Konten dari Pengguna

Hari Perdamaian Dunia dan Kisah Sadako dan Seribu Bangau Kertas

Berita Heboh

Berita Heboh

Membicarakan apa saja yang sedang ramai.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Heboh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari Perdamaian Dunia dan Kisah Sadako dan Seribu Bangau Kertas
zoom-in-whitePerbesar

(Foto: Tumblr)

21 September merupakan hari perdamaian dunia. Banyak yang turut memperingati hari tersebut. Tagar #HariPerdamaianDunia pun ramai dibicarakan.

Peringatan hari perdamaian dunia didedikasikan untuk kedamaian dunia, terutama untuk mengakhiri perang dan kekerasan.

Berkaitan dengan hari perdamaian ini, terdapat kisah pilu dari Jepang yang relevan dengan adanya hari peringatan ini. Kisah itu berlatarkan tragedi serangan bom atom yang terjadi pada perang dunia II.

Tokoh utama dari kisah ini adalah Sadako sasaki, gadis kecil berusia 12,5 tahun yang meninggal karena leukimia.

Sadako merupakan satu di antara banyaknya warga Jepang yang terkena dampak radiasi bom atom 'Little Boy' di Hiroshima 73 tahun lalu, saat perang dunia ke II sedang panas-panasnya terjadi. Banyak warga Jepang yang mendera Leukimia akibat radiasi bom atom itu.

Dikisahkan usianya cukup muda saat itu, baru 11 tahun saat Sadako dan keluarganya tahu ia menderita "penyakit bawaan perang". Sadako merupakan salah satu pelari kencang di sekolahnya. Ia gadis ceria yang punya banyak teman. Tapi naas, nasib buruk menimpanya.

Radiasi bom atom yang mengenai Sado saat ia berusia dua tahun membuatnya harus bertahan hidup dengan penyakit leukimia. Tubuh Sadako lunglai, leher dan bagian belakang telinganya membengkak, dan kakinya bengkak juga berwarna ungu. Kanker darah telah menggorogoti tubuh mungilnya. Usianya diprediksi tak lebih dari satu tahun lagi.

Diceritakan dalam buku Sadako and the Thousand Paper Craner, salah satu teman Sadako memberitahukan Sadako tentang kisah seribu bangau kertas, legenda Jepang yang dapat mengabulkan permintaan orang yang berhasil membuat seribu burung bangau dari kertas.

Bangau kertas pertama Sadako berasal dari Chizuko Hamamoto, temannya yang menceritakan kisah itu. Bangau tersebut berwarna emas dengan lipatan yang rapih.

Dari bangau pertamanya tersebut, Sadako mulai membuat ratusan bangau kertas lainnya hingga bisa berjumlah seribu. Satu per satu ia lipat kertas membentuk bangau di sepanjang sisa hidupnya. Lipatan-lipatan kertas itu bagaikan pelarian dari sedih yang Sadako rasakan.

Menurut buku Sadako and The Thousand Paper Craner, Sadako tak berhasil menyelesaikan seribu bangau kertas tersebut. Ajal telah lebih dulu menjemputnya. Hanya 644 bangau yang berhasil ia selesaikan. Sisanya diteruskan oleh teman-teman Sadako yang sedih dan terpukul akan kepergiaannya. Seribu bangau tersebut kemudian dikuburkan bersama dengan jasad Sadako yang sudah tenang.

Kisah Sadako dan seribu bangau kertas itu kemudian diabadikan lewat Children's Peace Monument, di Peace Memorial Park, Hiroshima. Terdapat patung Sadako di puncak monumen, juga ada plakat yang berisi pesan dari anak-anak.

Isi plakat tersebut berbunyi, "Kore wa bokura no sakebi desu. Kore wa watashitachi no inori desu. Sekai ni heiwa o kizuki tame no" yang berarti "Ini adalah seruan kami. Ini adalah doa kami. Untuk membangun perdamaian di dunia".

Hari Perdamaian Dunia dan Kisah Sadako dan Seribu Bangau Kertas (1)
zoom-in-whitePerbesar

(Foto: Children's Peace Monument by Gaijin Girl)

Kisah itu juga diabadikan lewat patung Sadako yang ada di Taman Perdamaian di Seattle. Sadako menjadi simbol dampak perang nuklir.

Kisah tersebut merupakan kisah yang memilukan. Bagaimana perang dapat membawa dampak buruk bagi nasib banyak orang. Bukan hanya harus kehilangan harta benda saja, perang juga membuat kita kehilangan banyak orang yang dikasih.

Lewat perayaan hari perdamaian dunia ini, semoga makin banyak perdamaian yang tercipta. Semoga perang dapat terhenti. Dan semoga semua umat manusia dapat hidup dengan damai dan sentosa.