10 Contoh Majas Metafora beserta Penjelasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Majas metafora merupakan salah satu jenis majas yang sering digunakan dalam karya sastra maupun komunikasi sehari-hari untuk memperindah bahasa. Jika belum terbiasa dengan majaas ini, ada 10 contoh majas metafora yang dapat jadi bahan belajar.
Majas ini menggunakan perbandingan langsung antara dua hal yang berbeda tanpa menggunakan kata penghubung. Dalam majas metafora, suatu kata atau frasa digunakan untuk menggantikan sesuatu yang lain berdasarkan kesamaan sifat atau makna.
10 Contoh Majas Metafora dan Penjelasannya
Mengutip dari buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Pembentukan Istilah, Tim BIP, (2021), majas metafora adalah majas yang membandingkan antara dua hal yang berbeda secara implisist.
Metafora hampir sama dengan perumpamaan, bedanya adalah pada majas metafora perbandingan dilakukan secara langsung. Adapun 10 contoh majas metafora lengkap dengan penjelasannya, sebagai berikut.
1. Bunga desa
Kalimat: “Sinta dikenal sebagai bunga desa karena kecantikannya memikat semua pemuda.”
Penjelasan: “Bunga desa” di sini untuk menyebut wanita tercantik di desa yang jadi pusat perhatian banyak orang.
2. Bintang kelas
Kalimat: “Andi selalu menjadi bintang kelas karena prestasinya yang luar biasa.”
Penjelasan: “Bintang kelas” artinya siswa paling pintar atau paling berprestasi di kelas.
3. Kutu buku
Kalimat: “Sejak kecil, Dina sudah menjadi kutu buku dan menghabiskan waktu di perpustakaan.”
Penjelasan: “Kutu buku” itu kiasan untuk orang yang suka membaca buku.
4. Lautan luka
Kalimat: “Hatinya seperti lautan luka setelah kehilangan orang tuanya dalam kecelakaan.”
Penjelasan: “Lautan luka” menggambarkan rasa sedih yang dalam dan luas.
5. Sampah masyarakat
Kalimat: “Ia dijuluki sampah masyarakat karena sering membuat onar di lingkungan sekitar.”
Penjelasan: “Sampah masyarakat” maksudnya orang yang dianggap memberikan dampak negatif untuk lingkungan.
6. Naik pitam
Kalimat: “Pak Dedi naik pitam saat mengetahui anaknya membolos sekolah.”
Penjelasan: “Naik pitam” itu ungkapan metaforis untuk seseorang yang sangat marah.
7. Angkat kaki
Kalimat: “Ia akhirnya angkat kaki dari rumah setelah berselisih paham dengan keluarganya.”
Penjelasan: “Angkat kaki” artinya pergi atau meninggalkan suatu tempat.
8. Makan asam garam
Kalimat: “Sebagai pemimpin yang sudah makan asam garam kehidupan, ia mampu menghadapi tekanan dengan tenang.”
Penjelasan: “Makan asam garam” berarti sudah punya banyak pengalaman hidup.
9. Sebatang kara
Kalimat: “Setelah kepergian keluarganya, ia hidup sebatang kara di kota besar.”
Penjelasan: “Sebatang kara” artinya hidup sendirian tanpa keluarga.
10. Otak udang
Kalimat: “Kita tidak boleh menyebut orang lain berotak udang karena setiap orang punya kelebihan masing-masing.”
Penjelasan: “Otak udang” itu kiasan untuk orang yang dianggap bodoh atau lamban.
Baca juga: Majas: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Kalimat dalam Bahasa Indonesia
Majas metafora tidak hanya untuk memperindah bahasa, tapi juga menambahkan daya pikir dan imajinasi waktu memahami makna tersembunyi setiap ungkapannya. Semoga 10 contoh majas metafora di atas membantu! (RIZ)
