Cerita Pilu di Balik Keputusan Kak Seto Jadi Sosok Pemerhati Anak hingga Kini

Tulisan dari Berita Selebritis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sosok Seto Mulyadi atau dikenal dengan sapaan Kak Seto, namanya seolah sudah melegenda di masyarakat Indonesia. Ia menjadi satu-satunya tokoh pemerhati anak yang tetap setia dan konsisten sejak puluhan tahun hingga kini di bidangnya.
Namun, tak banyak yang tahu alasan di balik pilihannya untuk setia mengamati permasalahan anak-anak di Indonesia. Lewat perbincangannya dengan Uya Kuya di salah satu program televisi swasta pada Senin, (11/1/2021), Kak Seto mengungkapkan alasan dirinya peduli anak.
"Kak Seto, julid atau valid kalo Kak Seto menjadi tokoh di dunia anak karena punya trauma dengan masa kecil?," tanya Uya Kuya kepada Kak Seto.
Dengan lugas, Kak Seto pun menjawab bahwa dirinya memang trauma atas kejadian yang sempat ia alami saat masih anak-anak. Menurutnya, semua berkaitan dengan kematian sang adik.
"Valid. Traumanya adalah saya kehilangan adik saya tercinta. Jadi, waktu itu umur saya empat tahun, dia tiga tahun. Kita berdua kena malaria dan dirawat. Alhamdulillah saya sendiri sembuh, nah adik saya meninggal," jelas Kak Seto mengenang masa lalunya.
Sejak saat itu, pria yang kini berusia 69 tahun itu pun mulai memiliki tekad untuk terus menjaga dan melindungi anak-anak meski dirinya masih berusia empat tahun. Hal ini tentu dilatarbelakangi rasa kehilangan dan kesedihan Kak Seto karena sang adik meninggal.
"Jadi sama, di rumah sakit yang sama, tidurnya deket bersebelahan. Pada waktu dia ini meninggalkan kami sekeluarga ini juga sedih sekali. Nah, sejak saat itu saya berjanji akan menyayangi semua anak-anak kecil," lanjut Kak Seto bercerita.
Pria yang juga dikenal dengan gaya rambutnya yang khas itu menambahkan bahwa dirinya juga kerap menghibur anak-anak kecil di sekitar rumahnya.
"Jadi setiap ada anak-anak tetangga, anak kecil, saya mencoba menghibur, menyanyi, atau mendongeng. Walaupun masih kecil tapi ya itu, mencoba untuk menyenangkan anak-anak kecil begitu. Itu salah satu alasannya ya," pungkas Kak Seto di akhir ceritanya. (NDA)
