Konten dari Pengguna

Datang Rapat Terlambat 3 Menit, Menteri Jepang Diminta Mundur

Berita Heboh

Berita Heboh

Membicarakan apa saja yang sedang ramai.

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Heboh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menteri urusan olimpiade dan paralimpik Jepang, Yoshitaka Sakurada, diminta mundur setelah terlambat rapat 3 menit. (foto: Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri urusan olimpiade dan paralimpik Jepang, Yoshitaka Sakurada, diminta mundur setelah terlambat rapat 3 menit. (foto: Reuters)

Menteri urusan Olimpiade dan Paralimpik Jepang, Yoshitaka Sakurada, mendapat kritik setelah terlambat 3 menit hadiri rapat kerja bersama parlemen, pada Kamis (21/2) lalu. Yoshitaka bahkan diminta mundur dari jabatannya oleh anggota parlemen oposisi.

Melansir BBC News, Yoshitaka Sakurada telah meminta maaf secara terbuka atas keterlambatannya. Namun tindakannya dianggap tidak sopan dan tidak menghargai instansi tempatnya bekerja.

Kelalaian Yoshitaka Sakurada membuat rapat komite anggaran diboikot selama 5 jam akibat protes. Ini bukan kali pertama Yoshitaka harus meminta maaf secara terbuka atas kritik yang dilontarkan padanya.

Pekan lalu saja Yoshitaka harus meminta maaf setelah diprotes akibat ungkapkan kekecewaan terhadap seorang atlet renang bernama Rikako Ikee, yang idap leukemia.

Yoshitaka Sakurada saat meminta maaf atas pernyataannya mengenai atlet renang Rikako Ikee. (foto: KYODO/Japan Times)

"Dia (Rikako Ikee) berpotensi meraih medali emas (di Olimpiade Tokyo 2020), kami memiliki harapan besar padanya. Saya benar-benar kecewa," katanya seperti dikutip dari BBC News.

Sebelum menjadi menteri Olympiade Jepang Yoshitaka pernah menjabat sebagai Menteri Keamanan Siber. Saat itu Yoshitaka juga menerima kritik karena akui tidak pernah menggunakan komputer. Ia mengaku selalu delegasikan perkerjaan pada bawahannya.

Tidak hanya kritik, Yoshitaka juga pernah mendapat kecaman di tahun 2016. Yoshitaka menyebut wanita penghibur yang dipaksa memberikan layanan seksual kepada pasukan perang Jepang adalah wanita penghibur profesional.

Yoshitaka Sakurada menjabat sebagai Menteri Olympiade Jepang sejak Oktober 2018. Yoshitaka bertugas mengawasi persiapan dan mencegah serangan siber pada perayaan Olypiade 2020 menatang di Tokyo, Jepang.

(rin)

Baca lebih banyak berita mengenai artis/seleb/sepak bola/info unik lebih nyaman di aplikasi kumparan.

Download aplikasi Android di sini.

Download aplikasi iOS di sini.