Konten dari Pengguna

Majas: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Kalimat dalam Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Laut Biru Menenangkan Kalimat Tersebut Mengandung Majas. Sumber: Unsplash/Michal Parzuchowski
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Laut Biru Menenangkan Kalimat Tersebut Mengandung Majas. Sumber: Unsplash/Michal Parzuchowski

Laut biru menenangkan kalimat tersebut mengandung majas personifikasi. Bahasa Indonesia mengenal beberapa jenis majas yang bisa digunakan untuk menghasilkan efek tertentu. Setiap jenis majas umumnya menggunakan diksi yang berbeda-beda.

Selain majas personifikasi, masih ada sejumlah majas lainnya yang perlu dipelajari. Dengan demikian, bahasa Indonesia yang digunakan menjadi semakin hidup.

Laut Biru Menenangkan Kalimat Tersebut Mengandung Majas Personifikasi

Ilustrasi untuk Laut Biru Menenangkan Kalimat Tersebut Mengandung Majas. Sumber: Unsplash/Unseen Studio

Apa itu majas? Dikutip dari Persiapan UN Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs, Handiyani dan Wildan (2008:25), majas adalah bahasa kias, yaitu bahasa yang digunakan untuk menciptakan efek tertentu. Majas diciptakan untuk menimbulkan kesan imajinatif bagi penyimak atau pembicaranya.

Secara umum, majas dibagi menjadi majas perbandingan, pertentangan, dan pertautan. Majas perbandingan dibagi lagi menjadi 3 jenis, salah satunya adalah majas personifikasi. Majas personifikasi merupakan majas perbandingan dengan meletakkan sifat-sifat manusia pada benda lain.

Laut biru menenangkan kalimat tersebut mengandung majas personifikasi. Berikut contoh kalimat lainnya.

  • Angin membelai rambutnya yang panjang tergerai.

  • Matahari bersinar cerah seolah tersenyum kepada dirinya.

Majas perbandingan dibagi menjadi dua jenis majas lainnya, yaitu majas perumpamaan dan metafora.

1. Majas Perumpamaan

Majas perumpamaan merupakan jenis majas yang menggunakan perumpamaan atau peribahasa yang bisa dikenali dengan penggunaan kata-kata seperti, umpama, bak, ibarat, bagai, dan lainnya.

Contoh kalimat:

  • Kedua orang tersebut selalu saja bertengkar seperti anjing dan kucing.

  • Pendiriannya selalu berubah, seperti air di daun talas.

2. Majas Metafora

Majas metafora merupakan majas perbandingan yang menggunakan kata kiasan.

Contoh kalimat:

  • Polisi akhirnya berhasil menangkap sampah masyarakat yang sudah menjadi buronan selama berbulan-bulan.

Jenis-Jenis Majas Lain dan Contoh Kalimatnya

Ilustrasi untuk Laut Biru Menenangkan Kalimat Tersebut Mengandung Majas. Sumber: Unsplash/Blaz Photo

Seperti yang telah disebutkan, secara garis besar majas dibagi menjadi 3 macam, yaitu majas perbandingan, pertentangan, dan pertautan. Berikut penjelasan majas pertentangan dan majas pertautan.

1. Majas Pertentangan

Majas pertentangan dibagi menjadi majas hiperbola, litotes, dan ironi.

  • Hiperbola: majas yang menggunakan kata-kata yang maknanya berlebihan. Contoh: Akibat sampah yang menggunung, kota tersebut dilanda banjir.

  • Litotes: majas yang menggunakan kata-kata bermakna merendah. Contoh: Selamat datang di gubuk yang sederhana ini.

  • Ironi: majas yang menggunakan kata-kata bertentangan dengan yang dimaksud. Contoh: Sopan sekali anak itu sampai tuan rumah merasa tersinggung.

2. Majas Pertautan

Majas pertautan dibagi menjadi empat jenis sebagai berikut.

  • Metonimia: majas yang menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan nama pembuat atau merek dagang. Contoh: Ibu sedang mencuci piring dengan Sunlight. (sabun cuci piring)

  • Sinekdoke: majas yang menggunakan kata yang berkaitan dengan hal-hal yang dipentingkan. Contoh: Sudah lama sekali aku tidak melihat batang hidungnya.

  • Alusio: majas yang menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan peristiwa umum yang terjadi atau bahasa yang umum untuk menunjukkan maksud tertentu. Contoh: Berhati-hatilah akan kemungkinan gelombang tsunami setelah terjadi gempa.

  • Eufemisme: majas yang menggunakan kata yang berkaitan dengan kesopanan. Contoh: Karena merasa kurang pandai, ia berusaha untuk belajar lebih rajin dibandingkan kawan-kawannya.

Baca juga: Makna Peribahasa Hidup bagai Akar Benalu dan Peribahasa Bahasa Indonesia lainnya

Laut biru menenangkan kalimat tersebut mengandung majas personifikasi. Pelajari juga majas-majas lain agar semakin mahir dalam menggunakan bahasa Indonesia. (KRIS)