Kisah Ibu yang Tetap Berjualan Sayur Meski Anaknya Jadi Bupati di NTT

Membicarakan apa saja yang sedang ramai.
Konten dari Pengguna
15 November 2018 8:53
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Heboh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Kisah Ibu yang Tetap Berjualan Sayur Meski Anaknya Jadi Bupati di NTT (2008)
zoom-in-whitePerbesar
(Foto: Boombastis)
Margaretha Hati Manhitu (78 tahun) setiap hari mengupas buah asam kering di depan rumahnya. Buah-buah asam itu dikumpulkan, lalu dijual untuk membiayai keperluan sehari-harinya dengan suaminya, Yakobus Manue Fernandez (84 tahun).
ADVERTISEMENT
Siapa yang akan menyangka bahwa kedua orang yang hidup sederhana itu adalah orang tua kandung dari Raymundus Sau Fernandes, Bupati Timor Tengah Utara periode 2016-2021. Raymundus sebelumnya juga menduduki jabatan yang sama pada periode 2010-2015.
Walaupun memiliki anak seorang bupati, Margaretha tidak ingin bergantung pada anaknya. Salah satu alasannya adalah karena dia sudah terbiasa berjualan sejak anak-anaknya masih kecil.
Setiap hari, Margaretha akan menjajakan buah asam dan sayur-sayuran di pasar yang dekat dengan rumahnya. Selain itu, dia juga mengelola sawah kepunyaannya.
Kisah Ibu yang Tetap Berjualan Sayur Meski Anaknya Jadi Bupati di NTT (2009)
zoom-in-whitePerbesar
Raymundus Sau Fernandes saat memberikan arahan pada CPNS, PTT, dan guru komite Kabupaten Timor Tengah Utara (Foto: ttukab.go.id)
Raymundus sebenarnya sudah melarang ibunya untuk berjualan. Namun, Margaretha terus melakukan kebiasaannya ini. Bahkan, dia dan suaminya menolak beberapa fasilitas yang diberikan oleh anaknya.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, anaknya bekerja bagi masyarakat, bukan bagi keluarga. Maka sudah seharusnya, urusan keluarga menjadi tanggungan mereka sendiri. Margaretha pun selalu berpesan kepada putranya untuk bekerja dengan baik demi rakyat dan menjaga nama baik keluarga.
Setiap kali Raymundus datang berkunjung dengan anak-anaknya, sang ibu telah menyediakan uang yang diberikan untuk keperluan sekolah cucu-cucunya. Ketika ibunya berkunjung ke rumah Raymundus, waktu kunjungannya selalu singkat karena Margaretha ingin segera kembali mengurus kebun dan sawahnya.
Melihat teladan yang diberikan oleh sang ibu, Raymundus mengaku kagum dan bangga. Banyak pelajaran hidup yang diberikan oleh Margaretha kepada Raymundus dan adik-adiknya.
“Kerja keras, kerja tanggung jawab sampai tuntas dan ini pelajaran yang sangat berharga buat diri saya sampai saat ini, saya pegang teguh dalam hidup,” ujarnya. Raymundus pun selalu berdoa agar kedua orang tuanya sehat selalu dan berumur panjang.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020