namun tidak untuk disentuh. Ketika itu pihak museum pun memanggil para pekerja restorasi untuk mengganti bola lampu yang ada di dalam kotak kaca tersebut. Karena ceroboh, seorang pria yang hendak mengerjakan permintaan tersebut tanpa sengaja menyenggol jenggot berwarna biru emas tersebut.
Mengetahui hal tersebut, pihak museum menyuruh mereka untuk kembali memasang jenggot yang copot. Alih-alih menerapkan metode standar reparasi untuk kembali memasang jenggot tersebut, mereka justru malah menggunakan lem perekat epoxy yang biasanya digunakan untuk merekatkan vas yang pecah. Lebih parahnya lagi mereka juga menuangkannya terlalu banyak sehingga bagian jenggot tersebut pun berantakan. Dalam kepanikan mereka mencoba memahat sisa-sisa lem yang kelebihan yang justru meninggalkan warna kuning transparan akibat lem serta bagian dagu emas topeng tersebut yang tergores benda tajam.
3. Lukisan Orpheus karya Leonardo Da Vinci

(Sumber: Talltanic/ Youtube)
Leonardo Da Vinci pernah membuat sketsa untuk drama Agnolo Poliziano yang berjudul Orpheus. Dalam lukisan tersebut dikisahkan Orpheus, seorang seniman mitologi asal Yunani hendak diserang oleh para wanita yang mengamuk. Lukisan asli yang bernilai belasan miliar itu kemudian dilakukan restorasi agar warnanya kembali cerah. Namun sayangnya, pekerja restorasi yang melaksanakan tugasnya tersebut justru menggunakan air dan alkohol ketika bekerja sehingga terjadilah malpraktek.
Selain menggunakan kedua barang tersebut, ia juga tidak mengaplikasikannya ke bagian lukisan yang tidak terlalu mencolok untuk berjaga-jaga seandainya terjadi kesalahan. Akibatnya terjadilah sebuah reaksi kimia yang menyebabkan seluruh cat di lukisan tersebut menghilang. Pada akhirnya kerusakan tersebut tidak bisa diperbaiki dan dinyatakan hilang untuk selamanya.
4. Fresko di Kuil Yunjie, Cina

Fresco yang difoto pada tahun 2011 dan sesudah direstorasi pada tahun 2013 (Sumber: AFP PHOTOSTR/AFP/Getty Images dan hyperallergic.com)
Kuil Yunjie di Chaoyang, timur laut Cina juga terkenal indah karena berbagai fresko yang menghiasinya. Namun sayangnya di tahun 2013 sebuah perusahaan lokal dari kota tersebut telah memberikan izin kepada para pekerja restorasi yang tidak kompeten untuk melakukan restorasi. Padahal pemerintah kota tersebut sudah tidak memberikan izin kepada mereka untuk melakukan restorasi.
Akhirnya pekerjaan mereka pun ternyata benar telah menghancurkan peninggalan bersejarah tersebut. Alih-alih memperbaiki fresko yang tampak mulai pudar warnanya dan bagian-bagian tembok yang mengkelupas, mereka justru melukis ulang fresko tersebut dengan warna mencolok ala gaya kartun.
5. Lukisan Supper at Emmaus di Museum Louvre, Perancis.

(Sumber: thehistoryblog.com)
Museum Louvre di Prancis yang sudah berdiri sejak tahun 1793 ini menyimpan salah satu koleksi milik pelukis Veronese yang berjudul Supper at Emmaus. Dalam lukisan yang menceritakan tentang Yesus yang makan malam ditemani dua orang temannya ini juga menarik perhatian para pengunjung. Pada bagian paling pojok kanan lukisan terdapat seorang wanita yang sedang menggendong bayinya. Pada restorasi pertama wajah wanita tersebut tampak ada cacat pada bagian antara hidung dan mulut sehingga diperlukan restorasi kembali.
Bukannya menjadi lebih bagus, justru pekerja restorasi mengubah hidung wanita tersebut hingga tampak berbeda. Dari yang awalnya berhidung mancung kecil, wanita tersebut seperti menjalani operasi plastik dengan perubahan pada hidungnya yang menjadi pesek, lubang hidung yang besar, serta bibir yang lebih tebal.
6. Tembok Besar Cina

(Sumber: brightside.me)
Sebagai salah satu dari 7 keajaiban di dunia ternyata Tembok Besar Cina juga tidak lepas dari malpraktek restorasi. Tentunya bangunan yang sudah berusia 3 abad ini lambat laun akan mengalami kerusakan karena faktor umur dan cuaca. Untuk tetap mempertahankan tembok dengan panjang 21.000 km ini sejumlah tim beberapa tahun lalu mencoba untuk melakukan restorasi.
Tetapi bukannya menggunakan batu seperti kondisi alaminya, mereka justru menggunakan semen di salah satu bagian tembok yang paling menarik. Penduduk Cina pun mencela perbuatan mereka yang telah merusak 780 meter bagian tembok tersebut. Akhirnya pemerintah Cina pun angkat bicara dengan mengatakan bahwa kejadian serupa tidak akan pernah terulang lagi.
7. Fresko Ecce Homo di Gereja Biara Mercy, Spanyol.

(Sumber: brightside.me)
Terletak di daerah Zaragoza, Spanyol telah berdiri sebuah gereja biara sejak abad ke-16. Di tahun 1930 seorang pelukis bernama Elías García Martínez membuat fresko yang menggambarkan Yesus dengan mahkota durinya. Seiring berjalannya waktu lukisan di tembok tersebut pun mulai mengalami kepudaran warna sehingga dibutuhkan restorasi agar memvitalisasi karya bersejarah tersebut.
Sayangnya seorang wanita berusia 80 tahun secara sukarela menawarkan diri untuk melakukan restorasi. Tetapi bukannya fresko tersebut terlihat seperti baru, ia justru benar-benar mengubah lukisan tersebut menjadi sangat berbeda.
