Konten dari Pengguna

Kota Tergelap di Dunia Coba Pantulkan Sinar Matahari dengan Cermin

Berita Heboh

Berita Heboh

Membicarakan apa saja yang sedang ramai.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Heboh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cermin di Rjukan, Norwegia. Foto: YouTube/NerdAlert
zoom-in-whitePerbesar
Cermin di Rjukan, Norwegia. Foto: YouTube/NerdAlert

Bayangkan apa jadinya jika kita hidup tanpa matahari untuk waktu yang cukup lama? Suhu udara menjadi dingin, tumbuhan tidak bisa berfotosintesis, dan tubuh pun bisa kekurangan vitamin D.

Itu yang dirasakan oleh penduduk di Kota Rjukan, Norwegia. Berjarak 3 jam dari Oslo, Norwegia, kota ini terkenal dengan sebutan kota tergelap di dunia. Bagaimana tidak, letak geografis kotanya membuat penduduk Rjukan tidak bisa merasakan hangatnya cahaya matahari selama kurang lebih 6 bulan, yakni dari September hingga Maret.

Kota yang dihuni sekitar 3.000-an orang ini dikelilingi oleh gunung-gunung tinggi. Dikutip dari BoredPanda, penduduk di Kota Rjukan akhirnya memanfaatkan tenaga air terjun untuk menghidupkan listrik di daerah mereka. Tidak main-main, tinggi air terjun itu sekitar 104 meter.

Sinar matahari didapatkan dari pantulan cermin di atas bukit di Kota Rjukan, Norwegia. Foto: YouTube/NerdAlert

Dari 12 bulan selama setahun, masyarakat Rjukan hanya bisa merasakan hangatnya matahari secara maksimal 2 bulan saja, yaitu di Desember dan Januari. Di bulan lain, sinar matahari hanya terlihat samar bagaikan mengintip di balik gunung-gunung tinggi yang menjulang di sana.

Meski sudah terbiasa hidup tanpa hangatnya matahari, bukan berarti mereka tidak butuh hal itu. Akhirnya, dibuatlah inovasi untuk menduplikasi sinar matahari dengan meletakkan cermin 450 meter di atas kota untuk melacak pergerakan matahari saat melintas di sekitar Rjukan.

Kota Rjukan, Norwegia, yang mendapat sinar matahari dari pantulan cermin. Foto: YouTube/NerdAlert

Bukan hanya satu sampai dua cermin yang dipasang, melainkan cukup banyak untuk diletakkan di beberapa titik lokasi di kota. Guna seluruh bagian kota merasakan sinar matahari secara merata.

Ide cemerlang itu awalnya sudah dicetuskan lebih dari 100 tahun silam, yakni di tahun 1913 oleh Sam Eyde. Tapi baru terealisasi pada tahun 2013 setelah sebelumnya diusung kembali oleh Martin Anderson, salah satu penduduk yang berprofesi sebagai seniman.

Berkat ide tersebut, Kota Rjukan sudah mulai disinari matahari lagi. (NS)

Baca lebih banyak berita mengenai berita heboh/berita artis/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.

Download aplikasi Android di sini.

Download aplikasi iOS di sini.