Pencarian populer
USER STORY
20 Januari 2019 18:56 WIB
..
..

Berjalan 5 Km, Ini Kisah Remaja yang Kuburkan Sendiri Jasad Ibunya

Remaja 17 tahun di India harus membawa dan menguburkan jenazah ibunya seorang diri (Foto: Mirror)

Beredar sebuah video memprihatinkan yang memperlihatkan seorang remaja membawa jenazah ibunya seorang diri. Berbekal sebuah sepeda, ia meletakkan jasad sang ibu yang dibaringkan dan ditutup kain di boncengan sepeda. Sementara itu remaja pria itu terlihat berjalan menuntun sepeda menuju tempat peristirahatan terakhir sang ibu.

Melansir dari Mirror, bahwa remaja itu berna Saroj. Usianya baru menginjak 17 tahun. Namun ia harus menjadi yatim piatu setelah ibunya meninggal menyusul sang ayah yang telah lebih dulu meninggalkannya.

Saroj dan ibunya, Jangki tinggal di Odisha, India. Lantaran kesulitan mendapatkan air untuk keperluan sehari-hari, Jangki pun memutuskan untuk mencari air. Belum juga sempat membawa air ke rumah, Jangki pingsan dalam perjalanan. Hingga akhirnya, perempuan berusia 45 tahun itu meninggal dunia.

Lantaran berasal dari keluarga dengan ekonomi yang rendah, Saroj harus mengurus jenazah ibunya seorang diri. Ironisnya, tak ada satu pun tetangganya yang membantunya. Saroj pun telah meminta bantuan kepada beberapa tetangganya di Karlabahali, Odisha, India. Hanya saja mereka menolak permintaan remaja itu lantaran Saroj terlahir dari kasta paling rendah.

Saroj harus berjalan membawa jenazah ibunya menuju hutan sejauh 5 km tanpa alas kaki (Foto: Mirror)

Hal tersebut memaksa remaja 17 tahun itu untuk mengurus pemakaman ibunya seorang diri. Ia harus berjalan sejauh 5 km menuntun sepeda, membawa jenazah ibunya. Bahkan dalam video itu, tampak ia tidak mengenakan alas kaki. Tidak hanya itu, remaja belia itu juga terpaksa menggali dan menguburkan jenazah ibunya seorang diri di tengah hutan.

Diketahui, bahwa sistem kasta memang masih melekat dengan kebudayaan masyarakat India. Ia telah diwariskan turun-temurun lebih dari tiga ribu tahun lalu. Orang-orang hindu yang menjadi kaum mayoritas di sana dibagi menjadi kelompok-kelompok hierarkis yang kaku. Pembagian itu berdasarkan pada pekerjaan (karma) dan dharma. Sistem kasta tersebut masih diberlakukan, terutama di desa-desa terpencil, meski telah ada larangan dari konstitusi India untuk melakukan diskriminasi berdasarkan kasta sejak 1950.

(zhd)

Baca lebih banyak berita mengenai artis/seleb/sepak bola/info unik lebih nyaman di aplikasi kumparan.

Download aplikasi Android di sini.

Download aplikasi iOS di sini.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: