Pencarian populer
USER STORY
10 Desember 2018 16:23 WIB
..
..

Cara Unik Kota di Australia untuk Tanggulangi Sampah Plastik

(Foto: Boredpanda)

Demi mengurangi jumlah sampah plastik, beberapa negara sudah mulai membuat berbagai kebijakan dalam menggunakan bahan plastik untuk kehidupan sehari-hari.

Dari mulai cara memisahkan sampah dari jenisnya, mendaur ulang sampah plastik, mengharamkan kantong plastik untuk berbelanja, hingga cara mengeruk sampah plastik yang sudah telanjur tersebar dan mengapung di danau, sungai, bahkan laut.

Tidak hanya jelek dipandang, sampah plastik juga sejatinya berbahaya bagi kehidupan manusia dan juga kehidupan liar di luar sana.

Sebenarnya, kadang kala untuk menyelesaikan masalah ini hanya memerlukan langkah dan pemikiran yang mudah. Dan sekali lagi, harus dengan kesadaran dari masing-masing orang akan bahaya penggunaan plastik.

(Foto: Boredpanda)

Seperti langkah awal negara Australia untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan terutama di perairan yang banyak terdapat sampah plastik, dengan menggunakan jaring perangkap sampah.

Dilansir dari laman Boredpanda, sekitar pada bulan maret 2018 lalu, negara Australia tepatnya di Kota Kwinana tengah menjadi perhatian global dalam menanggulangi sampah plastik. Mereka memutuskan untuk memasang jejaring pada saluran air di Rizab Henley sebagai perangkap sampah yang ikut mengalir.

Perangkap sampah itu dikaitkan pada lubang saluran pipa yang sengaja dibuat yang terletak di kawasan Bandar tersebut. Dan hasilnya, perangkap sampah tersebut bekerja sangat efektif, ketimbang memakai tenaga buruh untuk mengumpulkan sampah dengan cara manual.

Perangkap sampah itu akan menampung sampah yang terperangkap, lalu setiap jamnya jaring tersebut akan dilepas dan sampah diangkut ke truk. Lalu sampah yang sudah terkumpul akan dibawa ke tempat pengasingan sampah semacam TPA.

Selama pemasangan perangkap yang dilakukan pada bulan Maret, dan dalam tempo empat bulan, jaring ini telah menghasilkan setidaknya sekitar 815 paun atau sekitar 350 kg sampah.

(Foto: Sortm Water System)

Pembiayaan dalam menerapkan perangkap sampah tersebut diketahui mencapai $ 20.000 atau sekitar Rp 200 juta. Pembiayaan tersebut sudah termasuk pembuatan, pemasangan, dan upah para pekerja.

Para penduduk sekitar pun merasa senang dengan apa yang telah dilakukan dalam menanggulangi sampah plastik yang kerap meresahkan. Sumber air menjadi bersih kembali serta kehidupan liar juga sejatinya dapat berkembang biak dengan baik dan selamat.

Sebuah akun Facebook yang diketahui sebagai akun resmi kota setempat juga sempat mengunggah langkah baru yang mereka buat dalam menanggulangi sampah.

“Keberhasilan kiriman dengan lebih dari 27 ribu komentar, 92 ribu likes dan 13 loves hanya dalam kurun waktu 48 jam dari semua pengguna media sosial seluruh dunia, menunjukkan betapa pentingnya bagi daerah untuk benar-benar mulai memberi inspirasi kepada alam sekitar seperti ini dan menyadari bahwa tindakan kecil bisa memberi kesan yang besar,” kata Wali Kota Kwinana, Carol Adams.

Rencananya, Kota Kwinana juga akan merancang memasang sekitar dua jejaring lagi pada 2019 mendatang. Tidak hanya itu, kota ini juga akan memastikan bahwa langkah yang dijalankan akan menjadi cara yang paling berkesan dan cara yang paling efektif untuk menjadi kota yang bebas sampah.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: