Pencarian populer
USER STORY

Ini Pengorbanan Para Atlet, Salah Satunya Tak Temani Istri Melahirkan

Berbagai cabang olahraga telah dipertandingkan pada gelaran Asian Games 2018. Para atlet dari berbagai negara telah berlatih sekian lama untuk menampilkan performa terbaik mereka di ajang bergengsi ini.
ADVERTISEMENT
Tak banyak diketahui, selain berlatih keras beberapa atlet bahkan mengorbankan kehidupan dan segala urusan pribadi mereka demi membela nama negaranya masing-masing. Tak terkecuali atlet dari Indonesia.
Mulai dari tidak masuk kuliah, hingga tak hadir pada pemakaman orang tua. Pengorbanan dan perjuangan merekapun terbayarkan. Medali emas pun dalam genggaman. Menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia.
Berikut cerita para atlet Indonesia yang lebih mendahulukan tugas negara dibanding kehidupan pribadinya.
1. Aries Susanti
Foto: (Instagram)
Setelah meraih medali emas kategori Speed Climbing Performa pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing - IFSC World Cup 2018 di Chongqing, Cina, Aries kembali dipanggil kembali untuk memperkuat Indonesia pada ajang Asian Games 2018.
Di Asian Games 2018, Aries kembali mendulang emas dengan mencatatkan waktu terbaik 7,61 detik untuk sampai di titik tertinggi panjatan.
ADVERTISEMENT
Ternyata wanita yang dijuluki "Spiderwomen" ini harus meninggalkan kuliahnya di semester 3. Aries yang kini berstatus sebagai mahasiswi Universitas Muhammadiyah Semarang harus meninggalkan bangku kuliahnya demi fokus mengharumkan nama Indonesia. Akhirnya usaha Aries terbayarkan saat ia mampu memboyong emas ke-8 bagi Indonesia pada Asian Games 2018.
2. Maharani Ardi
Foto: (twitter)
Berbeda dengan atlet kebanyakan yang dibiayai pemerintah, atlet tembak asal Sumatera Selatan, Maharani Ardi tampil pada ajang Asian Games 2018 dengan biaya sendiri.
Peraih emas SEA Games 2011 tersebut dipanggil pada saat-saat terakhir yang membuatnya harus mengeluarkan biaya pribadi untuk mendapatkan fasilitas selama Asian Games berlangsung.
Meskipun mengeluarkan uang hingga puluhan juta, Maharani mengaku tidak terlalu mempersoalkan hal ini. Yang terpenting baginya mau berusaha mengharumkan nama Indonesia.
ADVERTISEMENT
3. Tanzil Hadid
Foto: (Instagram: tanzil_hadid)
Medali emas ke-9 untuk Indonesia di ajang Asian Games 2018 datang dari cabang olahraga dayung kelas ringan putra. Salah seorang atlet di tim ini ternyata harus rela tidak berada di samping sang isteri saat anak pertamanya lahir.
Tanzil Hadid, pendayung kelahiran Riau tersebut harus izin pada isterinya karena harus lebih fokus menghadapi Asian Games 2018. Bergabung dengan tim dayung sejak bulan Mei, Tanzil sudah tidak bertemu isterinya hingga hari ini. Padahal anak pertamanya itu sudah lahir sejak pertengahan Juni lalu.
Perjuangan Tanzil tak sia-sia. Meskipun belum sempat bertemu dengan anak sulungnya, ia mampu membuktikan tetap fokus pada pertandingan dan berujung pada medali emas yang kini menggantung di lehernya.
ADVERTISEMENT
4. Defia Rosmaniar
Foto: (Instagram: defiarosmaniar)
Namanya ramai dibicarakan setelah menjadi orang pertama yang menyumbang emas bagi Indonesia di ajang Asian Games 2018. Defia Rosmaniar mengumpulkan 8.690 poin saat sukses menjadi yang terbaik dalam cabang olahraga taekwondo nomor Poomsae.
Perjalanan Defia sebelum meraih medali, sangat mengharukan. Defia diharuskan menjalani masa karantina untuk latihan khusus di Korea Selatan selama Maret sampai dengan gelaran Asian Games dilangsukan pada Agustus.
Ternyata saat masa karantina itu, terdengar musibah bahwa ayah kandung Defia meninggal dunia. Defia pun tak bisa berbuat banyak setelah tidak mendapatkan tiket pulang ke tanah air. Prosesi pemakaman ayahnya pun harus ia lewatkan. Meskipun harus terpukul dengan kejadian tersebut, Defia tetap tabah dan tidak mengganggu performanya saat berada dilapangan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86