Konten dari Pengguna

Heboh Baliho Giring Presiden 2024, Istri: Mohon Doanya

Berita Selebritis

Berita Selebritis

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Selebritis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Giring Ganesha. Foto: Munady Widjaja
zoom-in-whitePerbesar
Giring Ganesha. Foto: Munady Widjaja

Mantan vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha baru-baru ini mengejutkan publik. Melalui unggahan akun Instagram @lambe_turah pada Minggu (16/8) terlihat sebuah foto yang menunjukkan baliho besar Giring mecalonkan diri sebagai presiden Republik Indonesia 2024 mendatang.

Dalam baliho berlatar putih itu, Giring terlihat memakai baju putih, kopiah hitam dan kacamata hitam. Ada juga loga PSI di sebelah kiri gambar Giring.

"Giring Untuk Prsiden Indonesia 2024," begitu tulisan yang terpampang di baliho.

embed from external kumparan

Belum diketahui lokasi baliho tersebut. Namun, baliho serupa juga ditemukan di sebuah jalan di daerah Surabaya. Tepatnya terpampang di Jalan Joyoboyo, Wonokromo. Ada juga baliho Giring jadi capres 2014 terpampang di jalan Cihampelas Bandung.

Terkait hal itu, istri Giring, Cynthia Ganesha sempat mengunggah ulang story Instagram @devi_tarya soal baliho suaminya yang disebut akan maju di pilpres 2014 mendatang. Cynthia pun meminta doa.

"Mohon doanya, Sis," tulis istri Giring.

Diketahui, semenjak vakum dari Nidji, Giring Ganesha lebih fokus pada kegiatan terbarunya, yakni bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejak 2019. Berbagai agenda dan kegiatan partai pun banyak membuat Giring sibuk.

Baliho bertulis Giring Untuk Prsiden Indonesia 2024. Foto: Jatim Now

Terbaru, pada Minggu (16/8), PSI resmi menunjuk Giring sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum. Penunjukan itu menyusul rencana Grace Natalie yang hendak melanjutkan pendidikannya di luar negeri.

Sebagai informasi, Giring Ganesha sempat maju dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu. Namun, ia gagal melenggang ke Senayan berdasarkan rekapitulasi nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat. Ia yang bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 hanya mendapatkan 47.069 suara. (epw)