5 Faktor Penyebab Kecelakaan Motor yang Disebabkan Pengemudinya Sendiri

Konten dari Pengguna
11 Maret 2020 16:53
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Otomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi kecelakaan (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kecelakaan (Foto: Wikimedia Commons)
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data Kepolisian Negara Republik Indonesia tercatat jumlah kecelakaan pada tahun 2019 meningkat jika dibanding dengan tahun sebelumnya. Setidaknya 103.672 terjadi kecelakaan lalu lintas pada 2018. Namun, pada tahun 2019 meningkat menjadi 107.500 kasus.
ADVERTISEMENT
Dari jumlah angka kecelakaan tersebut didominasi oleh sepeda motor. Dan, faktor utamanya adalah kesalahan manusia. Oleh karena itu menjadi penting untuk memperhatikan beberapa hal yang dapat mengakibatkan kecelakaan oleh pengendara sepeda motor itu sendiri.
Berikut ulasannya.

Kurangnya Konsentrasi di Jalan Raya

Ilustrasi pengendara motor yang tak berkonsentrasi/foto oleh andrea piacquadio diunggah di pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengendara motor yang tak berkonsentrasi/foto oleh andrea piacquadio diunggah di pexels.com
Saat berkendara di jalan raya, pengendara dituntut untuk memiliki konsentrasi tinggi. Sebab, konsentrasi pengendara sepeda motor bisa teralihkan dengan banyak hal lain. Misalnya, akibat mengantuk, melakukan panggilan telepon sambil berkendara, melamun, hingga mendengarkan lagu saat berkendara.

Berperilaku Tidak Tertib

Jalan Raya Lenteng Agung (Foto: Aria Pradana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jalan Raya Lenteng Agung (Foto: Aria Pradana/kumparan)
Hal ini sejalan dengan peningkatan pelanggaran lalu lintas pada tahun 2019 dari tahun sebelumnya, yakni 7.456.913 pelanggaran tilang. Selain itu, ada setidaknya 3.620.393 pelanggaran dengan sanksi berupa teguran.
Banyak perilaku tidak tertib yang dilakukan pengendara sepeda motor. Mulai dengan melawan arus, tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, hingga melaju di jalur cepat atau jalur busway.
ADVERTISEMENT

Aksi Mendahului Kendaraan Lain

Ilustrasi geng motor di Padang, Sumatera Barat (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi geng motor di Padang, Sumatera Barat (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Pengendara biasanya tidak dapat memperkirakan hal-hal yang dapat terjadi setelah melewati sebuah kendaraan. Oleh karena itu sangat penting untuk bisa menahan diri tidak mendahului kendaraan. Apalagi jika tidak yakin mengenai situasi jalan sekitar atau di depan kendaraan kita.

Terlalu Memacu Kendaraan

Ilustrasi sepeda motor yang melaju dengan cepat. Foto: Guduru Ajay bhargav dari Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sepeda motor yang melaju dengan cepat. Foto: Guduru Ajay bhargav dari Pexels
Ini banyak terjadi saat seseorang sedang berada dalam situasi buru-buru atau mengejar waktu agar tidak terlambat. Hal ini tentunya sangat berbahaya. Kendaraan yang dipacu terlalu cepat akan lebih banyak berpotensi mengalami kecelakaan.

Kurang Hati-hati saat Menolong Pengendara di Jalan

Foto kecelakaan motor dengan warga yang berempati. Foto: Reza Abineri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Foto kecelakaan motor dengan warga yang berempati. Foto: Reza Abineri/kumparan
Banyak pengendara sepeda motor yang tidak menyadari hal yang satu ini. Banyak pemotor yang tiba-tiba berhenti saat berkendara untuk melayani atau memberikan perhatian kepada pengendara lain yang bermasalah. Hal ini bisa memungkinkan terjadinya kecelakaan lantaran kerumunan yang terjadi di jalan. (kur)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020