kumparan
12 Apr 2019 13:29 WIB

Kini Ramai Tagar #audreyjugabersalah di Twitter

Setelah #JusticeforAudrey, kini tagar #audreyjugabersalah jadi trending di Twitter. (foto: Twitter)
Kasus penganiayaan terhadap siswi SMP berinisial AU di Pontianak oleh sekelompok siswi SMA sempat menjadi perbincangan warganet. Kronologi penganiayaan berupa pengeroyokan hingga membuat korban mengalami luka berat, membuat banyak pihak bersimpati.
ADVERTISEMENT
Berbagai pihak ikut menyuarakan rasa kepedulian mereka terhadap kasus bullying ini. Tagar #justiceforAudrey pun sempat jadi trending di media sosial Twitter. Tagar yang sama juga digunakan warganet di medsos Instagram untuk mendukung korban agar mendapat keadilan.
Petisi berupa dukungan untuk korban pun telah ditandatangani jutaan warganet. Selain itu, akun Instagram dari salah seorang pelaku penganiayaan diretas warganet untuk kemudian dijadikan akun dukungan terhadap korban.
Kasus ini juga menarik perhatian para publik figur untuk ikut membantu korban. Sebut saja Ifan Seventeen, Atta Halilintar, dan Ria Ricis yang menyempatkan waktu mereka mengunjungi korban secara langsung di rumah sakit.
Namun, melansir dari Hi!Potianak, hasil visum tubuh korban menunjukan tidak ada bekas lebam atau memar hasil penganiayaan. Hasil visum tersebut membuat pihak keluarga dan kuasa hukum korban, Umi Kulsum, menginginkan visum ulang.
ADVERTISEMENT
Kuasa hukum korban bahkan menunjukan bukti berupa foto yang menampilkan memar, luka, dan lebam, disekujur tubuh korban. Menurutnya, di hari pertama mendapat perawatan di rumah sakit, memar dan lebam tersebut masih nampak di tubuh korban.
Polisi pun telah menetapkan tiga orang siswi SMA sebagai pelaku penganiayaan. Penetapan ini juga berbeda dengan kabar yang tersebar di media sosial bahwa korban dikeroyok oleh 12 orang. Para pelaku juga membantah telah melukai kelamin korban, seperti yang sebelumnya viral di medsos.
Perbedaan hasil penyelidikan dengan informasi yang sempat tersebar di internet serta media sosial mengenai kasus penganiayaan ini, membuat warganet cukup terkejut. Warganet yang penasaran bahkan mencoba menyelidiki media sosial korban.
Beberapa warganet mengunggah foto dan tangkapan layar dari media sosial korban yang menunjukan keganjilan. Seperti tanggal unggahan setelah penganiayaan terjadi, yang nampak tidak sesuai dengan kronologi kasus yang sebelumnya tersebar di medsos.
ADVERTISEMENT
Mengutip dari Hi!Pontianak, seorang pelaku mengaku kesal karena korban sering mengungkit masa lalu keluarganya. Ibu seorang pelaku pernah meminjam uang sebesar Rp 500 ribu kepada korban. Uang pinjaman itu sudah dibayar kepada korban, namun pelaku mengatakan korban masih sering mengungkit hutang itu kembali.
Meskipun begitu, penyelidikan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. Namun, perkembangan penyelidikan dan fakta-fakta baru membuat warganet kini turut memviralkan tagar baru yaitu #audreyjugabersalah.
Beberapa hasil tangkapan layar media sosial korban yang disebarkan warganet Twitter
Warganet sebut semua pihak ikut terpancing merespon kasus penganiayaan ini, padahal penyelidikan pihak kepolisian belum seratus persen tuntas
Warganet sebut kasus penganiayaan ini lebih seru dibandingkan debat Calon Presiden 2019
Kasus ini menjadi pelajaran bagi warganet dan semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi
ADVERTISEMENT
Bagaimanapun, kasus bullying harus diberantas, namun keadilan harus ditegakan
(rin)
Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.
Download aplikasi Android di sini.
Download aplikasi iOS di sini.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan