Ikuti Gaya Hidup Freegan, Pria Ini Hanya Habiskan Rp 100 Ribu Pertahun

Membicarakan apa saja yang sedang ramai.
Tulisan dari Berita Heboh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang pria asal Singapura hanya menghabiskan USD 8 atau sekitar Rp 112 ribu dalam setahun untuk biaya makan. Padahal, nominal yang sama bisa dihabiskan hanya untuk sekali makan bagi sebagian orang, apalagi yang tinggal di Singapura, sebagai negara dengan biaya hidup yang tergolong tinggi di dunia.
Pria bernama Daniel Tay ini ikuti gaya hidup Freegan, yang memanfaatkan sampah sebagai kebutuhan hidup. Daniel dan beberapa orang di komunitas Freegan melakukan 'memulung' dan membongkar tempat sampah untuk mencari benda yang bisa mereka manfaatkan, termasuk makanan.
"Selalu menyiksaku saat melihat seseorang membuang sesuatu yang masih dalam kondisi baik." ujar Daniel Tay pada Channel News Asia.
Melansir dari Channel News Asia, menurut Daniel, makanan yang masih layak konsumsi bisa diidentifikasi dengan beberapa cara, mulai dari mencium aroma hingga mencicipinya. Daniel juga mengatakan tidak seharusnya makanan dibuang hanya karena sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Daniel yang merupakan seorang semi pensiunan perencana keuangan mulai menjalani gaya hidup Freegan sejak mengikuti sebuah sesi diskusi mengenai keuangan pada November 2016. Beberapa tahun sebelumnya, Daniel sempat didiagnosa menderita depresi pada 2009, akibat terlalu banyak memikirkan uang dan takut kehabisan uang.
Gaya hidup Freegan dikatakan Daniel membuatnya semakin tidak khawatir dengan uang dan tak lagi menginginkan banyak hal. Daniel dan pengikut gaya hidup Freegan lainnya bisa mendapatkan hampir segala hal termasuk furnitur rumah tangga, teleskop, dan kebutuhan hidup lainnya dari tempat sampah.
"Saya di diagnosa dengan gangguan depresi pada 2009 lalu, salah satu penyebabnya adalah khawatir tentang uang, takut tidak punya cukup uang. Menjadi Freegan adalah menghabiskan sangat sedikit uang karena aku mendapatkan segalanya secara gratis. Sebagai Freegan, kalian bisa pensiun di usia 35 tahun." ujar Daniel pada Channel News Asia.
Gaya hidup Freegan ini juga dilakukan Daniel tidak untuk dirinya saja. Hanya sekitar 10 persen dari benda dan makanan yang ditemukannya untuk dirinya sendiri, sisanya sekitar 90 persen dibagikan Daniel kepada yang membutuhkan, seperti pekerja imigran dan orang-orang yang kurang mampu.
"Kau akan melihat kebahagiaan dan rasa syukur (di wajah mereka), kau bisa membuat mereka bahagia. Kau akan merasa baik, dan setelah beberapa saat, aku tidak tahu kenapa, tapi aku jadi tidak mau banyak hal seperti dulu lagi." ujar Daniel.
(rin)
Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.
Download aplikasi Android di sini.
Download aplikasi iOS di sini.
