Haru, Foto Anak Pemulung Terdiam Lihat Anak Lain dan Keluarganya

Membicarakan apa saja yang sedang ramai.
Tulisan dari Berita Heboh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

(Foto: Pham Hoang Than)
Nasib orang berbeda-beda. Foto yang viral belakangan itu menunjukkan betapa bedanya nasib dua orang anak yang menjadi subjek utama di dalam foto.
Terlihat dua anak yang menjadi sorotan. Bedanya, anak yang satu terlihat berpenampilan kumuh, kotor, dan memakai baju longgar, sedangkan anak yang satu terlihat memakai baju bagus.

(Foto: Pham Hoang Than)
Namun, fokus utama foto itu bukanlah dari segi pakaian yang dikenakan dua bocah itu. Namun, bagaimana tatapan sang anak kecil yang berpenampilan lusuh yang termangu melihat momen manis keluarga anak yang berpenampilan rapi itu.
Anak jalanan itu tampak memperhatikan bagaimana orang tua anak yang berpakaian rapi itu memakaikan celana untuknya. Ia diam, memperhatikan dengan saksama. Foto itu diunggah oleh fotografer Pham Hoang Than. Berlatar sisi kota Ho Chi Minh, Vietnam di sore hari.
Awalnya, Than ingin memotret ibu, bapak, dan si anak yang sedang dipakaikan celananya. Ia menunggu sang ibu selesai memakaikan baju anaknya. Namun, ketika sedang menunggu, anak jalanan itu datang. Menyaksikan dengan tatapan sedih. Than yang tak mau kehilangan momen lantas mengabadikannya. Kesenjangan sosial dan ketimpangan kehidupan terlihat begitu jelas. Membawa pilu bagi yang melihat.
Dikutip dari Danviet, Than berujar, "Saya tiba-tiba merasa bahagia dan hanya berpikir untuk mengabadikan momen tersebut secepatnya, atau hal itu akan berlalu".

(Foto: Pham Hoang Than)
Meskipun sebenarnya foto itu telah dibidik sejak 2015, warganet di Indonesia baru ramai memperbincangkannya belakangan ini. Namun, baik warga yang sudah melihat sejak tahun 2015 ataupun warganet Indonesia, punya rasa penasaran yang sama, siapa anak kecil berpakaian longgar dalam foto itu.
Menurut penelusuran yang sudah dilakukan oleh media setempat, bocah kecil itu merupakan anak dari keluarga pemulung yang tinggal di tepi sungai kota Ho Chi Minh, Vietnam. Ia punya saudara laki-laki yang terkadang menemaninya mengumpulkan botol-botol bekas. Rutinitas bocah kecil ini setiap sore sehabis bekerja membantu keluarga ialah bermain di jembatan. Bercanda ria dengan saudaranya dan teman-temannya.
Bermain dengan permainan seadanya yang kebanyakan hasil temuan di pinggir jalan atau bermain dengan plastik-plastik yang berserakan. Foto itu memang banyak bercerita. Sang anak pemulung dan si anak yang berpakaian rapi merupakan realita kehidupan. Representasi dari kehidupan, bahwa nasib orang-orang bisa dipisahkan oleh kesenjangan sosial.
Di mana-mana. Di Vietnam ataupun Indonesia. Kesenjangan sosial akan terus menciptakan potret-potret kesedihan yang tak bertepi jika tak punya solusi untuk menepis kesenjangan dan perbedaan kasta dan sosial yang ada. (nnd)
