Buzz
·
25 Maret 2021 15:45

Viral Brand Lokal Erigo Muncul di Times Square New York

Konten ini diproduksi oleh Berita Heboh
Viral Brand Lokal Erigo Muncul di Times Square New York (145590)
searchPerbesar
Viral Brand Lokal Erigo Muncul di Times Square New York dok IG @sadadd
Brand lokal Erigo lagi viral karena iklannya muncul di Times Square, New York, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Penampakan iklan tersebut diunggah oleh pemilik Erigo, Muhammad Sadad, yang berada di sana.
Di Instagram @sadadd, dia mengunggah video lagi berada di bawah iklan Erigo di jalanan Times Square. Sadad begitu suka cita merayakan momen tersebut.
"Satu hal tentang kehidupan adalah apa pun bisa terjadi kepada siapa saja. Erigo di Times Square, New York. Alhamdulillah semua atas izin Allah, berkat doa ibu dan support istri serta kerja keras seluruh tim di Jakarta dan New York," tulisnya dalam keterangan unggahan tersebut.
Dalam video lainnya juga terlihat iklan Erigo di Times Square yang menunjukkan bahwa brand tersebut berasal dari Indonesia.
"Indonesia fashion brand. Erigo is coming to America," begitu keterangan dalam iklan.
ADVERTISEMENT

Perjalanan Brand Lokal Erigo

Brand lokal yang didirikan pada 2011 itu mengalami lika-liku sebelum sampai ke Amerika Serikat. Pada sekitar 2010-2011, Sadad pertama kali merintis gudang dagang baju di sebuah studio kamar di apartemen Margonda Residence, Depok, Jawa Barat.
Pada saat sembilan bulan pertama itu, Erigo belum memiliki karyawan tetap atau pun sebuah tim.
Di 2013, Sadad bahkan pernah merasakan harus tidur di musala dan mandi di pom bensin demi memangkas biaya saat mengikuti sebuah pameran.
"Semua dilakuin supaya bisa cut cost. Jalan panjang dan berliku belum berakhir," tulisnya.
Di awal 2015, Erigo masih berkantor di Sawangan, Depok, Jawa Barat dengan gudang barang di sebuah rumah sewaan senilai Rp 12 juta per tahun. Untuk menekan pengeluaran, saat itu Sadad meminta agar sewanya bisa dicicil empat kali bayar.
ADVERTISEMENT
Namun, sejak itu penjualan brand lokal tersebut terus merangkak naik. Pada 2015, mampu mencapai omzet hingga Rp 22 miliar.
Tapi bukan berarti tantangan yang dihadapi semakin mudah. Di 2019 Sadad mengaku usahanya sempat diterpa isu miring dan disebut sudah bangkrut.
Begitu pula saat pandemi COVID-19 menyerang Indonesia di 2020. Ketika pertama kali diumumkan adanya virus corona, Erigo tengah mengikuti 40 pameran. Selama Maret 2020 Sadad mengaku yang datang ke booth-nya begitu sepi.
"Beberapa event yang akan jalan kami cancel last minutes, pameran Ramadan di 75 lokasi yang udah kami set juga mesti dibatalkan. Ada ratusan karyawan freelance yang enggak jadi kami hire di kota-kota tujuan Erigotour," ungkapnya.
Sadad juga sempat berpikir untuk mengurangi setengah dari jumlah karyawannya yang ada saat itu, karena enggak tahu apa yang akan terjadi di tengah pandemi.
ADVERTISEMENT
Namun dia memutuskan untuk terus maju dan enggak ada karyawan yang dirumahkan.
Sampai akhirnya, keputusan tersebut dia syukuri karena penjualan di lebaran 2020 yang menguntungkan.
"Berdagang itu seperti lari marathon, its a long long game. Enggak ada yang tiba-tiba semua bisa baik dalam waktu singkat. Jangan sampai kalah sama keadaan," pungkasnya.