Konten dari Pengguna

Dua Negara Ini Serukan Kemerdekaan Papua Barat

U

User Dinonaktifkan

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari User Dinonaktifkan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dua Negara Ini Serukan  Kemerdekaan Papua Barat
zoom-in-whitePerbesar

Kelompok OPM, Lambert Pekikir, yang sempat menguasai daerah perbatasan Papua dan Papua Nugini. (bumipapua/katharina)

Berita terbaru. Insiden penembakan terhadap 31 pekerja Istika Karya dalam proyek jalan Trans Papua di Nduga, Papua pada Minggu (2/12) merupakan aksi Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang menginginkan kemerdekaan.

Gerekan separatis yang terjadi di Papua diduga didukung pihak asing, diantaranya Negara Vanuatu dan pihak oposisi pemerintah Fiji.

Diberitakan dari portal berita ABC pada September lalu, Vanuatu akan terus melakukan lobi ke sejumlah negara untuk mengumpulkan dukungan agar Provinsi Papua Barat bisa menentukan masa depannya sendiri. Vanuatu diketahui telah berusaha menggalang dukungan dari negara-negara Pasifik.

Sejalan dengan Vanuatu, pemimpin oposisi di Fiji Ro Teimumu Kepa pernah menyerukan kepada pemerintah Fiji untuk mendukung kemerdekaan Papua Barat.

"Vanuatu telah mengambil sebuah keputusan berani untuk mengupayakan kebebasan bagi Papua Barat melalui PBB," kata Ro Teimumu, dalam sebuah pernyataan media.

“Saya menyerukan Fiji dan negara-negara lain di kawasan untuk memperlihatkan solidaritas atas isu ini. Ini saatnya untuk berdiri dan menjadi pihak yang diperhitungkan," kata Ro Teimumu.

Menurut Ro Teimumu, pemerintah Fiji yang dipimpin oleh Perdana Menteri Voreqe Bainimarama tidak berani untuk menantang Indonesia, yang mengklaim kedaulatan penuh di Provinsi Papua Barat. Dia pun mendorong pemerintah Fiji agar berani mengikuti langkah yang telah dilakukan Vanuatu.

Ikuti akun Berita Terbaru untuk mendapat informasi terbaru di kumparan!