Kisah Sumur Kutukan, Airnya Bisa Ubah Benda Apa Saja Jadi Batu

Membicarakan apa saja yang sedang ramai.
Tulisan dari Berita Heboh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan


Jauh di dalam hutan Inggris terdapat sebuah sumur yang diyakini oleh warga telah dikutuk airnya. Bagaimana tidak, air dari sumur itu bisa mengubah benda apapun menjadi batu.
Nama sumur itu adalah Petrifying Well. Sumur ini terletak di Gua Mother Shipton, North Yorkshire. Warga percaya kutukan mata air sumur itu diberikan oleh penyihir iblis berabad-abad lalu. Meski begitu setiap tahunnya tetap saja banyak wisatawan yang datang untuk melihat sumur itu mengubah benda menjadi batu.
Menurut cerita legenda pada zaman dulu, Mother Shipton adalah anak perempuan dari seorang pelacur setempat yang lahir di dalam gua di dekat sumur tersebut. Mother Shipton dikenal memiliki tampilan yang unik layaknya penyihir, ia juga bisa membuat obat dari tumbuhan dan bunga liar.

Foto: mothershipton.co.uk
Bukannya dianggap sebagai keuntungan atas apa yang bisa dilakukan oleh Mother Shipton, keberadaannya malah menjadikan penduduk sekitar takut untuk berkunjung ke gua dengan sumur tersebut. Padahal penduduk sekitar meyakini bahwa air di sumur itu berkhasiat dan memiliki kekuatan untuk menyembuhkan.
Akhirnya, pada tahun 1538, John Leyland yang merupakan murid dari Raja Henry VII datang dan menemukan tetesan air dari gua yang jatuh ke sumur alami itu ternyata berbahaya. Dari hasil penelitiannya, tetesan air dari gua tersebut memiliki kandungan mineral yang tinggi dan tidak aman untuk dikonsumsi.
Namun setelah dilakukan penelitian lebih jauh, ilmuwan memastikan bahwa kemampuan air dari sumur itu untuk merubah benda menjadi batu memang benar adanya, tapi prosesnya tidak instan layaknya kutukan sungguhan. Prosesnya butuh waktu hingga beberapa bulan dan caranya sama persis seperti terbentuknya batu stalaktit dan stalagmit.

Warga yang tidak tahu tentang kandungan air dari sumur itu dan penasaran kemudian menaruh objek seperti boneka beruang hingga topi dan topeng. Setelah didiamkan sekitar tiga hingga lima bulan, objek yang terus menerus terkena tetesan air dari atas gua tersebut perlahan akan menjadi batu.
Oleh masyarakat sekitar, objek yang menjadi batu itu kemudian dijual ke toko suvenir setempat untuk dijual kembali sebagai oleh-oleh. Sehari-harinya gua dan sumur alami itu dapat dikunjungi oleh traveler pada pukul 10.00-17.30 waktu setempat. Sedangkan biaya masuknya adalah 6 poundsterling (Rp 133 ribu) untuk dewasa, dan 4 Poundsterling (Rp 89 ribu) bagi anak umur 4-15 tahun.
